Yandex

Wiki on The Spot

Wiki on The Spot - Makam Syekh Jumadil Kubro Semarang

Kamis, 2 April 2020 22:43 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM - Menyelam lebih dalam terkait jejak penyebaran agama Islam di tanah Jawa, ternyata sebelum adanya Walisongo terdapat tokoh besar yang makamnya ada di Semarang.

Ia bernama Syekh Jamaluddin Husein Al Akbar atau akrab dipanggil Syekh Jumadil Kubro.

Beliau kerap disebut sebagai bapaknya para Walisongo dan memiliki garis ketururunan dari Nabi Muhammad SAW.

Sejarah Perjuangan

Syekh Jumadil Kubro berasal dari Samarkand, Uzbekistan, Asia Tengah.

Beliau dikenal sebagai bapaknya para anggota Walisongo karena Sunan Ampel (Raden Rahmat) dan Sunan Giri (Raden Paku) adalah cucunya.

Sementara Sunan Bonang dan Sunan Drajad menganggap Syekh Jumadil Kubro sebagai buyutnya.

Sedangkan Sunan Kudus dianggap Syekh Jumadil Kubro sebagai cicitnya.

Perjuangan Syekh Jumadil Kubro dalam menyebarkan agama Islam di Jawa dimulai pada masa Kerajaan Majapahit.

Beliau merupakan penyebar agama Islam pertama di Jawa sebelum Walisongo.

Bersama pengikutnya, mulai menyebarkan agama Islam di sebuah Desa Trowulan yang lokasinya dekat dengan Kerajaan Majapahit.

Sedikit demi sedikit ajarannya mulai diterima oleh penduduk setempat dan Kerajaan Majapahit.

Beliau kemudian mendirikan padepokan untuk penyebaran agama Islam.

Akhir perjuangannya menyebarkan agama Islam berakhir di Desa Trowulan, Mojokerto.

Beliau wafat sekira tahun 1376 Masehi atau 15 Muharram 797 Hijriyah.

Sejarah Ditemukan Makam

Terkait makam Syekh Jumadil Kubro menurut Kholil selaku penjaga makam dari Yayasan Syekh Jumadil Kubro selaku pengelola menuturkan, banjir yang kerap menggenangi Semarang dan makam yang terangkat jadi satu di antara tanda penemuan makam.

"Dulu Semarang sering banjir, tepatnya tahun 1970-an. Namun ada sebuah makam yang tak kebanjiran, dan konon makam tersebut seperti terangkat, tuturnya kepada Tribunjatengwiki.com, Senin (2/3/2020) pagi.

Penemu makam dari Syekh Jumadil Kubra bernama Mbah Muzakir.

Meskipun cerita yang masih simpang siur dan tak ditemukan sejarah pastinya, namun sosok makam tersebut diyakini sebagai Syekh Jumadil Kubra yang memiliki garis keturunan dari Nabi Muhammad SAW.

Awal ditemukan, bentuk petilasan makam Syekh Jumadil Kubro berbentuk cungkup bertap kayu seperti dipemakaman umum.

Berada di seberang Jalan Pantura, membuat makam tersebut mulai dikenal oleh khalayak orang.

Pemugaran pun dilakukan, dan diresmikan tanggal 26 Februari 1998 oleh Walikota Semarang bernama Soetrisno, terlihat dari prasasti yang menempel di dekat anak tangga menuju Masjid Syekh Jumadil Kubro.

Guna pengunjung yang datang tak hanya berziarah, namun dapat pula menyegerakan kewajiban salat, pembangunan masjid pun dilakukan.

Sukawi Sutarip mengawali dilakukannya pembangunan masjid, namun peresmian masjid tersebut ketika masa kepemimpinan Hendrar Prihadi.

Terlihat dari prasasti yang berada di area sebelum memasuki makam dan Masjid Syekh Jumadil Kubro, yakni tanggal 22 Agustus 2014.

Lokasi

Makam Syekh Jumadil Kubro berada di Jalan Raya Pantura, Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Lebih tepatnya berada di sebelah timur dari exit tol Tanjung Mas-Srondol, Kota Semarang.

Dari kawasan Simpang Lima, silakan Anda menuju arah utara ke Jalan Gajahmada, hingga perempatan Pos Polisi Gajahmada.

Silakan belok kanan menuju Jalan Mayor Jendral DI Panjaitan, hingga perempatan Jalan MT Haryono.

Belok kiri, dan ikuti Jalan MT Haryono sampai ke bundaran Bubakan.

Dari bundaran tersebut kembali ikuti Jalan MT Haryono, Jalan Ranggawarsito, hingga ke sebuah perempatan lampu lalu lintas.

Belok kanan, ikuti Jalan Pengapon, Jalan Kaligawe Raya, hingga Jembatan Layang Kaligawe, belok kiri menuju Jalan Pantura.

Sekira 50 meter belok kanan dan kembali ikuti jalan tersebut, tepat setelah SPBU Terboyo Kulon berdirilah sebuah Masjid Syekh Jumadil Kubro, berwarna hijau dengan menara menjulang tinggi.

Tepat di samping masjid tersebut, terdapat petilasan Makam Syekh Jumadil Kubro.

Jika Anda masih bingung dengan lokasinya, buka google maps silakan klik link berikut, dan tentukan sendiri jalan terdekat atau alternatif menuju tempat tersebut.

Gambaran Tempat

Lokasi dekat dengan Jalan Raya Pantura serta dekat dengan exit tol Tanjung Mas-Srondol, Kota Semarang membuat Makam Syekh Jumadil Kubro dikenal banyak orang.

Sebelum masuk ke area petilasan, terlebih peziarah dapat bersuci dengan berwudu di sebuah kamar mandi dan toilet yang letaknya dekat dengan pintu masuk makam.

Jika Anda datangnya berombongan terlebih dulu, mengisi buku tamu yang disediakan oleh pihak pengelola.

Pengelola dari Makam Syekh Jumadil Kubro bernama Yayasan Syekh Jumadil Kubro yang telah berdiri sekira tahun 1955.

Masuk ke area makam, tampak sebuah petilasan yang hampir sama dengan tokoh-tokoh besar, terutama penyebar agama Islam.

Tampak setiap ukiran khas menghiasi setiap petilasan tersebut.

Berbentuk segi empat, dengan kalimat kalam Allah menghiasi area petilasan dari Makam Syekh Jumadil Qubro.

Area yang cukup luas, sangat nyaman bagi pengunjung untuk datang berziarah secara khusuk.

Di sebelah makam, terdapat sebuah batang pohon jati menjulang tinggi, konon pohon tersebut sangat tua dan telah ada sebelum pemugaran makam Syekh Jumadil Kubro.

Tak hanya pohon jati, turut pula diyakini sebagai peninggalan dari Syekh Jumadil Kubra adanya sebuah sumur tua.

Sumur tersebut selalu menyimpan sumber mata air yang tak pernah kering.

Jika Anda penasaran dengan airnya, tak usah khawatir para peziarah dapat merasakan dengan meminum airnya yang berada di sebelah selatan, yakni sebelum masuk ke area petilasan makam.

Bagi pengunjung yang datang dengan mengendarai kendaraan roda dua, kurangnya tempat parkir jadi sedikit kendala ketika ingin berziarah di Makam Syekh Jumadil Kubra.

(TRIBUNJATENGWIKI.COM/Muhammad Khoiru Anas)

Artikel ini telah tayang di Tribuntribunjatengwiki.com dengan judul Makam Syekh Jumadil Kubro Semarang

Editor: Purwariyantoro
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: Tribun Jateng
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved