Yandex

Lifestyle

WHO Larang Penyemprotan Cairan Disinfektan pada Tubuh, Ini Bahayanya

Senin, 30 Maret 2020 22:29 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19) ini cairan disinfektan sering digunakan untuk disemprotkan ke beberapa benda dan tempat.

Hal ini bertujuan untuk membunuh virus yang menempel pada suatu benda ataupun tempat agar lemah dan tidak menginfeksi manusia.

Cairan disinfektan diketahui dapat merusak lapisan lemak tersbeut sehingga membuat virus cukup lemah.

Meskipun begitu, penggunaan disinfektan perlu diperhatikan.

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) melarang cairan disinfektan ini digunakan dengan cara menyemprotkan pada tubuh.

Melalui akun resmi Twitter WHO Indonesia, menyemprot tubuh dengan alkohol atau klorin pada tubuh seseorang tidak akan membunuh virus yang sudah masuk ke dalam tubuh.

Bahkan, menyemprot bahan-bahan kimia dapat membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir, seperti mulut atau mata.

Alkohol dan klorin dapat berguna sebagai disinfektan pada permukaan sesuatu, namun harus digunakan sesuai petunjuk penggunaannya.

Membuat cairan disinfektan

Cairan disinfektan dapat dibuat menggunakan beberapa produk rumah tangga yang mengandung konsentrasi bahan aktif yang sesuai untuk disinfeksi.

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan LIPI, cairan disinfektan ini digunakan untuk ruangan dan permukaan benda di dalam rumah yang sering tersentuh oleh manusia.

Di antaranya meja, gagang pintu, sakelar lampu, toilet, keran, wastafel dan lainnya.

Sementara, untuk pembersihan pencegahan umum, dapat menggunakan air dan sabun atau deterjen lainnya.
Tentunya, hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan disinfektan adalah memeriksa label dan menggunakannya sesuai instruksi yang ada.

Sementara itu, hingga saat ini penelitian oleh LIPI mencatat adanya 18 produk rumah tangga yang dapat digunakan sebagai cairan disinfektan. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul WHO Peringkatkan Bahaya Penyemprotan Disinfektan ke Tubuh Manusia: Ini Akibatnya

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: TribunJakarta
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved