Yandex

TribunnewsWiki

Diabetes, Penyakit yang Ditandai dengan Kadar Gula (Glukosa) Darah yang Tinggi

Kamis, 16 April 2020 16:49 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Kadar gula (glukosa) yang menumpuk akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh.

Salah satu gangguan tersebut adalah penyakit Diabetes.

Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi.

Glukosa merupakan sumber energi bagi sel tubuh manusia.

Kadar gula tersebut dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas.

Diabetes yang tidak dikontrol akan menimbulkan berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.

Pankreas pada penderita diabetes, tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh.

Jika memproduksi insulin maka sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Jenis

Diabetes terdiri atas dua jenis yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menghancurkan sel pankreas yang memproduksi insulin.

Diabetes tipe 1 dikenal dengan diabetes autoimun.

Diduga diabetes autoimun ini disebabkan karena faktor genetik dari penderita yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Diabetes tipe 2 disebabkan oleh sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin.

Sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat digunakan dengan baik.

Dari kedua jenis diabetes tersebut, diabetes tipe 2 ini yang sering diderita.

Selain itu terdapat diabetes jenis lain yang umumnya diderita oleh ibu hamil yaitu diabetes gestasional.

Hal itu disebabkan oleh perubahan hormon dan gula darah akan kembali normal setelah ibu hamil menjalani persalinan.

Penderita diabetes tipe 1 memerlukan terapi insulin.

Insulin biasanya diberikan melalui jarum suntik, pena insulin, dan pompa insulin.

Terdapat jenis diabetes labil, diabetes ini cukup parah.

Tipe diabetes ini terjadi ketika kadar gula darah dalam tubuh tidak menentu.

Seseorang yang memiliki riwayat memiliki penyakit diabetes tipe 1 akan berisiko mengalami diabetes labil.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis penyakit diabetes, dilakukan beberapa metode tertentu, antara lain :

Tes gula darah sewaktu

Tes ini untuk mengukur kadar glukosa darah pada jam tertentu secara acak.

Dalam menjalani tes ini, pasien tidak harus berpuasa terlebih dahulu.

Apabila hasil tes menunjukkan kadar gula 200 mg/dL atau lebih, maka pasien dapat didiagnosis menderita diabetes.

Tes gula darah puasa

Untuk mengukur kadar glukosa darah saat pasien berpuasa.

Dalam melakukan tes ini pasien diminta untuk berpuasa terlebih dahulu selama delapan jam.

Kemudian pasien akan mengambil sample darah untuk diukur kadar gula darahnya.

Hasil tes gula darah yang kurang dari 100 mg/dL menunjukkan kadar gula darah normal.

Hasil tes gula darah puasa di antara 100-125 mg/dL pasien dapat didiagnosisi menderita prediabetes.

Apabila hasil tes gula darah puasa menunjukkan angka 126 mg/dL atau lebih maka pasien menderita diabetes.

Tes toleransi glukosa

Sebelum menjalankan tes ini, pasien harus berpuasa selama semalam.

Setelah melakukan tes gula darah, pasien akan diminta untuk meminum larutan gula khusus.

Kemudian pasien akan melakukan tes gula darah kembali setelah 2 jam minum larutan gula.

Hasil toleransi glukosa dengan kadar gula antara 140-199 mg/dL menunjukkan kondisi preidiabetes.

Apabila hasil tes toleransi glukoasa lebih dari 200 mg/dL atau tepat 200 mg/dL makan pasien menderita diabetes.

Tes HbA1C

Untuk mengukur kadar glukosa rata-rata pasien selama 2-3 bulan ke belakang.

Pasien tidak perlu menjalani puasa terlebih dahulu.

Hasil tes apabila di bawah 5,7% maka pasien dalam kondisi normal.

Selanjutnya, jika hasil tes di antara 5,7%-6,4% menunjukkan pasien mengalami kondisi prediabetes.

Apabila hasil tes menunjukkan di atas 6,5% menunjukkan pasien menderita diabetes.

Gejala

Berikut ini gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 antara lain :

- Sering merasa haus.
- Sering buang air kecil di malam hari.
- Rasa lapar yang terus menerus.
- Penurunan berat badan yang tiba-tiba.
- Badan terasa lemas dan merasa lemah.
- Pandangan kabur.
- Massa otot berkurang.
- Luka yang tidak kunjung sembuh.
- Sering mengalami infeksi pada bagian tubuh tertentu seperti gusi, kulit, atau saluran kemih.
- Mulut terasa kering.
- Gatal-gatal.
- Munculnya bercak hitam di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan.

Faktor

Faktor seseorang terkena diabetes tipe 1 adalah memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 1.

Selain itu penderita terkena infeksi virus.

Sedangkan faktor terkena diabetes tipe 2 yaitu kelebihan berat badan, keluarga memiliki riwayat diabetes tipe 2.

Kurangnya berolahraga termasuk dalam faktor seseorang berisiko terkena diabetes tipe 2.

Selain itu faktor usia dan tekanan darah tinggi mampu membuat seseorang terkena diabetes tipe 2.

Seseorang yang memiliki kadar kolesterol dan trigliserida abnormal berisiko mengalami diabetes tipe 2. (TRIBUNNEWSWIKI/Afitria Cika)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Diabetes

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved