Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Hacker Klaim Miliki Data 200 Juta WNI dari Situs KPU, Berisi Informasi Sensitif dan Penting

Jumat, 22 Mei 2020 15:17 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Jutaan data kependudukan milik warga Indonesia diduga bocor dan dibagikan lewat forum komunitas hacker.

Data tersebut diklaim merupakan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014.

Kabar kebocoran ini diungkap pertama kali oleh akun Twitter @underthebreach pada Kamis (21/5/2020).

Dikutip dari Kompas.com, menurut akun tersebut, sang hacker telah mengambil data dari situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tahun 2013.

Data DPT Pemilu 2014 yang dimiliki hacker tersebut diketahui berformat PDF.

Data tersebut diketahui berisi sejumlah informasi sensitif, seperti nama lengkap, nomor kartu keluarga, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tempat tanggal lahir, alamat rumah dan beberapa data pribadi lain.

Dalam forum tersebut, sudah ada 2,3 juta data kependudukan yang dibocorkan.

Sementara dalam keterangannya, sebanyak 200 juta data warga Indonesia juga akan dibocorkan.

Menanggapi hal itu, KPU juga turut buka suara.

Komisioner KPU Viryan Azis mengaku tengah melakukan penelusuran terhadap dugaan bocornya jutaan data kependudukan warga Indonesia yang ada dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2014.

Menurut Viryan, pihaknya juga tengah mengecek kondisi server data KPU untuk menindaklanjuti informasi mengenai kebocoran data yang tengah beredar.

Viryan menyebutkan bahwa data yang beredar diduga merupakan softfile DPT Pemilu 2014 dengan metadata 15 November 2013.

Menurut dia, sesuai dengan bunyi regulasi, softfile data KPU memang bersifat terbuka.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Penjelasan KPU soal Dugaan Kebocoran Data Kependudukan di DPT Pemilu

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Nila
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved