Yandex

Terkini Daerah

Air Laut Tiba-tiba Naik, Warga Panik Dikira Tsunami, Begini Penjelasan BMKG

Jumat, 22 Mei 2020 13:03 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) menjelaskan perihal terjadinya banjir rob di Pondok Bali, Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (21/5/2020).

Kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya mengatakan, pada umumnya suhu muka laut wilayah selatan Jawa Barat pada 20 Mei 2020 berkisar antara 30 -31 derajat celsius.

Hal ini cukup hangat untuk mendukung pertumbuhan awan.

Kemudian aktivitas pergerakan konveksi yang terjadi berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia Barat, khususnya di Jawa Barat.

Berdasarkan pola sebaran, pada ketinggian 3.000 kaki wilayah Jawa Barat bagian utara dilewati oleh daerah belokan angin.

Hal tersebut mendukung suplai awan hujan di Jawa Barat.

"Kecepatan angin di wilayah laut Kabupaten Subang berkisar 30 knot atau 56 kilometer per jam (angin kencang) yang berpotensi menyebabkan gelombang tinggi," ujar Tony saat dihubungi, Kamis (21/5/2020).

Selain itu, menurut Tony, berdasarkan kondisi musim, pada Mei 2020 ini memasuki masa transisi.

Hujan yang terjadi masih karena faktor pemanasan pada pagi hingga siang hari.

Hal tersebut menyebabkan terbentuknya awan konvektif dengan jenis Cumulonimbus, yang berpotensi terhadap cuaca ekstrem berupa angin kencang pada siang, sore atau malam hari.

"Adanya kondisi angin yang kencang di wilayah laut Kabupaten Subang berpotensi menyebabkan gelombang tinggi pada saat pasang naik. Serta adanya potensi hujan sedang di wilayah darat Kabupaten Subang bagian utara secara bersamaan menyebabkan banjir rob yang signifikan," kata dia.

Sebelumnya, banjir rob menerjang Pantai Pondok Bali, Desa Mayangan, Legon Kulon, Kabupaten Subang pada Rabu sore.

Air laut masuk ke rumah-rumah warga hingga ketinggian 0,8 meter.

Air laut yang naik secara tiba-tiba itu membuat warga panik, lantaran dikira terjadi tsunami.

Warga yang panik berbondong-bondong menyelamatkan diri.

"Gelombang laut karena angin, bukan karena gempa. Hal wajar dan sering terjadi," kata Tony. (Kompas.com/Kontributor Karawang, Farida Farhan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjelasan BMKG soal Banjir Rob di Subang yang Dikira Tsunami"

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Dita Dwi Puspitasari
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved