Yandex

Tribunnews Update

Physical Distancing Diciptakan untuk Mencegah Kematian Massal, Termasuk di Indonesia

Selasa, 31 Maret 2020 21:57 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Physical distancing diimbau oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memutus mata rantai Virus Corona.

Physical distancing dibuat untuk mencegah terjadinya kematian massal hingga hilangnya sebuah generasi.

Covid-19 dapat menyerang siapapun termasuk kelompok usia produktif.

Jumlah pasien di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa, 60% berasal dari kelompok usia tersebut.

Meski kemungkinan untuk bisa sembuh dari Covid-19 di kelompok usia produktif cukup besar, namun tidak bisa terlepas dari risiko Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS).

Dikutip dari Alodokter.com, ARDS adalah sebuah kondisi yang muncul ketika cairan mengumpul di alveoli, yaitu kantung udara kecil dan elastis pada paru-paru.

Cairan biasanya merembes dari pembuluh darah kecil.

Kumpulan cairan ini dapat membuat paru-paru tidak cukup terisi udara dan pasokan oksigen ke aliran darah menjadi berkurang.

Hal tersebut mengakibatkan organ-organ, seperti ginjal dan otak, tidak dapat bekerja normal atau bahkan berhenti berfungsi karena tidak mendapat cukup oksigen.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr dr Sally A Nasution mengatakan, membiarkan imunitas alami tubuh membentuk daya tahan terhadap virus.

Sehingga, penyebaran virus diharapkan reda dengan sendirinya.

“Pada kondisi terinfeksi virus, tubuh kita otomatis membentuk antibodi. Siapa yang akan membentuk antibodi? Yaitu orang-orang yang imunitasnya baik, pada usia produktif sekitar 18-50 tahun,” tutur Sally

Namun, tak semua orang produktif memiliki imunitas yang baik.

Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak nomor 4 di dunia memiliki jumlah usia produktif 64 persen dan lansia 9,6 persen.

Ditambah banyaknya penyakit penyerta yaitu kardivaskular 1,5 persen, diabetes 10,9 persen, penyakit paru kronis 3,7 persen, hipertensi 34 persen, kanker 1,8 persen per 1 juta penduduk, dan penyakit autoimun sebesar 3 persen.

“Jika usia produktif saja memiliki imunitas yang baik, jumlah populasi yang berisiko terkena infeksi melalui Herd Immunity akan berjumlah fantastis,” lanjutnya.

Sally menegasakan, bila tak ada upaya preventif, Indonesia bisa kehilangan satu generasi orang muda yang produktif.

“Itu merupakan perhitungan kami dari sisi epidemiologi dan keilmuan mengenai daya tahan tubuh manusia. Bagaimana sistem imunitas merespon terhadap suatu infeksi dari wabah seperti ini,” tambahnya.

Deteksi dini dan pengobatan memang penting, tetapi lebih penting lagi adalah memutus mata rantai penyebaran.

Satu di antaranya adalah melalui physical distancing.

Jika hampir semua orang melakukan physical distancing, lanjutnya, diharapkan kurva penyakit baru akan melandai.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tanpa Physical Distancing, Kematian Massal Akibat Corona Bisa Terjadi di Indonesia

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Video Production: Kharis Ardiyansah
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved