Yandex

Ramadan 2020

Mudik Gowes Sepeda 330 KM Purwakarta - Cilacap

Jumat, 22 Mei 2020 07:43 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM, CILACAP - Dislam (55), warga Desa Pekuncen, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap nekat mudik dari Purwakarta, Jawa Barat mengendarai sepeda onthel.

Dia menempuh perjalanan sepanjang sekira 330 kilometer, menyusuri jalur Pantura dan membawa bekal seadanya.

Kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (21/5/2020), bapak empat anak itu menceritakan, kenekatan itu didasari karena keterbatasan keadaan.

Saat itu dia baru saja dirumahkan dari pekerjaannya sebagai sopir pribadi di Jakarta.

Sehingga dirinya terpaksa beralih profesi sebagai kuli bangunan di Purwakarta.

Dia menerima tawaran bekerja di sebuah proyek karena sudah tidak ada lagi pendapatan.

Setelah 11 hari atau sejak 4 April hingga 15 Mei 2020, dia menyelesaikan pekerjaannya di Purwakarta.

Lalu diputuskan mudik demi bertemu istri dan anak-anaknya.

Tapi sayang, saat itu tidak ada bus dan kereta api yang beroperasi.

Hampir dia saja gagal mudik.

Lalu Dislam melihat sepeda lipat milik bosnya yang nganggur.

"Ya akhirnya saya bilang ke bos untuk pinjam sepedanya."

"Karena saya mau mudik pakai sepeda onthel saja," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (21/5/2020).

Menurutnya, saat menyampaikan niat mudik dengan sepeda onthel itu, si bos tak langsung mengiyakan.

Dia harus memastikan kepada bosnya kalau perjalanannya lintas provinsi itu bisa berjalan lancar.

"Kalau capek tinggal istirahat di pom bensin, tidur di sana," kata dia kepada si bos, saat itu.

Setelah mendengarkan penjelasan Dislam, si bos pun mengizinkan sepeda lipatnya digunakan untuk mudik.

"Pada 15 Mei 2020, waktu subuh saya berangkat dari Purwakarta."

"17 Mei 2020 siang sudah sampai di rumah," ucapnya.

Sempat Putus Asa di Cirebon

Dislam mengakui di tengah perjalanan hampir saja menyerah untuk melanjutkan perjalanan.

Jarak perjalanan sepanjang ratusan kilometer itu ternyata tidak semudah perkiraannya.

Dari Purwakarta sampai Cirebon, dia sudah mulai berpikir melanjutkan perjalanan menggunakan bus.

"Saya coba nanya ke kondektur kalau ke Purwokerto berapa."

"Kondekturnya bilang Rp250 ribu sama sepedanya."

"Saya menawar bagaimana kalau Rp50 ribu."

"Tapi tetap kondektur tidak merestui, akhirnya saya lanjut ngontel," kata Dislam.

"Sejak berangkat dari Purwakarta," ujar Dislam, "bekal uang di dompetnya cuma Rp400 ribu."

Uang itu hasil dari tabungan selama sebelas hari bekerja di Purwakarta.

Sampai Cirebon, uang itu sudah kepotong untuk sarapan dan makan siang selama perjalanan.

Demi mengirit pengeluaran, dia lanjut ngontel sepeda lagi.

Bahkan saking mengirit pengeluaraan, dia tidak malu-malu menerima uluran bantuan dari pengendara motor lain.

"Ada pemudik dari Purbalingga ketemu saya, mungkin karena kasihan sama saya, dia ngasih uang," ujarnya.

Selama menempuh perjalanan dari Purwakarta terus menuju Subang, dan ke Indramayu, Cirebon, Bumiayu, dan Purwokerto.

Kata Dislam, hanya sekali saja mendapat bantuan dari pengendara lain.

Pantat Tak Bisa Diajak Kompromi

Faktor umur memang tidak bisa diajak kompromi.

Setibanya di Purwokerto, beberapa bagian tubuhnya sudah mulai kesakitan.

Pantatnya yang selama puluhan jam duduk di jok sepeda terasa nyeri dan perih.

"Fisik saya masih kuat ngontel, tapi pantat saya nggak kuat."

"Jadi dari Purwokerto ke Kroya naik bus," terangnya.

Dia pun berhasil tiba di Kroya secara selamat.

Sebelum masuk ke rumah, dirinya mampir terlebih dahulu ke Posko Covid-19 Desa Pekuncen untuk dicek kesehatannya.

Setelah itu dia dianjurkan untuk menjalani karantina mandiri di rumah. (Tribunbanyumas.com/Muhammad Yunan Setiawan)

Artikel ini telah tayang di Tribunbanyumas.com dengan judul Kisah Dislam Warga Kroya Cilacap, Nekat Mudik Gunakan Sepeda Onthel, Sempat Putus Asa di Cirebon

Editor: Aprilia Saraswati
Sumber: Tribun Jateng
Tags
   #Mudik naik sepeda   #Cilacap
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved