Travel

VIDEO TRAVEL| Melihat Keunikan Rumah Adat Karo 'Siwaluh Jabu' dari Medan, Wajib kamu Kunjungi

Kamis, 26 Maret 2020 19:56 WIB
Tribun Medan

TRIBUN-VIDEO.COM, MEDAN - Setiap daerah pasti memiliki yang namanya rumah adat, yang dimana terdapat bentuk yang unik, dan memiliki arti disetiap sisi bangunannya.

Tentu hal ini menjadi daya tarik wisawatan dari berbagai daerah untuk berkunjung.

Salah satunya rumah adat karo yang berada di Jalan Bunga Herba 5, nomer 89, Kota Medan.

Rumah adat tersebut bernama Siwaluh Jabu.

Dalam bahasa Karo, Waluh artinya 8 dan Jabu artinya rumah.

Jadi Siwaluh Jabu merupakan rumah adat Karo yang memiliki 8 ruangan dan dapat dihuni oleh 8 keluarga.

Siwaluh Jabu pertama di Kota Medan, yang dibawa langsung dari Karo.

Tepatnya berlokasi di Desa Pernantin, Kecamatan Juhar Tanah Karo.

Bangunan yang masih asli, yaitu dibangun tanpa menggunakan Paku.

Bangunan Siwaluh Jabu yang sudah ada semenjak 1893 di desa tersebut, dipindahkan ke Kota Medan, oleh seorang warga Kota Medan bernama Fernando Barus.

"Hal ini tentunya atas kesepakatan bersama oleh pemanggku adat yang ada di desa tersebut," ucap perawat rumah adat Siwaluh Jabu Moningkat Perangin Angin, Minggu (15/3/2020).

"Pemindahan bangunan tersebut, bertujuan untuk melestarikan budaya Karo melalui bangunan Siwaluh Jabu, kepada generasi muda Kota Medan dan sekitarnya," sambungnya.

Bangunan Siwaluh Jabu ini dibangun kembali di atas lahan tanah seluah 7.000 meter kubik.

Luas bangunan Siwaluh Jabu ini sekitar 14 meter x 16 meter persegi.

Material bangunan yang dipakai sebagian besar menggunakan kayu hutan yang sudah berusia ratusan tahun.

Bangunan ini juga memiliki 10 ribuan batang bambu untuk kerangka atapnya.

Lalu, atapnya menggunakan ijuk yang berasal dari pohon aren.

"Ada alasan kuat penggunaan ijuk di bagian atap bangunan rumah adat ini.Selain tahan sampai ratusan tahun, ijuk pun berfungsi menyimpan panas dan dingin," ucap Moningkat.

Sementara itu, Siwaluh Jabu juga dibangun seperti rumah panggung, dan di bawah difungsikan sebagai tempat ternak, penyimpanan lumbung padi, dan menyimpan hasil panen atau bibit perkebunan serta pertanian.

Jadi, bagi anda yang ingin datang ke rumah adat karo ini, langsung saja datang dan rasakan kemegahan, dan bentuk ukiran yang memiliki banyak arti di rumah adat ini.

Begitu, tiba dilokasi setiap pengunjung dikenakan uang retribusi sebesar Rp7500 per orang.

(cr23/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul DESTINASI BARU, Siwaluh Jabu Rumah Adat Karo Pertama di Kota Medan, Dibangun Sejak Tahun 1893

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Marsisca Puguh Setiari
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved