Yandex

Tribunnews WIKI

Batuk Berdarah (Hemoptisis), Batuk Berdahak yang Mengandung Darah Tanda Kerusakan Pembuluh Darah

Kamis, 2 April 2020 13:28 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Batuk berdarah atau hemoptisis adalah batuk berdahak yang mengandung darah.

Darah yang dikeluarkan dapat berasal dari hidung, tenggorokan, batang tenggorok, dan paru-paru.

Batuk berdarah merupakan tanda adanya kerusakan pembuluh darah yang berada di sekitar saluran pernapasan.

Gejala batuk berdarah dapat menjadi tanda bahwa ada penyakit saluran pernapasan yang bisa bersifat serius dan memerlukan penanganan.

Beberapa penyakit yang dapat menimbulkan gejala batuk berdarah adalah TBC atau bronkiektasis.

Jika batuk berdarah dialami oleh kalangan usia muda yang memiliki riwayat kesehatan yang baik, biasanya ini bukan merupakan pertanda dari suatu penyakit serius.

Sebaliknya apabila orang yang mengalaminya diketahui memiliki riwayat kesehatan yang buruk atau dia adalah seorang perokok, maka ada kemungkinan batuk berdarah ini sebagai gejala dari suatu kondisi yang serius.

Penyebab

Batuk berdarah bisa disebabkan oleh hal-hal berikut yang mesti diwaspadai.

Paru-paru

Penyebab batuk berdarah yang pertama adalah adanya masalah pada paru-paru.

Darah yang keluar bersama dengan lendir saat kita batuk bisa berasal dari paru-paru.

Organ pencernaan

Jika batuk darah berwarna merah yang cenderung kehitaman, biasanya darah ini berasal dari organ pencernaan.

Saluran pernapasan

Jika batuk darah ini berasal dari adanya infeksi pada saluran pernapasan, bisa jadi batuk darah adalah pertanda dari masalah bronchiectasis.

Bronchiectasis akan membuat batuk rejan dan napas yang cenderung lebih pendek dari normalnya.

Penyumbatan darah di paru-paru

Selain itu, paru-paru juga bisa mengalami penyumbatan darah dan menyebabkan masalah pulmonary embolism.

Selain batuk dengan lendir yang mengeluarkan darah, penderita masalah ini juga bisa mengalami sesak napas dan rasa sakit pada dadanya.

Tuberculosis (TBC)

Masalah paru-paru lain yang menjadi penyebab batuk berdarah adalah adanya tuberculosis (TBC).

Penyakit TBC cukup banyak ditakuti oleh banyak orang.

Penderita TBC akan menderita batuk darah yang disertai dengan demam dan pada akhirnya paru-paru mengalami infeksi yang parah.

Paru-paru juga bisa mengalami kondisi pulmonary edema atau berkumpulnya cairan pada paru-paru karena efek dari jantung yang bermasalah.

Dalam kondisi ini, batuk akan disertai darah berwarna merah muda atau pink disertai adanya buih.

Kanker

Batuk berdarah juga bisa terjadi karena masalah kanker pada paru-paru atau pada tenggorokan.

Banyak perokok berat yang mengalami batuk berdarah karena masalah kanker pada saluran pernapasan.

Gejala

Banyaknya darah yang keluar pada saat batuk berbeda-beda, tergantung seberapa parah kondisi yang diderita dan penyebab dari batuk berdarah itu sendiri.

Berbeda dengan muntah darah yang biasanya berwarna seperti kopi, hemoptisis atau batuk berdarah berwarna merah terang.

Darah yang keluar pada saat batuk terkadang juga berbuih karena bercampur dengan udara.

Darah dapat keluar bersama dahak dalam jumlah besar atau hanya berbentuk bercak-bercak.

Tergantung penyebabnya, terdapat gejala lain yang juga bisa menyertai batuk berdarah, yaitu:

  • Sebelum batuk berdarah timbul, terdapat keluhan batuk selama beberapa minggu
  • Nyeri dada
  • Demam
  • Berkeringat pada malam hari
  • Tubuh terasa letih dan lemah
  • Hilangnya nafsu makan
  • Penurunan berat badan

Diagnosis

Pemeriksaan dokter ketika seseorang mengalami batuk berdarah bertujuan untuk mencari tahu penyebabnya, mengukur berapa banyak perdarahan yang terjadi, serta menilai adanya risiko gangguan bernapas.

Untuk mendiagnosis penyebab batuk berdarah, dokter terlebih dahulu akan menanyakan gejala-gejala yang dialami oleh pasien.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk menentukan penyebab batuk berdarah dan keparahan penyakit yang menjadi penyebabnya.

Tes penunjang yang akan dilakukan oleh dokter antara lain:

Pemeriksaan dahak, untuk melihat bakteri yang bisa jadi penyebab batuk berdarah.

Foto Rontgen atau CT scan, untuk melihat kondisi paru-paru.

Teropong saluran pernapasan (bronkoskopi), juga untuk melihat kondisi saluran pernapasan dari bagian dalam.

Tes darah, untuk memeriksa adanya kelainan pembekuan darah atau tidak.

Pengobatan

Untuk memutuskan pengobatan batuk darah yang tepat harus didasarkan pada penyebabnya.

Tujuan pengobatan bukan hanya untuk menghentikan batuk darah saja namun juga menyembuhkan penyebabnya.

Jenis penanganan untuk batuk berdarah adalah sebagai berikut:

Pemberian antibiotik untuk infeksi paru-paru akibat bakteri, seperti tuberkulosis atau pneumonia.

Pemberian steroid jika batuk darah disebabkan oleh radang.

Terapi radiasi atau kemoterapi jika batuk darah disebabkan oleh kanker paru-paru.

Embolisasi arteri bronkial jika batuk darah terjadi akibat pendarahan di dalam arteri.

Melalui metode ini, dokter akan memblok arteri yang bermasalah dengan menggunakan suatu zat atau bahkan kumparan logam dan mengalihkan peredaran darah ke arteri lain yang lebih sehat.

Identifikasi sumber pendarahan dapat dibantu dengan kateter melalui monitor.

Operasi untuk menangani gejala batuk darah akibat kondisi yang mengancam nyawa, misalnya operasi pengangkatan paru-paru pada penyakit paru-paru parah.

Pencegahan

Batuk berdarah dapat dicegah dengan mencegah penyakit penyebabnya.

Beberapa perilaku yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan agar terhindar dari penyakit saluran pernapasan adalah:

  • Menjaga ventilasi udara di rumah tetap baik
  • Rajin mencuci tangan
  • Menutup mulut ketika bersin atau batuk
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai saat bekerja
  • Menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi buah dan sayur, serta berolahraga secara teratur.

(Tribunnewswiki.com / Ron)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul Batuk Berdarah (Hemoptisis)

Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved