VIDEO TRAVEL

VIDEO TRAVEL | Kunjungi Wisata Edukasi Pabrik Sirup Siropen Surabaya, Jadi Sirup Tertua lo!

Kamis, 26 Maret 2020 20:46 WIB
Tribun Jatim.com

TRIBUN-VIDEO.COM, SURABAYA - Pabrik Sirup Siropen merupakan satu di antara bangunan peninggalan Belanda yang kemudian dijadikan cagar budaya di Surabaya.

Tak hanya itu, Pabrik Sirup Siropen juga dijadikan sebagai wisata heritage Surabaya pada 2012 silam.

Sepintas, Pabrik Sirup Siropen tak jauh berbeda dengan bangunan khas Belanda pada umumnya.

Terdapat pilar besar di depan pintu dengan atap berbentuk segitiga.

Tak ketinggalan, cat putih bersih di sekitaran tembok.

Saat berkunjung ke Pabrik Sirup Siropen, wisatawan tak hanya disuguhkan bangunan tua pabrik yang sudah ada sejak zaman Belanda itu.

Namun juga proses pembuatan sirup hingga siap diedarkan.

Lantaran pabrik Sirup Siropen saat ini telah dijadikan sebagai lokasi wisata heritage, Alfian menyebutkan proses pembuatan sirup menjadi daya tarik khusus untuk wisatawan.

Dengan label sebagai sirup tertua di Surabaya, tentu yang menjadi sorotan wisatawan adalah proses pembuatannya.

Maka sangat disarankan bagi wisatawan yang hendak mengunjungi pabrik Sirup Siropen, untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu supaya bisa melihat proses pembuatan sirup.

Alfian menceritakan, sempat beberapa kali wisatawan yang datang ke sini tak mendapat momen saat pembuatan sirup.

Akhirnya mereka hanya berjalan-jalan di dalam pabrik, juga sambil menonton video proses pembuatan sirup.

Setelah masuk ke kantor Sirup Siropen, Alfian mengajak rekan media ke area belakang yang juga terhubung dengan ruang pengemasan sirup.

Saat itu, sirup sudah jadi dan ditampung di dalam gentong tua yang telah ada sejak 1923.

Di ruangan itu, Alfian menunjukkan proses pengemasan Sirup Siropen hingga pemberian label.

Terdapat sekira empat karyawan yang memiliki tugas berbeda-beda.

Satunya fokus mengalirkan sirup dari dalam gentong ke botol-botol, kemudian ia mengoper botol berisi sirup tersebut pada kawannya yang lain untuk diberi tutup botol.

Setelah itu dua karyawan lain bertugas memanaskan segel botol dan memberi label pada botol sirup.

Selain melihat proses pengemasan, Alfian biasanya juga mengajak pengunjung untuk melihat video pembuatan sirup yang sengaja diabadikan dan kemudian diputar kembali nantinya.

Pabrik Sirup Siropen masih mengolah produknya dengan cara konvensional tanpa bantuan mesin.

Itu karena saat ini Pabrik Sirup Siropen telah menjadi cagar budaya yang harus mempertahankan bentuk keasliannya.

Pabrik Sirup Siropen berdiri sejak 1923 oleh orang Belanda, J.C Van Drongelen dengan nama “Pabrik Limoen J.C. Van DRONGELEN & HELLFACH” yang merupakan pabrik limun dan botol.

Kemudian pada 1942 pabrik ini diambil alih oleh tentara Jepang.

Tak lama, karena setelah Jepang menyerah tanpa syarat, pabrik ini langsung diambil kembali pada tentara sekutu.

Namun, pada 1958 pabrik ini berhasil kembali ke tangan Indonesia melalui program nasionalisasi.

Dibuka sebagai wisata heritage pada 2012. Tiga tahun kemudian, Pabrik Sirup Siropen dijadikan bangunan cagar budaya oleh pemerintah.

Varian Rasa Sirup Siropen

Meski merupakan sirup warisan sejak zaman Belanda, bukan berarti Siropen tak melakukan perubahan.

Perubahan itu gerus dilakukan ileh Sirup Siropen, terutama pada varian rasa yang kini makin mengikuti zaman.

Secara garis besar produk siropen masih menjalani proses yang sama dalam pembuatannya.

Namun, seiring berkembanya zaman dan banyaknya permintaan pasar, maka ada beberapa rasa yang kemudian dikembangkan menjadi varian baru.

Sirup Siropen memiliki lebih dari 50 varian yang terbagi menjadi tiga jenis yakni, sirup biasa, premium, dan gourmet.

Untuk sirup biasa dan premium, masing-masing memiliki delapan varian rasa yang berbeda.

Sementara gourmet, yang biasanya untuk supply kebutuhan cafe dan bar, memiliki lebih dari 30 varian rasa.

Per botol, Sirup Siropen dijual dengan harga Rp30 ribu. Sementara untuk sirup yang berjenis gourmet, dijual dengan harga Rp90 ribu sampai Rp100 ribu.

Menurut Alfian, jenis Siropen gourmet paling banyak diminati pasar lantaran kebutuhan untuk hotel, restoran, dan cafe sedang tinggi.

Selain itu, jenis Siropen gourmet paling banyak diminati lantaran produk pesaing hanya berasal dari luar negeri. Ketika dijual di Indonesia, harganya tentu kalah murah dari Siropen.

Per harinya, pabrik Sirup Siropen yang berda di Jalan Mliwis nomor 5 Surabaya itu bisa memproduksi kurang lebih seribu hingga dua ribu botol.

Ditanya soal perbandingan ketiga jenis sirup itu, Alfian mengaku tak ada perbedaan yang menonjol untuk jenis Siropen biasa dan premium.

Tapi, untuk gourmet tentu berbeda. Jenis gourmet dibuat tidak begitu kental, tidak terlalu manis, tapi memiliki aroma yang kuat.

Sirup jenis gourmet memiliki beberapa aroma di antaranya, karamel, hazelnut, vanilla, dan mojito.

Semua itu tergolong aroma yang erat kaitannya dengn sajin cafe maupun bar.

Guna menciptakan berbagai macam varian rasa, Sirup Siropen memiliki pakar khusus.

Alfian mengibaratkan, pakar rasa teraebut seperti jantungnya Sirup Siropen.

Lokasi Pabrik Sirup Siropen

Pabrik Sirup Siropen berlokasi di Jalan Mliwis Nomor 5, Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya.

Titik koordinat Pabrik Sirup Siropen -7.2614166,112.6556212

Lokasi Pabrik Sirup berkedatan dengan Jembatan Merah, Jembatan Merah Plaza (JMP), dan Polrestabes Surabaya.

Untuk menuju Pabrik Sirup Siropen, arahkan kendaraan anda menuju Jalan Bubutan, Kawasan Tugu Pahlawan.

Setelah itu belok ke arah Indrapura dan ambil jalur paling kanan menuju ke Jalan Rajawali.

Tetap berada di lajur paling kanan untuk berbelok ke Jalan Jembatan Merah.

Setelah itu, pada gang pertama belok ke kanan, dan tujuan berada di sebelah kiri.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Jelajah Pabrik Sirup Siropen Wisata Heritage Surabaya, Lihat Proses Bikin Sirup secara 'Tradisional

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Marsisca Puguh Setiari
Sumber: Tribun Jatim.com
Tags
   #traveling   #Sirup Siropen   #Surabaya
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved