Yandex

TribunnewsWiki

Kanker Tenggorokan, Kanker yang Berkembang dari Jaringan Laring

Jumat, 27 Maret 2020 15:55 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Kanker tenggorokan adalah penyakit kanker yang berkembang dari jaringan tenggorokan.

Tenggorokan atau yang dalam istilah medisnya disebut dengan laring ini merupakan saluran tempat mengalirkan udara dari hidung ke paru-paru atau sebaliknya.

Saluran tenggorokan terletak mulai dari belakang hidung hingga ke pita suara.

Kanker tenggorokan dapat berkembang dari jaringan penyusun organ-organ tersebut, misalnya amandel atau pita suara.

Gejala utama dari kanker tenggorokan adalah terjadinya perubahan suara, sulit menelan, dan sakit tenggorokan.

Jenis kanker ini lebih sering terjadi pada perokok dan orang yang kecanduan alkohol.

Penyebab

Hal-hal yang menyebabkan terjadinya kanker tenggorokan adalah adanya perubahan atau mutasi gen pada sel-sel tenggorokan.

Mutasi inilah yang memicu pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali.

Penyebab di balik proses mutasi tersebut belum diketahui secara pasti, namun terdapat sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker tenggorokan, yaitu:

- Merokok.
- Kecanduan alkohol.
- Mengalami infeksi virus HPV (human papillomavirus) dan penyakit asam lambung atau GERD.
- Kesehatan gigi yang tidak terjaga.
- Kurang mengonsumsi buah dan sayur.
- Memiliki kondisi sistem imun yang lemah, misalnya akibat penyakit HIV/AIDS, malnutrisi, atau mengonsumsi obat imunosupresan.
- Menderita penyakit keturunan, seperti anemia fanconi atau ataxia telangiectasia.

Gejala

Beberapa gejala kanker tenggorokan yang paling umum, antara lain:

- Suara serak.
- Sulit bernapas.
- Batuk berlebihan dan tidak kunjung sembuh.
- Batuk berdarah.
- Sakit tenggorokan.
- Sakit telinga atau rasa yang tidak nyaman pada kulit disekitar telinga.
- Kesulitan menelan makanan dan sering tersedak.
- Pembengkakan atau benjolan di tenggorokan atau leher.
- Napas yang bau.
- Penurunan berat badan mendadak.
- Gejala-gejala ini tidak selalu terjadi pada kanker tenggorokan.

Namun, Anda harus mengunjungi dokter jika salah satu dari gejala di atas bertahan lebih dari satu minggu.

Kunci untuk perawatan kanker yang efektif adalah dengan diagnosis dini.

Pencegahan

Kanker tenggorokan dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor risikonya.

Kanker tenggorokan dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk pencegahan kanker tenggorokan.

- Berhenti merokok.
- Berhenti atau mengurangi konsumsi minuman alkohol.
- Melakukan vaksinasi HPV.
- Melakukan hubungan seks dengan aman untuk mencegah infeksi HPV.
- Banyak mengonsumsi sayur dan buah.

Pengobatan

Pengobatan atau penanganan kanker tenggorokan berbeda-beda, tergantung pada stadium kanker serta kondisi kesehatan penderita secara keseluruhan.

Deteksi dan pengobatan dini adalah kunci utama dalam menangani kanker tenggorokan.

Berikut ini beberapa metode pengobatan kanker tenggorokan yang umum dilakukan:

Radioterapi

Radioterapi adalah metode pengobatan kanker menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker.

Sinar radioterapi dapat berasal dari alat eksternal (radioterapi eksternal) atau dapat dipasang di dalam tubuh dekat lokasi kanker (radioterapi internal).

Apabila kanker masih stadium awal, terkadang radioterapi saja cukup efektif untuk mengatasinya.

Sedangkan pada kanker stadium lanjut, radioterapi dilakukan hanya untuk mengurangi gejala dan memperlambat perkembangan kanker.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah pemberian obat-obatan untuk membunuh sel kanker.

Beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk kemoterapi adalah cisplatin, paclitaxel, gemcitabine, capecitabine, fluorouracil, atau carboplatin.

Kemoterapi dapat dikombinasikan dengan radioterapi.

Hal ini dilakukan karena ada beberapa jenis obat kemoterapi yang lebih efektif bila disertai radioterapi.

Namun, hal ini juga dapat meningkatkan efek samping kedua terapi tersebut.

Operasi

Operasi adalah metode pengobatan kanker tenggorokan dengan mengangkat jaringan kanker melalui pembedahan.

Dokter THT akan menentukan jenis operasi yang dibutuhkan berdasarkan stadium dan lokasi tumbuhnya kanker.

Jenis-jenis operasi tersebut meliputi:

Faringektomi

Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh faring yang mengalami kanker.

Laringektomi

Operasi ini dilakukan dengan mengangkat sebagian atau seluruh laring (kotak suara) yang mengalami kanker.

Laringektomi dapat dilakukan untuk mengobati kanker tenggorokan stadium awal atau akhir.

Tidak hanya melalui sayatan terbuka, operasi untuk mengangkat sel kanker dapat dilakukan melalui bantuan alat endoskopi.

Prosedur ini biasanya dilakukan saat kanker masih di stadium awal.

Selain mengangkat jaringan kanker, operasi juga dapat dilakukan untuk mengangkat kelenjar getah bening di dekat lokasi kanker, jika sel kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening tersebut.

Jika diperlukan, jaringan di sekitar tenggorokan yang sudah terserang oleh sel kanker juga akan diangkat.

Terapi obat bertarget

Terapi obat bertarget dilakukan menggunakan obat-obatan yang spesifik untuk mencegah perubahan atau mutasi gen.

Obat yang digunakan dalam terapi obat bertarget adalah cetuximab.

Terapi ini dapat diberikan bersama kemoterapi.

Metode penanganan kanker tenggorokan dapat menyebabkan berbagai komplikasi maupun efek samping, misalnya terganggunya kemampuan berbicara, makan, atau menelan.

Sebelum menjalani penanganan medis tertentu, sebaiknya diskusikan dahulu dengan dokter mengenai seluruh risikonya.

Untuk memaksimalkan pengobatan kanker tenggorokan, pasien juga dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman keras.

Di samping menurunkan efektivitas pengobatan, merokok dan alkohol dapat memperlambat proses pemulihan, serta meningkatan risiko kambuhnya kanker tenggorokan. (Tribunnewswiki.com/Ron)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki.com dengan judul: Kanker Tenggorokan

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved