Yandex

HOT TOPIC

HOT TOPIC: Pro Kontra Imbauan Pemerintah soal Salat Ied di Tengah Pandemi Covid-19

Sabtu, 23 Mei 2020 09:55 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Halo Tribuners, apa kabar? Masih dirumah aja kan?

Nah, Tribunnews Hot Topic kali ini akan membahas, imbauan-imbauan pemerintah tentang lebaran, di tengah Covid-19 ini.

Anya, mungkin lebaran kali ini akan terasa berbeda dibanding lebaran sebelumnya ya.

Karena kita sedang berada di tengah pandemi virus corona.

Sebenarnya Menteri Agama juga sudah mengimbau agar umat muslim melakukan Salat Ied di rumah saja.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa yang mengizinkan umat Islam melaksanakan Shalat Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriah di rumah saja.

Keputusan ini diambil melalui rapat virtual komisi fatwa MUI di Jakarta, pada (13/5/2020).

Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar menyebut fatwa MUI untuk meniadakan Salat Ied di masjid atau lapangan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, adalah keputusan yang tepat.

Oleh karena itu, sebagai umat muslim harus mengikuti para ulama dan umarat.

Shalat Idulfitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjemaah dan dapat dilakukan sendiri.

Meski sudah ada imbauan seperti itu, tapi masih ada beberapa pemerintah daerah yang memperbolehkan masyarakat, untuk salat Ied berjamaah di masjid atau lapangan.

Seperti beberapa waktu lalu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang memperbolehkan masyarakatnya untuk mengelar Salat Ied di tempat umum.

Hal itu disampaikannya sehubungan dengan beberapa kabupaten/Kota di Jateng, yeng memperbolehkan warganya, menggelar Salat Ied berjamaah.

Beberapa kepala daerah yang memperbolehkan adanya Salat Ied berjamaah adalah Bupati Karanganyar, Wali Kota Tegal, dan Bupati Kudus.

Dilain sisi, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tidak menyarankan Salat Ied dilaksanakan berjamaah di masjid atau lapangan.

Ganjar menyesalkan keputusan sejumlah Bupati/Wali Kota, yang memperbolehkan pelaksanaan sholat Idulfitri di masjid.

Ganjar juga sudah melakukan komunikasi dengan para Bupati/Wali Kota yang memperbolehkan pelaksanaan sholat Idulfitri di masjid.

Tujuannya agar keputusan itu bisa ditinjau kembali.

Untuk Kota Tegal, melalui Wali Kotanya, Dedy Yon Supriyono telah meralat pernyataannya, dan mengimbau agar melakukan Salat Ied dari rumah.

Tapi hal itu berbanding terbalik dengan Bupati Karanganyar Juliyatmono, ketika membalas pesan dari Ganjar

Juliyatmono tetap kekeh akan menggelar salat Ied berjamaah di tempat umum.

Namun ia memastikan siap atas konsekuensi dari kebijakan yang diterapkannya tersebut.

"Saya balas betul Pak Gub saya bertanggung jawab," kata dia.

Bahkan, dalam pelaksanaan salat Idulfitri 1441 H di alun-alun Kabupaten Karangannyar imam dan khatib langsung dipimpin oleh Bupati Karanganyar Juliatmono.

Baik tribuners, itu tadi adalah beberapa pro kontra soal pelaksanaan salat Idulfitri di tengah pandemi Covid-19.

Semoga apapun keputusan yang diambil itu merupakan yang terbaik untuk semuanya.

Untuk tribuners jangan lupa jaga kesehatan, dan tetap mengikuti imbauan dari pemerintah.

Sampai jumpa di Tribunnews hot topic selanjutnya.

(Tribun-Video.com/Anya-Inung)


Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Muhammad Nur Rohmad
Video Production: Winda Rahmawati
Sumber: Tribun Video
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved