Yandex

TribunnewsWiki

Stroke, Terjadi Ketika Pasokan Darah ke Otak Terganggu atau Terhenti sehingga Kekurangan Oksigen

Kamis, 16 April 2020 16:31 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Stroke merupakan pembunuh nomor 1 di Indonesia, lebih dari 15 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh stroke.

Stroke adalah keadaan serius di mana sel otak bisa mati dalam hitungan menit, oleh karenanya penanganan yang cepat dibutuhkan untuk meminimalkan kerusakan otak dan kemungkinan munculnya komplikasi.

Penyakit stroke terjadi ketika pasokan darah menuju otak terganggu atau sama sekali berhenti, sehingga jaringan otak kekurangan oksigen dan nutrisi.

Gangguan pasokan darah tersebut diakibatkan oleh penyumbatan darah atau yang biasa disebut stroke iskemik atau pecahnya pembuluh darah yang biasa disebut stroke hemoragik.

Ketika otak tidak menerima pasokan darah dengan semestinya, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati.

Saat sebagaian area otak mati, bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik.

Pada riset kesehatan oleh Kementerian Kesehatan RI tahun 2013, Indonesia memiliki lebih dari 2 juta kasus stroke dengan persentase terbesar berasal dari provinsi Sulawesi Selatan.

Penyebab

Penyebab utama penyakit stroke ada dua, yaitu arteri yang tersumbat (stroke iskemik) dan bocor atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).

Selain itu, bagi beberapa orang gangguan aliran darah ke otak ada pula yang hanya berlangsung sementara atau dalam dunia medis dikenal transient ischemic attack (TIA) di mana gejala stroke tidak berlangsung lama (24jam).

Stroke Iskemik

Stroke jenis ini terjadi ketika pembuluh darah otak menjadi menyempit atau tersumbat, sehingga menyebabkan aliran darah sangat berkurang (iskemia).

Pembuluh darah yang tersumbat atau menyempit disebabkan oleh timbunan lemak yang menumpuk di pembuluh darah atau pembekuan darah yang terjadi di pembuluh darah otak.

Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak Anda bocor atau pecah.

Pendarahan otak dapat disebabkan oleh banyak kondisi yang memengaruhi pembuluh darah.

Faktor-faktor yang berhubungan dengan stroke hemoragik meliputi:

- Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
- Penggunaan berlebih pengencer darah (antikoagulan).
- Tonjolan pada titik-titik lemah di dinding pembuluh darah (aneurisma).
- Trauma seperti kecelakaan.
- Endapan protein di dinding pembuluh darah yang menyebabkan kelemahan di dinding pembuluh darah (cerebral amyloid angiopathy).
- Stroke iskemik menyebabkan perdarahan.
- Penyebab perdarahan yang kurang umum di otak adalah malformasi arteri vena, suatu kondisi di mana terjadi pertumbuhan yang tidak normal pada pembuluh darah arteri dan vena.

Transient Ischemic Attack (TIA)

Penyebab stroke yang terakhir adalah kondisi yang juga dikenal sebagai ministroke, periode sementara yang mirip dengan gejala stroke.

TIA tidak menyebabkan kerusakan permanen.

Kondisi ini disebabkan oleh penurunan sementara pasokan darah ke bagian otak, biasanya berlangsung sementara dan tidak bertahan lebih dari 24 jam.

Seperti stroke iskemik, TIA terjadi ketika gumpalan atau pembekuan darah mengurangi atau menghalangi aliran darah ke bagian sistem saraf.

Memiliki TIA meningkatkan risiko terkena stroke secara penuh di kemudian hari.

Gejala

Beberapa gejala stroke yang dapat dikenali, meliputi:

- Bicara menjadi 'pelo'.
- Sulit menelan.
- Mati rasa pada wajah, lengan atau kaki.
- Gangguan penglihatan.
- Sakit kepala. Kondisi ini bisa terjadi tiba-tiba dan parah, yang mungkin disertai dengan muntah atau perubahan suasana hati. Hal ini dapat mengindikasikan gejala stroke.
- Sulit berjalan. Kondisi ini menyebabkan Anda tersandung atau tidak bisa menjaga keseimbangan. Anda juga mungkin mengalami pusing mendadak atau kehilangan koordinasi.

Anda mungkin mengalami kelemahan atau kelumpuhan tiba-tiba di wajah, lengan, atau kaki. Cobalah untuk mengangkat kedua tangan di atas kepala secara bersamaan.

Jika satu lengan mulai jatuh, Anda mungkin mengalami stroke. Selain itu, jika satu sisi mulut turun ke bawah ketika mencoba untuk tersenyum, hal itu bisa menjadi gejala stroke.

Pencegahan

Langkah terbaik untuk mencegah penyakit stroke adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah stroke, di antaranya:

- Mengontrol tekanan darah tinggi
- Menurunkan asupan kolesterol dan lemak jenuh
- Tidak merokok
- Mengelola diabetes dengan diet dan olahraga
- Konsumsi makanan yang kaya buah dan sayuran
- Olahraga secara teratur
- Batasi konsumsi alkohol (Tribunnewswiki.com/Ron)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Stroke

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved