Yandex

Terkini Daerah

Anjuran MUI Kabupaten Kuningan untuk Salat Idulfitri

Kamis, 21 Mei 2020 15:41 WIB
Tribun Jabar

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUN-VIDEO.COM – Sejumlah ‘desa merah’ di Kuningan tidak boleh melaksanakan salat Idul Fitri 1441 Hijriyah.

“Suratnya pun sudah dikeluarkan oleh pemerintah daerah,” kata Ketua MUI (Majlis Ulama Indonesia) Kuningan KH Dodo Syarif Hidayatullah saat ditemui di kediamannya, Blok Pasapen Lingkungan Lamepayung Kuningan, Rabu (20/5/2020).

Pernyataan itu, kata dia, seusai melaksanakan pertemuan dengan Bupati Kuningan dan unsur pimpinan daerah di kantor Bupati setempat.

“Kita tadi rapat dengan bupati, ketua IDI (Ikatan dokter Indonesia, red) Kapolres dan Dandim serta pejabat lainnya,” kata Dodo.

Latar belakangan pelarangan untuk melaksanakan solat idul fitri di ‘desa merah’ tentu memiliki alasan kuat bahwa Kuningan ini masuk zona kunin. “Wilayah Kuningan ini memang bagus tidak buruk pun tidak,” katanya.

Jadi, masih kata Dodo, sejumlah desa di Kuningan bisa melaksanakan solat idul fitri dengan beragam ketentuan dalam pencegahan penyebaran virus corona. “MUI menetapkan pelaksanaan solat idul fitri itu boleh dan dilakukan tidak hanya satu titik seperti pada tahun sebelumnya,” katanya.

Misal, kata dia, pelaksanaan solat idul fitri bisa dikerjakan secara berjemaah di lahan luas berada di lingkungan masyarakat. “Bisa di masing masing langgar (musola, red) atau tempat terbuka di daerah setempatnya,” katanya.

Dodo mengimbau untuk kaum hawa itu dianjurkan tidak melaksanakan solat berjemaah idul fitri. “Kami tidak melarang cuma menganjurkan saja. Karena kondisinya seperti ini,” katanya.

Kajian diperbolehkannya pelaksanaan solat idul fitri ini berdasarkan aspek dan evaluasi petugas covid 19 sebelumnya. “Seperti dari ketaatan warga dalam masa PSBB (Pemabtasan Sosial Berskala Besar, red) dan mereka (masyarakat, red) yang beraada di daerah bukan zona merah,” ungkapnya.

Meski boleh melaksanakan solat idul fitri, kata dia, masyarakat harus istiqomah dalam menerapkan standar kesehatan dan pencegahan penyebaran covid19. “Seperti melakukan jaga jarak saat melangsungkan solat berjamaah dan tidak boleh membawa anak bayi (balita,red),” katanya.

Jaga jarak dalam solat berjemaah, imbuh dia, tidak membuat keraguan dalam meraih kekhusyukan dalam pelaksanaan ibadah itu sendiri. “Sebab ini dikerjakan dalam keadaan darurat,” katanya.

Kemudian dalam keterangnnya pun menyebutkan bahwa barang haram bisa jadi halal ketika dalam keadaan darurat.

”Contoh saat posisi terdesak dan darurat bangkai yang tadinya haram bisa menjadi konsumi halal. Namun kondisi itu harus benar dalam kedaruratan,” katanya. (*)

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribun Jabar
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved