Virus Corona

RSUP Persahabatan Klarifikasi Kabar Perawat yang Diusir dari Indekos karena Stigma Pembawa Virus

Jumat, 27 Maret 2020 09:01 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan mengklarifikasi kabar adanya seorang perawat mereka yang diusir dari indekos tempat tinggalnya karena menangani pasien Covid-19.

Dilansir oleh TribunJakarta.com, Direktur Utama RSUP Persahabatan Rita Rogayah saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2020) memberikan penjelasannya terkait hal tersebut.

Rita mengatakan perawat tersebut bukan diusir, melainkan pergi atas keinginannya sendiri karena adanya stigma sebagai pembawa virus dari masyarakat.

"Mereka (perawat) tidak nyaman karena ada stigma, mereka bekerja di RSUP Persahabatan, sebagai rumah sakit infeksi. Sehingga kalau kembali ke rumah merasa sepertinya menularkan penyakit Covid-19 dan membawa virus," kata Rita.

Dampaknya, perawat merasa sedih dan tertekan sehingga memilih bermalam di RS sejak Minggu (22/3/2020) ketimbang tidur di indekos tempatnya tinggal.

Rita menegaskan, pihaknya punya prosedur ketat dalam menangani pasien Covid-19.

Petugas medis yang menangani pasien Covid-19 diharuskan mengenakan alat perlindungan diri (APD) agar tak terpapar virus.

"Jadi sebetulnya mereka bukan diusir tapi merasa merasa tidaknya nyaman. Karena lingkungan menganggap mereka bekerja di RS infeksi, mereka nanti bisa bisa membawa virus nih pulang," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Harif Fadhillah menjelaskan ada perawat dan tenaga kesehatan yang diminta pergi dari tempat kostnya karena ditakutkan menularkan virus.

"Sejak tahu RS Persahabatan rujukan nasional Covid-19 walaupun perawat tidak menangani Covid-19, bukan bekerja di ruang isolasinya mereka diminta tidak kost disitu," kata Harif kepada Tribunnews.com, Selasa (24/3/2020).

Laporan terkait adanya perawat yang diusir dari kostannya itu diterima pihak Persatuan Perawat Nasional sejak Minggu, 2 Maret 2020.

Saat ini perawat yang diusir dari kostannya itu, sementara waktu terpaksa mengungsi di Rumah Sakit Persahabatan.

"Sehingga perawat dan dokter itu sekarang yang saya dapat informasinya dan sudah saya tanya kembali mereka sedang menginap di rumah sakit," ucap Harif.

Harif menyebutkan pihak rumah sakit sedang berkoordinasi mencari tempat tinggal yang layak untuk perawat yang diusir.

"Sementara ini pihak rumah sakit sedang mencarikan tempat ya," ungkap Harif.

Selain dari lingkungan tempat tinggal, ada beberapa stigma negatif lainnya yang diterima perawat terkait Covid-19 seperti sulit mendapatkan perawatan maupun stigma negatif dari keluarga.

Namun Hanif mengatakan itu baru kabar mulut ke mulut saja, ia harus melakukan konfirmasi lebih detail lagi.

"Saya sedang konfirmasi misalnya perawat yang satu ruanan dengan perawat yang positif berobat ke rumah sakit lain, enggan diterima menerima jadi stigma dari tenaga kesehatan dan ada anak dan suami yang merasa khawatir tapi saya masih konfirrmasi tapi kalau Rumah Sakit Persahabatan sudah betul ada," pungkas Harif. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Penjelasan RSUP Persahabatan Kabar Perawatnya Minggat dari Kosan karena Dicap Pembawa Virus Covid-19

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Buyung Haryo
Sumber: TribunJakarta
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved