Yandex

Travel

VIDEO TRAVEL| Camilan Khas Bandung Kerupuk Gurilem, Punya Rasa Pedas dan Asin buat Nagih

Senin, 30 Maret 2020 11:18 WIB
Tribun Jabar

TRIBUN-VIDEO.COM - Kerupuk gurilem alias gurih pelem adalah kerupuk tradisional yang dibuat di Kampung Pasir Meong, Desa Cililin, Kampung Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Kerupuk ini sangat disukai tua dan muda karena rasanya yang gurih dan pedas.

Mengikuti perkembangan zaman, kerupuk gurilem pun menjadi kaya rasa berkat inovasi pembuatnya. Sekarang tak hanya rasa orisinal dan pedas, tapi ada rasa kacang, keju, kelapa, dan lain-lain.

Namun, tetap saja, kerupuk gurilem yang favorit adalah kerupuk rasa orisinal kacang bawang dan kerupuk gurilem rasa pedas.

Kerupuk ini semakin populer sejak 2010-an. Pembelinya semakian ramai dan banyak mendatangi toko-toko kerupuk di Kampung Pasir Meong dan sekitarnya.Terutama wisatawan yang membelinya untuk oleh-oleh. Biasanya mereka datang pada Sabtu dan Minggu.

Penjual kerupuk gurilem, Haji Yayan Ruhyana (60) yang sudah lama memproduksi kerupuk ini, mengaku tidak tahu sejak kapan kerupuk produksinya diberi nama kerupuk gurilem.

"Namanya macam-macam, bahkan ada yang menyebut kerupuk cacing. Kalau disebut kerupuk gurilem mah sejak kerupuk ini makin ramai pembelinya," kata Yayan di rumahnya yang juga jadi tempat produksi kerupuk gurilem di Kampung Pasir Meong, Desa Cililin, Kampung Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (17/3/2020).

Pembuat kerupuk Yayat Aldayat (51), pun tidak tahu menahu asal usul kerupuk buatannya disebut kerupuk gurilem. Dulu, kata Yayat, kerupuk buatannya banyak yang menyebut kerupuk jendil, pilus, kerupuk panjang, dan lain-lain.

"Kalau kemudian kerupuk ini disebut gurilem mungkin karena gurih dan pelem," kata Yayat di pabriknya Kampung Pasir Meong, Desa Cililin, Kampung Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (17/3/2020).

Sebelumnya, kata Yayan, pembeli kerupuk ini biasa saja. Pembelinya hanya pemasok-pemasok yang kemudian menjualnya ke pasar atau toko-toko. "Jadi saya mah senang saja ada yang menyebut kerupuk buatan kami kerupuk gurilem," kata Yayan.

Kerupuk gurilem sudah diproduksi sejak 1975. Satu di antara sekian banyak penjual kerupuk di Pasir Meong adalah orang tua Yayan. Yayan sendiri mulai menjalankan usaha ayahnya sejak 1995.

"Dulu mah, kerupuk buatan bapak dikemasnya pakai kertas, seperti pakai koran," katanya.

Begitu pun Yayat. Dia meneruskan mengurus pabrik ayahnya sejak 1995. Pabrik kerupuk tersebut mulai beroperasi sejak 1985. "Saya mah belajar membuat kerupuk sejak sekolah dasar," kata Yayat.

Yayan dan Yayat masih ada ikatan saudara. Yayan adalah keponakan Yayat. Kedua saudara ini memiliki fungsi masing-masing untuk menjalankan bisnisnya.

Yayat adalah pemasok kerupuk ke penjual kerupuk di Pasir Meong dan sekitarnya, termasuk ke Yayan. Kerupuk yang diproduksi Yayat berupa kerupuk yang belum dibumbui.

Kerupuk Yayat kemudian dibumbui oleh Yayan dijual ke pasar-pasar atau ke pembeli yang sengaja datang ke Pasir Meong.

Menurut Yayat penjual dan pemilik kerupuk di Pasir Meong banyak yang masih saudara. (januar ph)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Kerupuk Gurilem Buatan Cililin Diburu Wisatawan, Rasa Pedas Paling Dicari, Dulu Namanya Pilus

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Marsisca Puguh Setiari
Sumber: Tribun Jabar
Tags
   #Travel   #kuliner khas Bandung   #camilan
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved