Yandex

Ramadan 2020

Buka Puasa Berlebihan Bisa Membuatmu Hatimu Keras dan Kurang Peka

Sabtu, 25 April 2020 15:53 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM - Inilah alasan tidak boleh terlalu kenyang saat buka puasa Ramadan.

Islam menganjurkan seorang muslim berhenti makan sebelum kenyang.

Makan dan minum menjadi kebutuhan pokok manusia.

Selain untuk menghilangkan lapar, dalam Islam makan menjadi kebutuhan muslim agar senantiasa beribadah kepada Allah SWT.

Pada saat Ramadan. umat Islam akan makan pada saat menyantap sahur dan berbuka puasa.

Setelah itu, secara bersama umat Islam akan menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar (imsak shubuh) hingga terbenamnya matahari (Magrib).

Biasanya saat Ramadan, orang-orang akan berbuka dengan aneka hidangan yang beragam.

Mulai dari memakan kolak, meminum es, makan nasi lengkap lauk pauk, dan cemilan yang lain.

Tentu itu adalah rezeki, bahkan bisa menyebabkan kekenyangan.

Lalu bagaimana Islam mengatur kadar atau batasan makan?

Berikut penjelasan dalam Islam:

Pertama, Firman Allah SWT dalam Al Quran surat Al A'raf ayat 31.

وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya: "Makan dan minumlah kalian dan janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."

Firman Allah SWT di atas menjelaskan agar manusia tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum.

Kedua, pendapat Imam Syafi'i dalam Kitab Siyar A'lam An Nubala.

لأنّ الشبع يثقل البدن ويقسي القلب ويريل الفطنة ويجلب النوم ويضعف عن العبادة

Artinya: "Karena kekenyangan akan memberatkan badan, mengeraskan (menghilangkan kepekaan) hati, menghilangkan kecerdasan, menarik rasa kantuk dan melemahkan (seseorang) dalam ibadah."

Pendapat Imam Syafi'i di atas menjelaskan akibat dari kekenyangan.

Perut yang kekenyangan akan menghilangkan kepekaan hati, menghilangkan kecerdasan, dan melemahkan dalam beribadah.

Apabila kita menarik kesimpulan dari pendapat Imam Syafi'i maka berhenti makan sebelum kenyang itu lebih baik.

Selain itu, Allah SWT dalam firman-Nya menyatakan ketidaksukaannya kepada orang-orang yang berlebihan.

Jadi dalam menjalani puasa nanti, berbukalah dengan secukupnya.

Begitu pula saat sahur atau makan malam.

Supaya kita tetap dapat menjalani ibadah sholat sunnah tarawih setelah buka atau sholat subuh setelah sahur secara lancar.(TribunJateng.com/Wahyu Ardianti Woro Seto)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Ini Penjelasan Imam Syafi'i Melarang Terlalu Kenyang Saat Buka Puasa Ramadan

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: Tribun Jateng
Tags
   #buka puasa   #Tips Ramadan
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved