Tribunnews Update

Cerita Penggali Kubur yang Gali Makam untuk Keluarga Jokowi, Tolak dan Protes Keras Jika Dibayar

Jumat, 27 Maret 2020 07:20 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM - Sosok Suripto selama ini sudah mendapatkan amanah menjadi penggali kubur bagi keluarga Presiden Joko Widodo yang meninggal dunia.

Terakhir, Suripto pula yang bertugas menggali pusara ibunda Joko Widodo Sudjiatmi Notomihardjo, atau yang akrab disapa Eyang Noto.

Menceritakan kisahnya saat menggali makam untuk ibunda orang nomor 1 di Indonesia itu, Suripto mengaku enggan dibayar dan akan protes keras, jika ia diberi uang atas jasanya menggali kubur.

Dikutip dari TribunJateng.com, Eyang Noto diketahui meninggal dunia, Rabu (25/3/2020), lantaran sakit kanker yang selama ini dideritanya.

Eyang Noto lantas dikebumikan di makam keluarga Mundu, Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (26/3/2020) siang.

Seorang penggali kubur Eyang Noto yakni Suripto menjelaskan bahwa ia telah menjadi penggali kubur sejak 2013 lalu.

"Saya sudah melakoni profesi itu selama tujuh tahun," ujar Suripto kepada TribunSolo.com, Kamis (26/3/2020).

Diungkaokan Suripto, ia memang sudah bertanggungjawab menggali pusara keluarga Presiden Joko Widodo sejak awal.

Mulai dari nenek, ayah, adik ipar hingga yang terakhir adalah ibunda Presiden Joko Widodo.

"Untuk proses penggalian pusara keluarga Pak Jokowi yang tanggung jawab menggali dari awal itu saya, mulai dari nenek, bapak, dan adik iparnya Pak Jokowi, terus ini saya diberi amanah lagi," jawabnya.

Pria paruh baya itu mengaku, melakukan pekerjaannya tanpa pamrih dan dibatu tujuh rekannya saat menggali pusara Eyang Noto.

"Saya melakukannya tanpa pamrih, sebagai bentuk gotong royong warga sekitar sini," ungkap dia.

Ia bercerita, akan selalu protes jika mendapatkan bayaran atas pekerjaannya menggali makam keluarga Presiden Jokowi.

"Saya melakukannya tanpa pamrih, sebagai bentuk gotong royong warga sekitar sini," ungkap dia.

Ia tegas menolak bayaran lantaran takut hilangnya rasa sosial, jika ada yang menerima bayaran.

"Takutnya akan membudaya dan rasa sosialnya menghilang," tuturnya.

Menceritakan saat menggali makam Eyang Noto, ia mengungkapkan bahwa tanah lokasi peristirahatan Ayang Noto sangat mudah digali.

"Tanahnya mudah digali," ungkapnya.

Tak hanya menggali, ia juga membuang dinding lahat agar lebih kuat.

Suripto mengungkapkan dirinya baru mendapat kabar meninggalnya nenek Gibran Rakabuming Raka itu sekira pukul 18.00 WIB.

Itu didapatkannya langsung dari kepala dusun setempat.

Mengetahui kabar tersebut, ia lantas mengumpulkan tenaga penggali yang siap membantunya untuk proses penggalian makam.

(Tribun-Video.com / Nila)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Penggali Kubur yang Layani Keluarga Presiden Jokowi Justru Protes Jika Dibayar, Ini Alasannya.

Editor: Teta Dian Wijayanto
Reporter: Nila
Video Production: bagus gema praditiya sukirman
Sumber: Tribun Jateng
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved