Yandex

Terkini Daerah

Gagal Mudik, Warga Tegal Ini Isi Waktu Luang Membuat Ketupat Lebaran Khas Kalimantan

Kamis, 21 Mei 2020 17:30 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM - Momen Lebaran menjadi hal yang ditunggu oleh sebagian masyarakat, karena pada momen ini biasanya digunakan untuk berkumpul dengan keluarga besar yang mungkin jarang atau bahkan lama tidak bertemu.

Namun hal ini, tidak bisa dirasakan oleh Ida Elyani (58), warga Mejasem blok D 19 RT 4 RW 9 Kabupaten Tegal, tahun ini.

Karena adanya pandemi Virus Corona, Ia dan keluarga tidak bisa mudik ke kampung halamannya di Kalimantan Barat.

Maka dari itu untuk mengisi waktu luang, Ida berinisiatif membuat ketupat lebaran khas daerah asalnya yaitu Kalimantan.

Adapun ketupat yang dibuat oleh Ida ini ada dua varian, yaitu ketupat isi beras ketan dan ketupat isi beras biasa.

"Sebenarnya saya setiap lebaran selalu membuat ketupat, tapi memang hanya untuk keluarga saja tidak untuk dijual seperti sekarang. Kebetulan karena tahun ini tidak bisa mudik ke Kalimantan dan anak juga tidak pulang ke Tegal, jadi ya buat mengisi waktu luang saya menerima pesanan dari tetangga," tutur Ida, pada Tribunjateng.com saat ditemui di rumahnya, Rabu (20/5/2020).

Tidak hanya menjual ketupat lebaran, Ida mengaku, Ia juga menjual produk lain di antaranya kerupuk rambak varian rasa jeruk, balado, original, sayur jengkol, rendang daging, ayam, dan lain-lain.

Dijelaskan, apa yang menjadi pembeda ketupat miliknya dengan yang lain, Ida menyebut kuncinya ada di bahan dasar nya dari ketan.

Jadi rasanya jauh lebih gurih, padat, dan lembut, karena proses merebusnya selama empat jam.

Selain itu, ciri khas ketupat Kalimantan yang lain terletak pada janur yang digunakan sebagai wadah untuk ketupatnya.

Karena biasanya kalau disini janur yang bagian samping berwarna hijau itu dipakai, kalau Ida tidak digunakan dan menyisihkannya (dibuang).

Menurutnya hasil ketupat akan jauh lebih bagus.

"Beras nya saya langsung kirim dari Kalimantan, karena tekstur nya berbeda dari pada yang disini.

Ketika dibuat untuk ketupat hasilnya lebih melar dan putih, sehingga lebih menarik," jelasnya.

Saat ini, Ia sedang disibukan dengan membuat pesanan milik tetangga nya.

Adapun pesanan milik tetangga untuk yang ketupat beras ada 150 biji, dan ketupat ketan 250 biji jadi total ada 400 biji.

Pesanan 400 biji tersebut, menurut Ida bisa diselesaikan dalam waktu dua hari. Karena sampai saat ini sudah selesai sekitar 200 ketupat.

"Harga yang saya tawarkan Rp 5.000 per ketupat yang sudah matang.

Baik untuk yang ketupat ketan atau beras.

Yang membedakan kalau ketupat beras ukuran nya lebih besar, sedangkan ketan lebih kecil," tuturnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Tak Bisa Mudik, Ida Isi Waktu Luang Bikin Ketupat Lebaran Khas Kalimantan

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Muhammad Eka Putra
Sumber: Tribun Jateng
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved