Yandex

Terkini Daerah

Viral Habib Umar Marah Dorong Petugas saat Operasi PSBB, Polda sebut Aparat sudah Tegur Persuasif

Jumat, 22 Mei 2020 14:05 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyodo angkat bicara soal viral video pria bergamis putih terlibat aksi dorong dengan petugas patroli PSBB (Pembatasan Sosial Bersakala Besar) di Surabaya Jawa Timur.

Ternyata pria yang videonya viral itu merupakan Pengasuh Majelis Roudhotus Salaf, Bangil, Pasuruan, yakni Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil.

Hal itu diungkapkan Kombes Pol Trunoyudo saat menjadi narasumber di acara Kabar Petang tvOne pada Kamis (21/5/2020).

Trunoyudo menegaskan bahwa semua petugas gabungan sebenarnya sudah melakukan peneguran persuasif.

"Benar jadi begini posisinya checkpoint-nya terdiri dari beberapa unsur petugas ya dari TNI, Polri, Dishub, Satpol PP kita melakukan tindakan-tindakan persuasif," ucapnya.

Lalu, Trunoyudo menyinggung bahwa tidak menggunakan masker bisa menyebabkan peluang terkena maupun menyebarkan Virus Corona.

"Karena ini adalah pelanggaran PSBB, apa yang menjadi fatalitas atau hal mortal atau bisa berdampak potensi fatalitas misalkan tidak menggunakan masker, dia tetap bisa menyebarkan atau bahkan tertular."

"Ini kan sesuatu hal yang harus ditegur atau dilakukan tindakan persuasif dan sudah dilakukan," ujarnya.

Namun, menurut keterangan Trunoyudo, Habib Umar justu tak terima meski para petugas sudah memperingatinya denga baik-baik.

"Namun tanggapan atau respon dari salah satu penumpang yang menggunakan baju putih tersebut itu tidak melakukan (tindakan kooperatif)," ucapnya.

Lalu Trunoyudo menyinggung bahwa Surabaya belum lama ini berduka.

Satu di antara perawat bersama janin yang dikandungnya meninggal dunia menangani masalah Virus Corona.

"Apalagi kita Surabaya sedang masa berduka kita ketahui pada tiga hari yang lalu ada salah satu garda terdepan kita tenaga medis perawat sedang hamil dengan janinya empat bulan meninggal dunia."

"Ini jangan sampai perjuangan tenaga medis sia sia," ujarnya.

Selain itu peningkatan kasus Virus Corona juga terbanyak di Jawa Timur.

Jika beberapa hari yang lalu Jawa Timur masih di belakang Jawa Barat dalam penyebarang Virus Corona.

Kini kasus Virus Corona di Jawa Timur lebih besar.

dan Pukul Petugas PSBB Viral, Ini Kronologinya

"Kedua juga kondisi Surabaya data kemarin untu hari ini perkembangan nomor satu, kemarin saja nomor 2 setelah Jawa Barat kemudian Jawa Timur ini kan kondisi peningkatan signifikan orang kasus baru terinfeksi ini terus meningkat di Surabaya," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Kapolda Jatim juga berulang kali mengatakan bahwa disiplin adalah 'obat' dari Virus Corona.

"Apabila tidak sadar seperti Bapak Kapolda sampaikan Pak Kapolda Jawa Timur selalu menyampaikan disiplin adalah obat dan vaksin Covid-19 maka yang diperlukan adalah kedisiplinan pribadi dan lingkungan," imbaunya.
Kronologi Kejadian

Mulanya, mobil yang ditumpangi Habib Umar diperiksa saat melintas di Exit Tol Satelit Surabaya pada Rabu (20/5/2020) sekira pukul 4 sore.

Pengecekan protokol kesehatan dilakukan karena Surabaya Raya menerapkan PSBB.

Hal itu sesuai dengan aturan Pemerintah Daerah.

"Kronologinya begini bahwasanya Surabaya Raya sedang melakukan atau diterapkan PSBB ya maka di salah satu tempat kejadiannya kemarin tanggal 20 Mei sekira pukul 16 lewat ada pengecekan di cek poin yaitu tol Exit Tol Satelit Surabaya."

"Nah kemudian ini yang dilakukan adalah protokol kesehatan sebagaimana peraturan Gubenur, Walikota, Bupati, yang melakukan PSBB ini dilakukan protokol kesehatan," ujar Trunoyudo.

Mobil Habib Umar dihentikan apalagi mobil hitam tersebut berplat N yang berarti dari daerah luar Surabaya Raya.

Sebagaimana diketahui, dalam PSBB tidak boleh adanya aktivitas keluar masuk.

Selain itu sopir Habib Umar juga tidak mengenakan masker.

"Memang ada petugas gabungan pasukan pengecekan awal, karena apa di depan plat N."

"Kedua sopir ataupun pengemudi ini tidak menggunakan masker," jelas Trunoyudo.

Selain itu di dalam mobil Habib Umar juga melebihi kapasitas penumpang.

Untuk mobil dengan empat kursi penumpang seharusnya maksimal ada dua orang di dalamnya.

Sehingga dilakukan peneguran dengan cara persuasif.

"Kemudian setelah dicek kapasitas penumpang melebihi daripada aturan."

"Ada empat orang seharusnya dua orang maka dilakukan persuasif peneguran," katanya.

Trunoyudo menegaskan bahwa semua petugas gabungan sebenarnya sudah melakukan peneguran persuasif.

"Benar jadi begini posisinya checkpointnya terdiri dari beberapa unsur petugas ya dari TNI, Polri, Dishub, Satpol PP kita melakukan tindakan-tindakan persuasif," ucapnya. (TribunWow.com/Mariah Gipty)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Soal Video Habib Umar Ngamuk, Polda Jatim Singgung Perawat Hamil Meninggal: Surabaya sedang Berduka

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Wening Cahya Mahardika
Sumber: TribunWow.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved