Yandex

tribunnews update

Viral Keluarga Jenazah PDP Corona Bayar Rp 3 Juta untuk Pemulasaran, Ini Penjelasan RS

Sabtu, 23 Mei 2020 09:31 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Sebuah video perdebatan beberapa keluarga pasien dan petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wahidin Sudirohusodo Mojokerto, viral di media sosial sejak Kamis (21/5/2020) malam.

Direktur RSUD Wahidin Sudiro Husodo dr Sugeng Mulyadi membenarkan adanya kejadian tersebut.

Kejadian itu diaku Sugeng merupakan salah paham antara pihak RS dan pasien.

Dikutip dari Kompas.com, beredar video yang memperlihatkan beberapa orang berdebat dengan petugas RSUD Wahidin Sudirohusodo Mojokerto.

Berdasarkan percakapan yang terekam dalam video itu, keluarga pasien mempertanyakan uang sebesar Rp 3 juta yang diminta petugas rumah sakit.

Petugas menyebut uang itu akan digunakan untuk biaya pemulasaraan jenazah pasien yang meninggal.

Mulyadi mengatakan insiden tersebut merupakan kesalahpahaman antara keluarga pasien dan petugas.

"Pasien (Covid-19) nonreaktif, tetapi kondisinya memang ada pneumonia. Pada tanggal 19 Mei, kondisi memburuk terus meninggal. Rencana mau dilakukan uji swab tapi keburu meninggal," kata Sugeng saat dihubungi Kompas.com, Jumat (22/5/2020).

Masalah itu muncul karena petugas rumah sakit yang menangani jenazah pasien itu memakai aturan lama.

Padahal, dalam aturan terbaru biaya pemulasaraan jenazah PDP bisa diklaim.

Dalam aturan lama, biaya jenazah pasien yang belum terkonfirmasi Covid-19 tidak ditanggung negara.

Namun, Sugeng mengtakan biaya pemulasaraan jenazah Rp 3 juta sendiri telah dibayar keluarga pasien ke RSUD Wahidin Sudiro Husodo.(Tribun-video.com/ Rena Laila)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral, Video Petugas RS Minta Uang Rp 3 Juta untuk Pemulasaraan Jenazah PDP Corona"

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Rena Laila Wuri
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved