Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Ancam Bom Bali karena Dilarang Mudik, Pria Ini Langsung Ditangkap Polisi

Jumat, 22 Mei 2020 20:26 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Pria berinisial J ditangkap oleh Tim Kejahatan Siber Polda Bali karena berkomentar dengan ancaman dan ujaran kebencian di media sosial pada Rabu (20/5/2020).

Kepala Subdit V Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP Gusti Putu Ayu Suinaci mengatakan bahwa tersangka J berkomentar bahwa jika tak bisa masuk ke Bali, maka dibom saja.

Dikutip dari Kompas.com, Gusti mengatakan bahwa pelaku awalnya melihat status di Facebook seseorang terakit adanya larangan mudik Lebaran.

Lantas, J memberi komentar : “Pasti bisa ke Bali lg (lagi) tenang saja klok (kalau) dilarang masuk Bali iya boom saja kyk (seperti) dulu biyar mampus wkwkw."

Warganet lainnya pun lantas melaporkan komentar J ke pihak kepolisian.

Pelaku awalnya mengubah nama akunnya untuk menghilangkan jejak.

Kemudian, polisi melacak jejaknya lantas menangkapnya di Jalan By Pass Ngurah Rai, Kedonganan, Badung, Bali.

"Komentarnya menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA," kata Gusti.

Saat diperiksa, pelaku pun mengakui kesalahannya dengan alasan membenci polisi karena dilarang mudik Lebaran.

Polisi diketahui mengamankan barang bukti ponsel milik pelaku dan enam lembar tangkapan layar dari unggahan tersebut.

Atas perbuatannya, J dijerat Pasal28 Ayat (2) jo Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008.

Ia terancam pidana penjara paling lama enam tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ancam Bom jika Tak Diizinkan Masuk Bali, Pria Ini Ditangkap

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Ruth Aurora Chintya Natasha Iswahyudi
Video Production: Muhammad Eka Putra
Sumber: Kompas.com
Tags
   #TRIBUNNEWS UPDATE   #Ancaman   #Bom Bali
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved