Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Pelaku Pembunuhan Hanya Diberi Rp200 Ribu setelah Bunuh dan Jual Mobil Pria di Percut Sei Tuan

Kamis, 21 Mei 2020 15:57 WIB
Tribun Medan

TRIBUN-VIDEO.COM - Diberitakan sebelumnya pelaku pembunuhan seorang pria yang jasadnya ditemukan dalam kondisi tangan, kaki dan lehernya terikat di sebuah bengkel telah terungkap.

Mereka adalah April Andi Harahap dan Arman, membunuh Henry dan menjual mobilnya seharga Rp59 juta.

Setelah membunuh dan menjual mobil tersebut, April hanya diberi upah sebesar Rp200 ribu.

Hal itu disampaikan langsung oleh April dalam konferensi pers yang digelar di Mapolrestabes Medan pada Rabu (20/5/2020).

"Saya dikasih 200 ribu bang, cuma itu aja. Baru abang ipar saya itu lari, aku tinggal di rumah aja," kata April Harahap.

Dalam kesempatan yang sama, April membantah memukul korban.

Tugasnya hanyalah menjerat korban hingga tewas.

"Yang mukul bukan saya bang, abang ipar saya yang mukul pakai martil sama sekop. Saya hanya mencekik saja," tuturnya sambil digiring ke sel tahanan.

Dikutip dari TribunMedan.com, Kamis (21/5/2020), Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicholas Sidabutar mengatakan, dalam kasus pembunuhan itu, penyidik sudah menetapkan dua tersangka.

Pelaku yang telah tertangkap adalah April Andi Harahap (AAH) berumur 20 tahun warga Jalan PWI Percut Sei Tuan.

Sementara satu pelaku lainnya yang merupakan otak pembunuhan, bernama Arman Pohan (33) yang saat ini masih DPO.

Arman merupakan pemilik bengkel yang menjadi lokasi pembunuhan.

Ronny mengatakan, para pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat 4 atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

"Para pelaku terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup," tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan tersangka April, diketahui aksi kejahatan ini sudah direncanakan sebelumnya.

"Jadi hasil pemeriksaan dari tersangka AAH ini, jadi sebelumnya abang iparnya tersangka AP ini sudah pernah merencanakan untuk mengambil mobilnya.

Hingga akhirnya mereka gelap mata dan membunuh korban," ujarnya.

Ronny mengatakan korban dan tersangka saling mengenal, hubungan mereka antara agen mobil dan bengkel cat mobil.

Motif pembunuhan tersebut adalah menguasai harta benda milik korban.

"Motif tersangka ingin menjual harta benda korban," cetusnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria warga Jalan Pancasila, Gang Datuk Al Rasyid, Desa Batangkuis, Deli Serdang ditemukan tewas pada Jumat (15/5/2020) di sebuah bengkel dalam kondisi kaki, tangan, dan leher terikat.

Sebelum ditemukan tewas, pria bernama Henry tersebut sempat hilang selama tiga hari, sejak Rabu (13/5/2020).

Setelah membunuh, pelaku menjual mobil tersebut seharga Rp59 juta ke sebuah showroom mobil.

Dari mobil tersebut pihak kepolisian menyelidiki kasus ini.

Para pelaku menganiaya korban menggunakan martil, sekop dan dicekik tali nilon hingga tewas.

Arman memukul korban dari belakang menggunakan martil sebanyak 3 kali.

Setelah itu ia mengambil sekop dan memukul korban berkali-kali.

"Lalu ia mengambil sekop yang ada di TKP dan kembali kembali memukul korban berkali-kali," bebernya.

Selanjutnya, tersangka April mengambil seutas tali dari jemuran kain di belakang rumah menggunakan pisau.

Tali itu digunakannya untuk menjerat leher korban.

Setelah melihat korban meninggal, keduanya mengikatnya menggunakan tali jemuran.

(Tribun-Video.com/TribunMedan.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Bunuh Agen Jual Beli Mobil di Bengkel, Tersangka April Harahap Ternyata Cuma Diberikan Rp 200 Ribu

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Video Production: Ramadhan Aji Prakoso
Sumber: Tribun Medan
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved