Yandex

TribunnewsWiki

Punya Hobi Mencuri? Mungkin Anda Mengidap Penyakit Kleptomania, Berikut Ciri-cirinya

Selasa, 31 Maret 2020 18:39 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Tindakan pencurian tidak semuanya merupakan tindakan kriminal.

Terkadang tindakan pencurian tersebut juga dikarenakan gangguan psikologis, walau pun kasus ini cukup jarang terjadi.

Gangguan psikologis yang membuat seseorang selalu ingin mencuri disebut dengan kleptomania.

Kleptomania adalah suatu kondisi yang termasuk ke dalam kelompok gangguan kendali impulsif.

Kleptomania merupakan kegagalan berulang melawan dorongan untuk mencuri barang-barang yang sebenarnya tidak benar-benar dibutuhkan dan biasanya memiliki sedikit nilai saja.

Meski jarang terjadi pada seseorang, namun penyakit mental ini membuat penderitanya terganggu secara emosional, sehingga malu untuk mencari pengobatan.

Umumnya kleptomania terbentuk di masa remaja, namun ada juga yang muncul setelah dewasa.

Gangguan ini bisa menimpa anak-anak, remaja, atau dewasa bahkan hingga usia tua, meskipun jarang terjadi.

Para penderita kleptomania sering kali melakukan aksinya di tempat umum, seperti di warung atau toko, namun sebagian ada juga yang mencuri dari rumah teman.

Meskipun tidak ada obat untuk kleptomania, pengobatan psikoterapi mungkin dapat membantu mengakhiri siklus kompulsif untuk mencuri.

Penyebab

Sebenarnya penyebab kleptomania belum diketahui secara pasti.

Beberapa teori menunjukkan perubahan di otak dapat menjadi akar dari kleptomania.

Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk memahami penyebab kleptomania.

Namun, Menurut DSM-5, kleptomania memiliki kaitan dengan sistem serotonin, dopamin, dan opioid.

Hal-hal tersebut dijelaskan sebagai berikut:

Serotonin

Masalah neurotransmiter di otak yang disebut dengan serotonin, serotonin membantu mengatur mood dan emosi.

Kadar serotonin yang rendah sering kali mengakibatkan tingkah laku yang impulsif.

Dopamin

Terkait dengan gangguan adiktif dan mencuri dapat menyebabkan pelepasan dopamin (neurotransmiter lain).

Dopamin mengakibatkan rasa nyaman, dan beberapa orang menginginkan sensasi nyaman ini dengan cara mencuri.

Opioid

Kleptomania berkaitan dengan sistem opioid otak.

Dorongan atau motivasi juga diatur oleh sistem opioid otak.

Ketidakseimbangan sistem ini dapat menyebabkan kesulitan dalam menahan suatu dorongan atau keinginan.

Beberapa dokter berpendapat bahwa kleptomania merupakan bagian dari spektrum gangguan obsesif-kompulsif.

Alasannya karena orang memiliki dorongan untuk mencuri sebagai alien, yaitu intrusi yang tidak diinginkan di dalam kondisi mental mereka.

Bukti lainnya menunjukkan bahwa kleptomania mungkin memiliki kaitan dengan gangguan mood, seperti depresi.

Gejala

Perlu diketahui bahwa kleptomania berbeda dengan pencurian yang dilandasi motif kriminal.

Sejumlah gejala yang terdapat pada penderita kleptomania adalah:

Penderita kleptomania selalu gagal menolak dorongan yang kuat untuk mencuri, meski barang yang dicuri adalah sesuatu yang tidak berharga dan tidak mereka butuhkan.

Hal ini berbeda dari pencurian kriminal yang mencuri barang berharga dan bernilai tinggi.

Penderita umumnya merasa cemas dan tegang saat hendak melakukan pencurian, lalu timbul rasa senang dan puas setelah berhasil melakukan aksinya.

Kemudian, muncul rasa bersalah, menyesal, malu, dan takut tertangkap. Namun demikian, mereka tetap tidak bisa menahan diri untuk mengulangi perbuatannya.

Penderita kleptomania umumnya melakukan aksinya secara spontan dan seorang diri, berbeda dengan pencuri kriminal yang sering melibatkan orang lain, dan menyusun rencana sebelum mencuri.

Barang yang dicuri juga jarang digunakan untuk dirinya sendiri. Penderita kleptomania umumnya membuang barang curian tersebut, atau memberikannya ke teman atau keluarga.

Pencurian yang mereka lakukan juga tidak berhubungan dengan respon terhadap delusi atau halusinasi. Bukan juga karena luapan kemarahan atau balas dendam.

Pengobatan

Kleptomania sulit untuk diatasi sendiri, harus dengan pengobatan karena tanpa pengobatan, kleptomania bisa menjadi berkelanjutan dan menjadi kondisi jangka panjang.

Pengobatan kleptomania biasanya melibatkan obat-obatan dan psikoterapi, kadang-kadang bersama dengan kelompok-kelompok swadaya.

Namun, tidak ada standar untuk pengobatan kleptomania, dan peneliti masih mencoba untuk memahami apa terapi yang terbaik.

Anda mungkin harus mencoba beberapa jenis pengobatan untuk menemukan satu obat yang bekerja dengan baik untuk Anda.

Obat

Terdapat beberapa penelitian ilmiah tentang penggunaan obat psikiatri untuk mengobati kleptomania.

Namun, dari obat-obat tersebut tidak ada obat yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serika (FDA) untuk kleptomania.

Padahal, obat-obatan tertentu dapat membantu, tergantung pada keadaan Anda dan apakah Anda memiliki gangguan mental lainnya, seperti depresi atau gangguan obsesif-kompulsif.

Dokter dapat mempertimbangkan dan meresepkan antidepresan, khususnya selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI).

Kecanduan obat yang disebut antagonis opioid dapat mengurangi dorongan dan kesenangan yang terkait dengan mencuri.

Obat lain dapat dipertimbangkan juga.

Jika obat diresepkan, tanyakan kepada dokter, penyedia kesehatan mental atau apoteker tentang potensi efek samping atau kemungkinan interaksi dengan obat lain.

Psikoterapi

Suatu bentuk psikoterapi yang disebut terapi perilaku kognitif membantu Anda mengidentifikasi kondisi, keyakinan dan perilaku negatif, untuk digantikan menjadi suatu keyakinan dan perilaku yang positif.

Terapi perilaku kognitif dapat mencakup teknik ini untuk membantu Anda mengatasi kleptomania:

- Sensitisasi tertutup, di mana Anda membayangkan diri Anda mencuri dan kemudian menghadapi konsekuensi negatif, seperti tertangkap basah ketika sedang mencuri.
- Terapi aversi atau keengganan, di mana teknik ini agak menyakitkan, seperti menahan napas ketika ada dorongan untuk mencuri sampai Anda menjadi tidak nyaman.
- Desensitisasi sistematis, di mana Anda berlatih teknik relaksasi dan gambar diri Anda dalam mengendalikan dorongan untuk mencuri.

Menghindari kekambuhan

Kambuh dari kleptomania bukanlah hal yang luar biasa.

Untuk membantu menghindari kambuh, pastikan untuk tetap pada rencana pengobatan Anda.

Jika Anda merasa mendesak untuk mencuri, hubungi penyedia kesehatan mental atau hubungi seseorang atau teman yang dapat dipercaya dalam mengutarakan keinginan Anda tersebut.

Jika tidak diobati, kleptomania bisa mengakibatkan masalah emosional, keluarga, hukum, kerja dan masalah keuangan.

Misalnya, Anda tahu mencuri itu salah tapi Anda merasa tidak berdaya untuk menolak dorongan, sehingga Anda mungkin didera rasa bersalah, rasa malu, membenci diri sendiri dan merasa hina.

Anda juga sebaliknya dapat mengalami pergumulan moral, bingung dan marah oleh pencurian kompulsif yang dilakukan. (TribunnewsWiki.com/Ron)

Artikel ini telah tayang di TribunnnewsWiki.com dengan judul : Kleptomania

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved