Tribunnews WIKI

Amygdala, Tempat di Pusat Memori Otak Menyimpan Memori tentang Segala Sesuatu yang Pernah Terjadi

Sabtu, 21 Maret 2020 18:11 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Amygdala merupakan tempat dimana pusat memori otak menyimpan memori tentang segala sesuatu yang pernah terjadi.

Uniknya, amygdala cenderung lebih mengingat kenangan atau memori yang terkesan tidak bermakna, baik itu kenangan pahit maupun manis.

Kalau amygdala menyimpan kenangan manis, itu mungkin akan menimbulkan dampak positif bagi diri.

Akan tetapi, jika yang terjadi sebaliknya, Kenangan atau memori buruk dapat menyebabkan trauma yang membuat enggan berjuang dan berusaha untuk meraih impian sesuai harapan.

Penelitian mengungkapkan bahwa kenangan memang tidak bisa dihapus, namun persepsi terhadap suatu persoalan bisa diubah.

Persepsitersebut bisa mengubah amygdala menjadi sumber energi positif dan mewujudkan kesuksesan.

Amigdala sudah dikenal karena perannya dalam pemrosesan rasa takut.

Ketika kita dihadapkan pada stimulus yang menakutkan, informasi tentang stimulus itu segera dikirim ke amigdala, yang kemudian dapat mengirim sinyal ke area otak seperti hipotalamus untuk memicu respons “lawan atau lari”.

Fungsi

Amigdala mengambil peran penting dalam memediasi banyak aspek pembelajaran dan perilaku emosional.

Ada banyak sekali emosi manusia, mulai dari suka cita hingga kesedihan, jijik hingga kegembiraan, dan penyesalan sampai kepuasan.

Sebagian besar emosi memiliki valensi (positif atau negatif) dan intensitas (rendah ke tinggi) yang mencerminkan gairah emosional.

Studi-studi tentang dasar emosi pada model hewan, termasuk yang berfokus pada amigdala, biasanya telah menggunakan tindakan fisiologis atau perilaku (Pendekatan atau pertahanan) yang kemungkinan mencerminkan valensi dan intensitas pengalaman emosional.

Amigdala juga terlibat dalam beberapa fungsi tubuh lain seperti :

Gairah

  • Respons otonom terkait dengan rasa takut
  • Respons emosional
  • Sekresi hormonal
  • Penyimpanan

Di awal abad ke-20, psikolog Heinrich Klüver dan ahli bedah saraf Paul C. Bucy mempelajari monyet dengan lesi lobus temporal yang mencakup amigdala dan mengamati perubahan dalam perilaku emosional, makan, dan perilaku seksual.

Studi selanjutnya menetapkan bahwa amigdala adalah struktur kritis yang menengahi efek tersebut.

Hubungan dengan stress

Saat stres melanda, amigdala mengirim pesan pada kelenjar endokrin untuk mengeluarkan sejumlah bahan kimia dimulai dengan pelepasan CRF (corticotrophin-releasing factor.

Kemudian diakhiri dengan membanjirnya hormon-hormon stres terutama kartisol.

Bahan kimia tersebut tinggal di dalam tubuh berjam-jam.

Padahal setiap kali kejadian yang mengesalkan berikutnya hormon-hormon tersebut terus diproduksi, sehingga terjadilah penumpukan hormon stres.

Penumpukan tersebut membuat amigdala menjadi detonator sangat peka siap membajak akal sehat menjadi naik pitam maupun panik hanya karena provokasi hal-hal yang gampang (Goleman, 1999).

Satu diantara dampak dari horman stres terlihat pada aliran darah, ketika denyut jantung naik.

Darah yang seharusnya mengalir deras justru terhalang masuk ke pusat-pusat kognitif otak.

Kartisol mencuri energi dari bagian memori kerja otak dan mengalihkannya ke perasaan.

Saat kadar kartisol sedang meninggi, orang lebih mudah berbuat salah, sulit berkonsentrasi, dan tidak mampu mengingat dengan baik (Wolkowitz dkk dalam Goleman, 1999).

Dalam situasi ketakutan amygdala memicu dikeluarkannya neurotransmitter norepinephrine.

Hal ini bermanfaat meningkatkan reaksi dari daerah utama otak sehingga panca indra lebih siaga.

Amygdala juga mengirim pesan ke batang otak sehingga memunculkan ekspresi takut, ketegangan, meningkatkan laju detak jantung yang meninggikan tekanan darah.

Tak hanya itu, dia juga membuat nafas menjadi lebih cepat dan dangkal.

Amygdala mengirim pesan ke semua bagian dari otak sehingga memancing emosi apakah hendak melawan atau berlari berari menghindar.

LeDoux mengindikasikan bahwa aliran informasi diterima dari panca indra terpecah menjadi dua jalur, satu jalur menuju ke thalamus berlanjut ke neo cortex.

Sedangkan jalan lain mengarah ke amygdala.

Jalan langsung dari thalamus ke amygdala terdiri dari rangkaian neuron berjumlah lebih sedikit dibandingkan pada jalur penghubung thalamus dengan neo cortex.

Rute antara thalamus ke neo cortex panjangnya dua kali lebih panjang dibandingkan rute dari thalamus ke amygdala.

Informasi dari thalamus ke amygdala dapat bergerak dalam satuan 12/1000 detik (lebih singkat dari pada satu nafas).

Arsitektur ini yang memungkinkan amygdala dapat merespon lebih cepat (sangat kilat) bahkan sebelum neo cortex menerima dan mengenali keseluruhan informasi yang dikirim dari thalamus.

Dari thalamus sebagian besar informasi mengalir ke neo cortex dibandingkan ke amygdala.

Bagian yang mengatur aliran informasi tersebut merupakan prefrontal lobes.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaa)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul Amygdala

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
Tags
   #Lifestyle   #Tribunnews WIKI
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved