Yandex

Terkini Daerah

Bupati Karanganyar Perbolehkan Salat Id, Ganjar: Sudah Diingatkan Lewat WA tapi Belum Dibalas

Kamis, 21 Mei 2020 12:10 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh Bupati/Wali Kota se-Jateng satu suara dalam penyelenggaraan salat Idulfitri 1441 H.

Sesuai anjuran pemerintah, pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini tidak dianjurkan dilaksanakan berjemaah di masjid atau lapangan, melainkan di rumah masing-masing.

Hal itu disampaikan Ganjar menanggapi beberapa Kabupaten/Kota di Jateng yang memperbolehkan warganya menggelar salat Idulfitri berjemaah di masjid atau lapangan.

Beberapa Bupati/Wali Kota yang sudah memperbolehkan itu misalnya Bupati Karanganyar, Wali Kota Tegal dan Bupati Kudus.

"Saya menyarankan kepada Bupati/Wali Kota, mari kita ikuti ketentuan dari pemerintah, dari Kementerian Agama atau Majelis Ulama Indonesia."

"Saya sarankan, mari kita ikuti aturan untuk melaksanakan salat Idulfitri di rumah masing-masing," kata Ganjar ditemui di rumah dinasnya, Rabu (20/5/2020), sesuai rilis yang diterima tribunjateng.com.

MUI Jateng lanjut Ganjar juga sudah memberikan petunjuk tentang tata cara salat Idulfitri di rumah.

Tata cara disiapkan, naskah khotbah disiapkan lebih singkat namun tidak mengurangi syarat rukun pelaksanaan ibadah itu.

"Kepala keluarga yang jadi imam dan khotib, bisa bapak atau putra yang sudah dewasa."

"Khotbahnya juga sudah disiapkan lebih singkat."

"Kalau itu bisa dilakukan, itu bisa mencegah," terangnya.

Ganjar menyesalkan keputusan sejumlah Bupati/Wali Kota yang memperbolehkan pelaksanaan salat Idulfitri di masjid.

Dirinya mengatakan, konsolidasi nasional harus dilakukan agar seluruh keputusannya bisa sama.

Meskipun Ganjar menyadari, memang ada banyak pertimbangan Bupati/Wali Kota di Jateng untuk mengambil tindakan semacam memperbolehkan pelaksanaan salat Idulfitri.

Tapi sebenarnya lanjut dia, syarat untuk melakukan itu sangat ketat, yakni bisa dikendalikan dan daerahnya berwarna hijau (tidak ada kasus positif covid-19).

"Tapi problemnya, kalau ada yang OTG (orang tanpa gejala), ini kan tidak bisa terdeteksi."

"Kekhawatiran kami, kalau OTG ini menjadi bagian dalam kegiatan itu, kan sulit mengontrolnya," terangnya.

Apalagi, banyak orang saat ini yang masih nekat mudik dari daerah zona merah.

Kalau salat Idulfitri diizinkan, bukan tidak mungkin akan terjadi penularan.

"Meskipun jarak sudah diatur, tapi tanpa sadar orang bersalaman, berdekatan."

"Itu ada potensi yang membahayakan," tegasnya.

Ganjar juga sudah melakukan komunikasi dengan para Bupati/Wali Kota yang memperbolehkan pelaksanaan salat Idulfitri di masjid.

Koordinasi

Tujuannya agar keputusan itu bisa ditinjau kembali.

"Saya sudah komunikasi dengan Bupati Karanganyar, tapi belum ada jawaban sampai sekarang."

"Saya coba WA terus, dan dari Kemenag akan menghampiri untuk diajak bicara."

"Kalau Kota Tegal, saat saya konfirmasi Wali Kotanya bilang tidak begitu, dia meralat pernyataanya."

"Untuk Kabupaten Kudus, belum ada laporan soal ini."

"Saya menyarankan kepada semuanya, mari kita ikuti aturan untuk salatIdulfitri di rumah saja," tutupnya.

 (Tribun Jateng/ Mamdukh Adi Priyanto)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Ganjar Pranowo Minta Bupati Wali Kota se-Jateng Jangan Ngeyel salatIdulfitri di Masjid & Lapangan

Editor: Purwariyantoro
Video Production: Dita Dwi Puspitasari
Sumber: Tribun Jateng
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved