Terkini Metropolitan
Pemudik Asal Bogor Menuju Cilacap Mengaku Sudah Tahu Akan Dikarantina Jika Tetap Mudik
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mafani Fidesya Hutauruk
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suasana Terminal Kampung Rambutan terutama pada area Terminal Luar Kota mulai didatangi para pemudik pada Rabu, (22/04/2020).
Seorang Ibu asal Bogor yang hendak pergi ke kampung halamannya di Cilacap, Jawa Tengah sedang duduk di ruang tunggu menunggu datangnya bis.
Pemudik asal Bogor, Jawa Barat bernama Qonira itu mengaku sudah terlebih dahulu untuk menghubungi keluarganya di kampung untuk menginformasikan kedatangannya.
Kemudian Qonira bercerita keluarganya di kampung pun menjelaskan kondisi yang ada di Cilacap, Jawa Tengah saat ini di masa pandemi Covid-19.
"Iya dikoordinasikan ke keluarga dulu. Jadi dateng langsung diperiksa, udah dikasih tau sama keluarga sesudah sampai di kampung ke puskesmas," ucap wanita yang sehari-hari berdagang sayuran di Bogor.
Dirinya kembali bercerita, keluarganya juga memberitahukan sesudah menjalani pemeriksaan di puskesmas kemudian harus menjalani karantina.
"Diperiksa di puskesmas dulu, terus dikarantina, udah di rumah aja ga boleh kemana-mana," ucapnya menceritakan hal yang harus dilakukan ia dan anak-anaknya usai sampai di kampung halamannya.
Sore itu dirinya rela menunggu hingga 3 jam sampai bis yang akan mengantarkan ia dan keluarganya ke Cilacap datang.
"Mau ke Jawa, Cilacap, sama anak, kalo sekarang sedang nunggu bus yang berangkat setengah 6 tadi udah ga kebagian jam 4," ucap Qonira saat berbincang dengan Tribunnews di bangku yang sudah diberi jarak satu meter oleh petugas Terminal Bis Kampung Rambutan.
Menurutnya hal tersebut adalah dampak dari pembatasan penumpang dalam bis yang kini diatur menjadi 50% jumlah bangku bis.
Dirinya juga menjalankan apa yang sudah dihimbau oleh pemerintah untuk tetap menggunakan masker.
Sebelum berangkat mudik ia pastikan terlebih dahulu bahwa dirinya dan anak-anaknya sehat.
Nantinya ia akan menghabiskan waktu di kampung halamannya mulai dari bulan Ramadhan dengan ibadah puasa hingga Hari Raya Idul Fitri tiba.
Ia bersyukur di tengah pandemi Covid-19 ini usaha berdagang sayuran yang ia jalani masih bisa berjalan.
Qonira bercerita dari hasil berdagang sayuran tiap hari tersebut masih bisa menghidupi ia dan keluarganya di Bogor. (*)
Reporter: Mafani Fidesya Hutauruk
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Tribunnews.com
LIVE UPDATE
Kondisi Kampung di Ciomas Bogor seusai Diterjang Banjir, Genangan Air Dipenuhi Lumpur dan Sampah
20 jam lalu
Tribunnews Update
Kronologi Pria di Bojonggede Bogor Ditemukan Tewas Mengenaskan, Tubuh Nyaris Tinggal Tulang Belulang
21 jam lalu
Local Experience
Rosipan Roti Sisir Panas Harga Terjangkau, Fresh dari Oven dengan Banyak Varian Rasa Favorit
1 hari lalu
Terkini Regional
PILU! Bocah 6 Tahun Hanyut di Sungai Sukaraja Bogor, Tim SAR Gabungan Turun Tangan
1 hari lalu
LIVE UPDATE
Bak Tak Kapok! Seminggu Setelah Ditertibkan, Ratusan PKL di Pasar Bogor Kembali Berjualan
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.