Tribunnews Update

Tak Semua Diisolasi di RS, 112 Pasien Positif Corona Isolasi Diri di Rumah, Ini Langkah Perawatannya

Kamis, 26 Maret 2020 18:06 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di DKI Jakarta semakin hari kian bertambah.

Hingga Kamis (26/3/2020) siang, pasien yang positif Virus Corona sebanyak 515 orang.

Namun dari jumlah tersebut, tak semuanya mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Sebanyak 112 orang yang positif Corona, justru melakukan isolasi mandiri di rumah.

Dikutip dari Kompas.com, sebanyak 290 orang diketahui dirawat di rumah sakit.

27 lainnya sembuh dan 43 orang meninggal dunia.

Dijelaskan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, tidak semua pasien positif Corona harus melakukan isolasi di rumah sakit.

"Kasus positif yang kita temukan akan semakin meningkat, tapi tidak berarti semua kasus positif harus diisolasi di RS. Ada beberapa kasus tanpa gejala yang akan kita isolasi di rumahnya, secara mandiri," ujar Yuri.

Satu dari alasannya adalah agar jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit tidak membludak.

Dijelaskan Yuri, mengisolasi diri secara mandiri di rumah juga bisa membantu mencegah penularan virus ke orang lain.

Ia mengungkapkan ada beberapa hal yang perlu dilakukan saat seorang pasien yang positif Virus Corona melakukan isolasi mandiri di rumah.

Yuri menuturkan, yang paling utama adalah memiliki komitmen yang serius dan dukungan dari keluarga.

"Karena isolasi di rumah ini bukan sesuatu yang sulit, sesuatu yang sederhana. Namun membutuhkan komitmen yang kuat, bukan hanya dari pasiennya tetapi juga dari keluarganya," ucap Yuri.

Selain itu, pasien positif Covid-19 yang mengisolasi diri sendiri di rumah, harus mempunyai ruangan sendiri yang memiliki ventilasi yang baik, seperti jendela yang terbuka atau pintu yang terbuka.

Membatasi pergerakan dan juga meminimalkan berbagi ruangan yang sama.

Selain itu, dapur atau kamar mandi juga diusahakan memiliki ventilasi yang baik.

Selanjutnya, dengan membatasi jumlah orang yang merawat pasien. Idelanya satu orang yang benar-benar sehat tanpa memiliki gangguan kesehatan lain atau gangguan kekebalan.

Setiap selesai kontak dengan orang lain atau lingkungan sekitar, langsung mencuci tangan.

Hal itu juga harus dilakukan sebelum makan, setelah dari kamar mandi, dan kapanpun saat tangan terasa kotor.

Jika tangan tidak tampak kotor dapat menggunakan hand sanitizer, dan untuk tangan yang kelihatan kotor menggunakan air dan sabun.

Jika mencuci tangan menggunakan air dan sabun, handuk kertas sekali pakai direkomendasikan.

Jika tidak tersedia bisa menggunakan handuk bersih dan segera ganti jika sudah basah.

Untuk mencegah penularan melalui droplet, masker bedah (masker datar) diberikan kepada pasien untuk dipakai sesering mungkin.

Orang yang memberikan perawatan sebaiknya menggunakan masker bedah terutama jika berada dalam satu ruangan dengan pasien.

Masker tidak boleh dipegang selama digunakan.

Jika masker kotor atau basah harus segera ganti dengan yang baru.

Hindari kontak langsung dengan cairan tubuh terutama cairan mulut atau pernapasan (dahak, ingus dll) dan tinja.

Yang paling penting, selalu bersihkan permukaan di sekitar pasien termasuk toilet dan kamar mandi secara teratur.

Bersihkan pakaian pasien, sprei, handuk dll menggunakan sabun cuci rumah tangga dan air atau menggunakan mesin cuci denga suhu air 60-90C dengan detergen dan keringkan.

Sarung tangan, masker dan bahan-bahan sisa lain selama perawatan harus dibuang di tempat sampah di dalam ruangan pasien yang kemudian ditutup rapat sebelum dibuang sebagai kotoran infeksius. (Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tak Semua Pasien Positif Covid-19 Diisolasi di RS, Bagaimana Merawatnya di Rumah?

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Nila
Video Production: bagus gema praditiya sukirman
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved