Yandex

WOW UPDATE

Anggota DPR Medan Mengamuk saat Melayat PDP Corona, 'Mana Corona Itu Biar Ku Telan'

Selasa, 31 Maret 2020 23:45 WIB
Tribun Medan

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang anggota DPRD Medan bernama Edi Saputra terlibat cekcok dengan polisi ketika melayat seorang pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, Senin (30/3/2020).

Edi Saputra terlihat emosi karena pihak kepolisian dari Polsek Medan Area meminta agar jenazah langsung dimakamkan tanpa disemayamkan di rumah duka.

Dilansir oleh TribunMedan.com, Edi mengamuk karena tak terima dengan cara polisi dalam membubarkan massa.

Ia juga mengancam akan menuntut petugas kepolisian terkait hal ini.

"Cara abang itu salah, nanti abang kutuntut," ucap Edi Saputra sambil menunjuk anggota kepolisian.

Tak cuma mengancam aparat kepolisian, Edi juga sempat mengancam seorang aparatur sipil negara (ASN) yang berada di dekatnya, karena dianggap tak mendukungnya.

Dengan nada tinggi, Edi bersikeras PDP tersebut belum terkonfirmasi positif Virus Corona.

"Kami panggil kalian nanti, berlebihan kalian itu, jangan begitu, aku aja gak takut mati, kenapa kalo mati, matinya itu. Tembak aja kami biar mati. Siapa bilang positif (corona), kalian aja polisi," teriaknya.

Edi sempat sesumbar dirinya tak takut mati dan juga  tak takut dengan adanya Virus Corona.

Bahkan, ia sempat menantang polisi untuk memberinya Virus Corona, untuk dia telan.

"Sini virus coronanya, biar saya telan," ujarnya dalam video tersebut.

Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Sumatera Utara, Yahdi Khoir menyesalkan perilaku kadernya yang mengamuk kepada aparat kepolisian di rumah duka pasien dalam pemantauan (PDP) Corona atau Covid-19.

Yahdi mengatakan, bahwa kadernya tersebut tidak paham bagaimana SOP yang telah dan seharusnya dilakukan terhadap pasien dengan gejala Covid 19.

"Saya sebagai Ketua DPW PAN sangat menyangkan hal itu, harusnya sebagai anggota legislatif paham dan mengerti masalah yang kita hadapi bersama ini," kata dia melalui sambungan telepon, Senin (30/3/2020).

Menurutnya, pastinya ada prosedur yang harus dilakukan tehadap PDP Corona meninggal dunia.

Yahdi prihatin dengan kadernya yang merupakan anggota DPRD Medan itu mengamuk kepada aparat kepolisian.

"Harus ada prosedur yang harus dilalui, kalau memang pihak rumah sakit mencurigai pasien dan ada indikasi ke Covid-19, karena statusnya juga PDP. Gak perlu pakai embel-embel lah anggota DPRD lah," jelasnya.

Hingga sampai dengan saat ini, dirinya belum mengetahui secara jelas bagaimana perdebatan antara kadernya dengan aparat kepolisian.

Ia mengatakan, pihaknya akan menelusuri dan mempelajari terlebih dahulu mengenai video perseteruan tersebut.

Apabila nantinya Edi Saputra bersalah, karena sikapnya sebagai anggota dewan yang berlawanan dengan pemerintah akan diberikan teguran hingga sanksi disiplin dari partai.

"Kita belum ada menjatuhkan sanksi, tetapi kita akan pelajari dulu mengenai video yang beredar itu. Saya belum lihat videonya, nanti kami akan telusuri dulu, kalau itu mengarah kepada tindakan tidak terpuji kita berikan teguran," ujarnya.

Yahdi menambahkan, berdasarkan informasi yang dirinya dapatkan PDP tersebut memiliki riwayat penyakit asam lambung.

"Kalau kita belum tahu sampai sejauh itu, kalau keterangan adek alm, meninggalnya karena sakit asam lambung," kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Anggota DPRD Medan Edi Saputra Cekcok dengan Polisi: Mana Corona Itu Biar Kutelan

Editor: Tri Hantoro
Sumber: Tribun Medan
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved