Wiki On The Spot

Wiki on The Spot - Masjid Kiai Sholeh Darat, Peninggalan Ki Sholeh Darat

Rabu, 25 Maret 2020 13:56 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Satu di antara peninggalan Kiai Sholeh Darat, hingga kini masih dapat dirasakan yakni sebuah Masjid Kiai Sholeh Darat.

Meskipun pernah dilakukan pemugaran secara keseluruhan, namun letak serta lokasinya masih asli sejak Mbah Sholeh Darat mendirikan masjid ini.

Sejarah singkat

Masjid Kiai Sholeh Darat dulu merupakan langgar atau musala, terbuat dari bahan kayu, berbentuk rumah panggung.

"Dulu bukan masjid seperti sekarang, namun sebuah langgar atau musala, dengan bahan bangunan terbuat dari kayu, dan berdekatan dengan pantai utara" tutur Homsin Basri selaku ketua Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat, Kamis (27/2/2020) sore.

Di musala ini Mbah Sholeh mengajarkan beberapa ilmu yang dimiliki, oleh para murid-muridnya.

Sebelah musala, pernah berdiri sebuah pondok pesantren, namun lambat laun bangunan tersebut rusak termakan zaman.

Setelah Mbah Sholeh wafat, tak ada yang merawat serta menjaga beberapa peninggalan beliau, termasuk musala.

Tak hanya itu saja, daerah Semarang Utara sebagai kawasan langganan are banjir, rob, turut serta menggerogoti bangunan musala yang berbahan kayu.

Tahun 1993 cucu Mbah Sholeh bernama Ali Cholil bersama dzurriyah, yang menempati rumah peninggalan mulai merawat beberapa bangunan, termasuk musala.

Akhirnya di tahun itu pula, bentuk serta wujud musala yang telah rusak, dan hancur, dilakukan pemugaran secara keseluruhan.

Dalam pemugaran tersebut wujud bangunan masih dibuat sama persis seperti wujud asli, namun bahan bangunan berupa tembok.

Luas bangunan turut diperlebar, dan diubah menjadi masjid, supaya dapat menampung banyak jamaah.

Dari tahun ke tahun, banjir serta rob yang kerab menggenangi Semarang Utara termasuk area Masjid Kiai Sholeh Darat turut pula merusak beberapa bangunan.

"Dulu area masjid agak lumayan tinggi. Rob serta banjir yang kerab menggenangi kawasan Semarang Utara, ikut pula berdampak pada bangunan masjid. Akhirnya dilakukan pengurukan," ceritanya kembali.

Lokasi

Masjid Kiai Sholeh Darat berada di Jalan Kakap, Nomor 212, Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.

Untuk sampai ke masjid tersebut, jalanan yang ditempuh tak terlalu sulit.

Dari Tugu Muda silakan ambil ke arah utara menuju Jalan Imam Bonjol.

Ikuti Jalan Imam Bonjol tersebut hingga pertigaan Jalan Pietek, tepatnya sebelum perempatan Jalan Kolonel Sugiono.

Belok kiri menuju Jalan Pietek, dan ikuti jalan tersebut hingga pertigaan Jalan Kakap.

Silakan Anda belok kiri, sekira 200 meter Anda telah sampai di lokasi Masjid Peninggalan Mbah Sholeh.

Jika Anda masih bingung dengan lokasi tersebut tak usah khawatir, silakan buka maps dan klik link berikut, tentukan jalan menuju lokasi yang menurut Anda paling dekat.

Gambaran tempat

Masjid Kiai Sholeh Darat tak cukup besar, ciri khas dari ornamen bangunan terlihat dari bentuk atap limasan berwarna hijau, dengan tingkat tajuk tiga khas bangunan Jawa.

Di atas atap terdapat sebuah kubah berukuran kecil yang sering terlihat di masjid atau musala serta bahannya terbuat dari seng warna putih.

Sedikit unik dari masjid ini, atapnya memiliki tinggi kurang dari 170 centimeter, yang menjadikan pengunjung ketika akan memasuki masjid sedikit membungkuk.

Bentuk tiang penyangga bangunan terlihat seperti balok kayu berbentuk persegi panjang, berukuran sekira 20 centimeter tanpa fariasi atau ukiran-ukiran yang menempel.

Di serambi masjid, sebelah samping terdapat replika kentongan peninggalan Mbah Sholeh Darat.

Kentongan asli tersimpan di sebuah ruangan dekat tempat wudu.

Kentongan tersebut merupakan satu di antara peninggalan fisik dari Mbah Sholeh, selain beberapa kitab asli yang tersimpan.

Selain kentongan, dan beberapa kitab, sebuah sumur tua yang berada di dekat kamar mandi atau toilet juga bagian dari peninggalan Mbah Sholeh.

Masuk ke dalam masjid, ukurannya tak terlalu besar, enam saf terlihat dari deret-deret yang ada.

Hampir sama dengan masjid yang lain, turut melengkapi sebuah mihrab dan mimbar saling bersebelahan.

Di sebelah timur dekat dengan masjid, terdapat sebuah petilasan Makam Mbah Sholeh Darat sebelum dipindahkan VOC di zaman penjajahan.

"Petilasan yang berada di samping masjid dulunya merupakan makam Mbah Sholeh Darat, namun makam dipindahkan ke daerah Bergota oleh penjajah di zaman kolonial Belanda, imbuh Homsin Basri.

Meskipun telah dipindahkan, namun banyak orang kerap datang dan berziarah di sebuah petilasan tersebut.

"Banyak orang kerap berziarah di Makam Mbah Sholeh yang ada di sekitar masjid. Menurut mereka (peziarah), jika Makam Mbah Sholeh tak dipindahkan, hanya kain kafannya saja yang dipindahkan oleh kolonial Belanda," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribuntribunjatengwiki.com dengan judul Meski Pernah Dipugar, Masjid Kiai Sholeh Darat Masih Jadi Bagian Peninggalan Mbah Sholeh

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved