Yandex

Terkini Daerah

Kesal dengan Pengunjung Pasar Anyar Bogor, Bima Arya: Marah Iya, Kesal, Geram, Sedih Juga Banyak

Kamis, 21 Mei 2020 09:39 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM -- Video kepadatan pengunjung Pasar Anyar, Kota Bogor beberapa hari lalu menjadi viral di media sosial.

Wajar saja, kepadatan di Pasar Anyar terjadi saat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) di Kota Bogor masih diberlakukan.

Wali Kota Bogor Bima Arya juga sempat meninjau langsung ke Pasar Anyar.

Bima Arya semakin berang ketika bertemu dengan seorang pengunjung Pasar Anyar yang ternyata adalah penerima bantuan dari pemerintah.

Bima Arya menceritakan hasil peninjauannya itu di acara Mata Najwa, Rabu (20/5/2020).

Bima Arya mengatakan, kondisi di Pasar Anyara memang selalu ramai setiap tahun jelang lebaran.

Melansir Tribunnews.com, Saat turun ke lapangan, Bima Arya melihat banyak pengunjung yang mayoritas adalah ibu-ibu yang ingin berbelanja.

Namun, Bima Arya juga tak menyangka Pasar Anyar tetap ramai di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bima Arya mengaku kesal dan marah melihat warganya tidak mematuhi anjuran dari pemerintah untuk tetap berada di rumah.

Ia juga sedih ketika mengingat para perawat yang sempat mendampinginya saat teinfeksi Covid-19 beberapa waktu lalu.

"Memang sebetulnya pemadangan setiap tahun, tapi terus terang kalau di masa PSBB masih seperti itu," terang Bima Arya.

"Jadi begitu turun ke pasar, marah iya, kesal, geram, sedih juga banyak."

"Saya membayangkan perawat yang merawat saya waktu itu," tambahnya.

Bima Arya menyampaikan, situasi di Pasar Anyar beberapa waktu lalu adalah kegalauan antara tradisi dan pandemi.

Di mana memang setiap tahun, masyarakat akan berbondong-bondong membelanjakan tunjangan hari raya (THR) mereka untuk kebutuhan lebaran.

Namun di tengah situasi seperti ini, mereka juga tetap harus waspada karena Covid-19 adalah penyakit menular.

Saat turun ke lapangan, Bima Arya sempat menanyai satu pengunjung yang membeli baju di Pasar Anyar.

Pengujung tersebut yang merupakan seorang ibu mengaku takut dengan adanya Covid-19.

Akan tetapi demi anaknya, ia nekat berdesak-desakan untuk membelikan baju baru.

Tidak hanya itu, Bima Arya juga menemukan banyak pengunjung yang memborong baju.

Ada yang akan diberikan kepada keluarga mereka ketika lebaran nanti.

Dan ada juga yang membeli untuk dijual kembali di kampung halamannya.

"Saya lihat pertama antara tradisi dan pandemi," jelas Bima Arya.

"Beberapa kita ambil ibu-ibu kita tanya, katanya takut Covid, mereka mau anaknya punya baju baru."

"Ada yang beli untuk keluarga atau dijual lagi di kampungnya," imbuhnya.

Bahkan Bima Arya menemukan ada seorang pengunjung yang ternyata penerima bansos dari pemerintah.

Saat itu, pengunjung tersebut diminta kartu identitasnya setelah membeli beberapa barang.

Setelah dicocokan dengan sistem Pemerintah Kota Bogor, diketahui pengunjung ini adalah penerima bansos.

Mengetahui hal itu, Bima Arya mengaku sangat geram karena ada masyarakat yang tidak menggunakan bansos dengan bijak.

Ia justru membelanjakan bansos untuk barang-barang konsumtif.

"Satu di antara pengunjung kita minta KTPnya, ternyata penerima bantuan," ungkap Bima Arya.

"Saya geram karena bantuan dari pemerintah justru dibuat membeli barang konsumtif," lanjutnya. (tribunnewsbogor.com/Sanjaya Ardhi)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Bima Arya Kesal Pengunjung Pasar Anyar Belanja Baju Lebaran Pakai Uang Bansos : Saya Geram

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Rizky Cahya Nugraha
Sumber: Tribun Video
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved