Yandex

Terkini Daerah

Kasus Dugaan Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun Masih Berlanjut, Polisi Panggil 2 Saksi Baru

Selasa, 7 April 2020 07:49 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus dugaan pernikahan anak di bawah umur yang dilakukan Syekh Puji alias Puji Cahyo Widianto terus berlanjut.

Kini, Polda Jateng berencana bakal memanggil dua saksi baru dalam kasus dugaan pernikahan anak yang dilaporkan Komnas Perlindungan Anak (KPA) Jateng.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana mengungkapkan, dua saksi baru tersebut adalah salah satu pimpinan pondok pesantren (ponpes) dan anak dari terlapor.

"Dua saksi baru ini dipanggil ke Ditreskrimum Senin (6/4/2020) ini.

Sehingga, total ada delapan saksi yang diperiksa penyidik.

Sebelumnya, kami telah memeriksa enam saksi, termasuk satu di antaranya adalah saksi ahli hukum," terang Kombes Pol Iskandar kepada Tribunjateng.com, Senin (6/4/2020).

Dia menjelaskan, sejauh ini, laporan yang dilayangkan KPA Jateng masih dalam proses penyelidikan.

Pihaknya pun mengaku, sejumlah keterangan yang dihimpun hingga saat ini belum mengarah ke terlapor, Syekh Puji.

"Sejumlah keterangan belum mengarah ke terlapor. Namun, Polda Jateng masih terus menyelidiki dugaan nikah sirih dengan anak di bawah umur ini," jelas Kabid Humas.

Terpisah, Ketua KPA Jateng, Endar Susilo menuturkan, pernikahan siri antara Syekh Puji dengan anak berumur tujuh tahun itu dilaporkan pihaknya pada Februari 2020 lalu.

Dia mengatakan, sebelum ke polisi, dugaan pernikahan siri itu sebenarnya terlebih dahulu dilaporkan oleh keluarga besar Syekh Puji kepada KPA Jateng.

Pernikahan siri itu digelar 2016 lalu di Kabupaten Magelang.

Setelah menerima aduan dari keluarga besar, pihaknya melakukan investigasi mengenani latar belakang Ponpes Miftahul Jannah milik Syekh Puji yang berada di Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

"Awalnya, kami juga tidak percaya menerima laporan dari keluarganya. Kok bisa seorang Syekh tega menikahi anak kecil?

Padahal Syekh bisa diartikan tokoh, ketua, orang alim, dan Kyai. Apalagi yang melaporkan adalah keluarga dan keponakannya sendiri.

Tentunya pasti ada rasa sakit hati yang mendalam sehingga keluarganya berani membuka yang harusnya menjadi rahasia keluarga," jelas Endar saat dihubungi Tribunjateng.com.

Dalam menelusuri jejak rekam Syekh Puji, Endar menanyai sejumlah tokoh agama ternama di Kabupaten Semarang.

Menurut dia, para tokoh agama tersebut belum pernah melihat Syekh Puji mengisih ceramah.

"Hal itu ditempuh pihak KPA Jateng supaya laporan ke polisi bisa kuat. Sebab, kalau benar itu Syekh, ya saya takut kualat melaporkannya ke Polisi. Maka dari itu, saya juga ikut cari tau latar belakangnya dia (Syekh Puji)," jelasnya.

Ke depan, Endar dalam waktu dekat segera akan berkoordinasi lagi dengan Subdit IV Ditreskrimum Polda Jateng. Dalam kordinasi itu, dia meminta diterbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

"Ya kita minta SP2HP terkait aduan tindak pidana Kejahatan Anak Dengan korban D (7) Yang diduga dinikahi siri oleh Syekh Puji pada Juli 2016 lalu. Kami juga minta polisi untuk meminta keterangan dari para santrinya," pungkas Endar. (Tribunjateng/gum)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Terungkap, Pihak Keluarga yang Pertama Laporkan Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, KPA: Ada Sakit Hati

Editor: Purwariyantoro
Sumber: Tribun Jateng
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved