Yandex

Terkini Daerah

Ada Warga Positif Ikuti Salat Tarawih, 200 Orang di Joyotakan Solo Jalani Rapid Test Massal

Rabu, 20 Mei 2020 11:55 WIB
TribunSolo.com

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUN-VIDEO.COM - Sebanyak 200 orang lebih di Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kota Solo menjalani rapid test massal Rabu (20/5/2020).

Tes melalui pemeriksaan dengan menguji sampel darah yang dimulai pukul 09.30 WiB itu yakni buntut ada warganya positif Corona.

Terlebih belum lama ini di kawasan tersebut dilakukan karantina wilayah sejak 16 Mei lalu.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo terjun langsung dalam memantau rapid test massal di dua RT yang dilakukan Pemkot Solo tersebut.

Rudy mengatakan, rapid test massal pertama kalinya ini dilakukan di kawasan kelurahan tersebut untuk melakukan tracing.

Adapun mereka yang mengikuti rapid test sebanyak 200 orang lebih dari 90 KK yang di karantina wilayah.

"Nanti kita cek semua (rapid test), supaya diketahui," ungkapnya kepada TribunSolo.com.

Karantina Wilayah 14 Hari

Puluhan KK di Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kota Solo harus menjalani karantina atau isolasi wilayah.

Adapun karantina dilakukan Pemkot Solo ini sebagai buntut adanya seorang warga terkonfirmasi positif Covid-19.

Terlebih warga tersebut diduga menjadi tranmisi lokal dan menulari 7 orang sehingga menjadi PDP, termasuk ada warga lainnya yang ditelusuri tertular saat menjalankan salat tarawih berjamaah di masjid kampung.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyampaikan ada sebanyak 90 KK tidak diperkenankan keluar masuk perkampungan selama karantina 14 hari mendatang.

"Mulai hari ini, pokoknya dalam wilayah itu dilarang keluar masuk, warga luar tidak boleh masuk," tutur Rudy, Sabtu (16/5/2020).

"Warga di dalam karantina tidak boleh keluar," imbuhnya membeberkan.

Pintu masuk ke kampung tersebut akan dijaga beberapa personel keamanan gabungan TNI-Polri dan masyarakat.

"Ada pintu penjagaan, itu dijaga tni polri dan masyarakat," kata Rudy.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga telah mengkomunikasikan karantina tersebut dengan masyarakat.

Masyarakat pun tidak ada yang menolak dengan keputusan karantina tersebut.

"Hari ini sudah mulai ditutup, supaya penyebaran tidak ke mana-mana, makanya dilakukan karantina wilayah," ucap Rudy.

"Masyarakat hanya bisa bergerak di dalam wilayah selama 4 hari, untuk logistik dari kita, kita kirim 3 kali sehari, jumlah KK-nya 90," tambahnya.

Diduga Tertular saat Tarawih

Hasil tracking pasien positif Corona di Kota Solo adalah dari seorang warga Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Solo diduga tertular saat salat tarawih berjemaah.

Saat ini Pemerintah Kota Solo masih melakukan tracing pada riwayat kontak pasien tersebut.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kota Solo, Ahyani mengatakan, tracing dari pasien positif seorang warga Kelurahan Joyontakan, Kecamatan Serengan, Solo diduga tertular setelah salat tarawih berjamaah.

"Iya dari tempat ibadah," jelas Ahyani, Jumat (8/5/2020).

Saat ini masih dilakukan tracing pada orang yang pernah melakukan kontak pada pasien tersebut.

Sementara satu pasien positif corona dari Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari diketahui tertular dari tempat kerjanya.

"Yang Nusukan dari tempat kerjanya," kata Ahyani.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul BREAKING NEWS : 200 Orang di Joyotakan Solo Jalani Rapid Test Massal Buntut Ada Warga Positif Corona

Editor: Purwariyantoro
Video Production: Dita Dwi Puspitasari
Sumber: TribunSolo.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved