Yandex

Virus Corona

Kota Bekasi Persiapkan Pemberlakuan PSBB

Rabu, 8 April 2020 23:12 WIB
TribunJakarta

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUN-VIDEO.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota Bekasi tengah mempersiapkan rencana pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah setempat, guna memutus penyebaran virus (Covid-19).

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi hari ini menggelar rapat dengan seluruh perangkat Pemerintah mulai dari Kepolisian, TNI, serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bekasi yang berlokasi di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi.

"Kita bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bekasi hari ini bukan hanya rapat tapi memutuskan apa saja persiapan-persiapan pelaksanaan PSBB," kata Rahmat, Rabu, (8/4/2020).

Kota Bekasi kata dia, termasuk lima daerah yang diusulkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk diberlakukan PSBB bersama Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

Pembahasan rapat persiapan kali ini kata Rahmat, terutama terkait kemampuan daerah dalam kaitan jaringan sosial berupa, dapur umum, kemampuan mengawal perbatasan sosial bagi warga dan aspek lainya.

"Mudah-mudahan dalam satu dua hari ini clear (selesai) kita lakukan, karena kita peningkatannya sekarang makin naik, yang meninggal sudah ada sembilan orang sampai hari ini," jelasnya.

Secara garis besar menurut dia, PSBB sejatinya sudah diberlakukan Kota Bekasi selama beberapa pekan terakhir imbas pandemi Covid-19.

Jika SPBB secara formal sudah diberlakukan atas persetujuan Kementerian Kesehatan, terdapat beberapa perbedaan yang mungkin akan terjadi.

"Tadi persiapannya sudah, tahapannya sudah, kita kan sudah melaksanakan sebenarnya (PSBB), tidak boleh lagi ada kegiatan keagamaan, terus berkerumun sudah tidak boleh lagi, hal-hal yang berkaitan dengan transportasi sudah kita batasi, kecuali ada hal-hal tertentu yang penting," ujar Rahmat.

"Kita juga terhadap sektor-sektor ekonomi juga sudah kita (himbau berhenti), kecuali yang menjual bahan pokok, rumah makan tertentu sudah tidak di ambil melalui online, itu adalah sebuah tahapan PSBB sebetulnya," tambahnya.

Kemudian, ketika ditanya apa yang menjadi pembeda jika nanti PSBB sudah diberlakukan dengan kondisi pembatasan sosial yang sudah diterapkan di Kota Bekasi, Rahmat mengatakan ada hal-hal substansi yang harus ditanggung pemerintah.

Hal-hal substansi itu berkaitan dengan kelangsungan hidup warga selama masa PSBB diberlakukan, terdapat kelompok masyarakat yang rentan terdampak secara ekonomi ketika kebijakan upaya memutus rantai penularan Covid-19 diberlakukan.

"Yang jadi pembeda di stop itu semau, kegiatan orang per orang terutama dalam konteks penurunan daya beli tidak ada atok itu harus ditanggung oleh pemerintah, itu bebannya pun harus dipikirkan," tegas dia.

"Jadi bukan ngelock orang buat disuruh di rumah saja, ada hal-hal yang menjadi substansi itu yang harus benar-benar dipikirkan," tambahnya.

Adapun sejauh ini, Kota Bekasi telah menerapkan kebijakan karantina wilayah kawasan terbatas, kebijakan itu selanjutnya disebut karantina kemanuasiaan yang tertuang dalam surat edaran disebar ke seluruh perangkat lingkungan se-Kota Bekasi.

Dalam kebijakan karantina kemanusiaan, upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dilakukan dengan membentuk RW siaga. Dimana dalam RW siaga, setiap lingkungan menerapkan isolasi mandiri.

Contoh penerapan isolasi mandiri di Kota Bekasi ialah, maraknya kawasan pemukiman yang menutup akses lalu lintas orang hingga menyisakan satu akses jalan saja.

Pada satu akses jalan itu, biasanya perangkat RW menyiapkan protokol berupa penyemprotan cairan disinfektan kepada setiap orang yang melintas.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Kota Bekasi Siap Terapkan PSBB, Apa Bedanya dengan Karatina Kemanusiaan yang Sudah Diberlakukan

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Bayu Romadi
Sumber: TribunJakarta
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved