Yandex

HOT TOPIC

HOT TOPIC: Pro-Kontra Bantuan Sembako Jokowi, Bansos Terlambat Gara-gara Tas Jinjing Belum Tersedia?

Sabtu, 2 Mei 2020 07:18 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Di tengah pandemi Virus Corona, Presiden Joko Widodo juga terjun langsung untuk memberikan bantuan bagi warga

Setelah sebelumnya sempat viral presiden Jokowi memberi bantuan di pinggir jalan, kini ia memberikan bantuan langsung untuk warga Bogor dengan mendatangi rumahnya

Namun hal tersebut dianggap sebagian pihak menyalahi aturan lantaran kondisi wabah, Presiden Joko Widodo dianggap tidak patuh pada aturan, seperti PSBB dan social distancing.

Diketahui, pembagian sembako itu dilakukan pukul 21.00 WIB malam Minggu (26/4/2020).

Presiden mendatangi wilayah Sempur, Bogor dan mendatangi rumah warga untuk memberikan bantuan langsung.

Setidaknya, ada 3 rumah warga yang didatangi presiden jokowi di hari itu.

Nah ketiganya menerima bantuan secara langsung dari Presiden Jokowi.

Meski ga semuanya, di wilayah itu memang diberikan bantuan sembako, tp rumah rumah dan warga lain diberikan sembako dari petugas, bukan dari Jokowi langsung.

Nah pemberian sembako ini, menuai banyak komentar.

Karena dianggap bahwa Presiden tidak patuh pada aturan yang dibuatnya sendiri.

Kritik tersebut di antaranya datang dari Ustaz Haikal Hasan

Ia mengatakan bahwa bagi-bagi sembako yang dilakukan Presiden Jokowi justru menimbulkan kerumumandan sangat rawan penyebaran Virus Corona.

Menanggapi kritik dari sejumlah pihak, Istana juga langsung angkat bicara.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin mengakui, pembagian sembako langsung yang dilakukan Presiden Joko Widodo adalah cara Jokowi untuk secara pribadi menyatakan keprihatinan dan empati kepada masyarakat yang sedang dalam kesulitan.

Meski demikian, Bey pun memastikan bahwa protokol kesehatan Covid-19 tetap diterapkan saat Presiden Jokowi menuju ke rumah warga.

Tak hanya bagi Presiden, protokol kesehatan Covid-19 juga berlaku bagi Pasukan Pengamanan Presiden
(Paspampres) yang turut membagi-bagikan sembako kepada masyarakat.

Bersamaan dengan hal itu, muncul lagi masalah bantuan yang menuai komentar banyak pihak.

Hal tersebut lantaran bantuan sosial yang diberikan pemerintah diberikan lengkap dengan tas jinjing yang bertuliskan 'bantuan presiden'.

Menteri Sosial Juliari Batubara mengakui distribusi bantuan sosial berupa paket sembako sempat tersendat karena persoalan kemasan.

Meski paket sembako sudah tersedia, namun terjadi keterlambatan dalam produksi tas jinjing yang digunakan untuk mengemas sembako.

Nah jinjing itulah yang kemudian menyebabkan banyak pihak melontarkan kritikan.

Tas tersebut berwarna merah putih bertuliskan "Bantuan Presiden RI Bersama Lawan Covid-19".

Terdapat pula panduan singkat untuk menghadapi virus corona seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kontak fisik, hingga larangan mudik.

Di bagian atas ada logo Presiden Republik Indonesia dan di bagian bawah logo Kemensos.

Meski produksinya sempat mengalami keterlambatan, namun Juliari menyebut saat ini sudah tak ada masalah.

Pemerintah bahkan sudah menambah perusahaan yang memproduksi tas tersebut.

Nah, masalah keterlambatan jas jinjing untuk pembagian sembako, membuat Ketua Komisi VIII Yandri Susanto melontarkan kritikan keras.

Ia menyayangkan keterlambatan pemberian bantuan sosial ( bansos) untuk masyarakat terdampak Covid-19 hanya karena tas jinjing yang belum tersedia.

Yandri mengatakan, pemberian bantuan sosial seharusnya tidak perlu terlambat karena tas jinjing hanya untuk membungkus kemasan.

Menurutnya, pemerintah bisa mengganti tas jinjing tersebut dengan alternatif lain.

Ia menegaskan seharusnya yang diprioritaskan adalah bagaimana bantuan bisa cepat sampai dan bermanfaat bagi masyarakat.

Bukan hanya agar bantuan sembako terlihat bagus karena menggunakan tas jinjing.

Tak hanya itu, Yandri juga mengkritik, mengapa tas jinjing tersebut harus bertuliskan bantuan presiden. (*)

Editor: Aprilia Saraswati
Videografer: Aprilia Saraswati
Video Production: Winda Rahmawati
Sumber: Tribun Video
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved