Tribunnews Wiki
Ranu Kumbolo, Danau di Gunung Semeru
TRIBUN-VIDEO.COM - Ranu Kumbolo adalah sebuah danau air tawar yang sering kali dijadikan tempat transit bagi para pendaki Gunung Semeru.
Danau ini terletak di ketinggian 2400 meter di atas permukaan laut dan menjadi bagian tak terpisahkan dalam dunia pendakian di Gunung Semeru.
Ranu Kumbolo menjadi salah satu sumber air bersih dengan debit air yang melimpah bagi para pendaki Gunung Semeru.
Danau ini juga menjadi salah satu titik berkumpulnya para pendaki Gunung Semeru untuk bermalam atau berkemah.
Ranu Kumbolo berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di antara kabupaten Malang dan kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Sejarah
Sisi lain Ranu Kumbolo, yakni kisah sejarah.
Kisah sejarah tersebut mulai terbentuk sejak ratusan tahun lalu dan berkaitan dengan pendakian pada masa itu.
Pada zaman dulu, dikisahkan ada seorang raja dari Kerajaan Kadiri, bernama Prabu Kameswara.
Ia memerintah sekitar tahun 1180 hingga 1190-an dengan gelar Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawatara Aniwariwirya Anindhita Digjaya Uttunggadewa.
Pada satu waktu, Prabu Kameswara melakukan perjalanan suci yang disebut dengan Tirthrayata menuju Gunung Semeru.
Jalur yang ditempuh Prabu kameswara ialah jalur melalui Pasrujambe (nama sebuah kecamatan di Lumajang), yang juga merupakan jalur pendakian kuno dan berbeda dengan sekarang yang dimulai dari Ranu Pane.
Prabu Kameswara melakukan pendakian tersebut bukan tanpa tujuan, karena gunung yang berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini memanglah termasuk gunung yang disucikan.
Begitu juga air yang terdapat di Ranu Kumbolo, mewujud sebagai air suci.
Puncaknya yang bernama Mahameru juga dipercaya sebagai tempat para dewa bersemayam.
Prabu Kameswara mendaki Semeru untuk bersemedi dan mendekatkan diri pada Sang Hyang Pencipta alam semesta.
Untuk menandai kedatangannya ke Semeru, Prabu Kameswara mengabadikannya ke dalam sebuah prasasti yang kini dikenal sebagai Prasasti Ranu Kumbolo.
Prasasti ini berada di tepian danau Ranu Kumbolo, dalam prasasti tersebut terdapat sebuah tulisan, yaitu Ling Deva Mpu Kameswara Tirthayatra.
Menurut sejarawan M.M. Sukarto Atmojo, tulisan yang berbahasa Jawa kuno tersebut dapat diartikan bahwa ketika itu Prabu Kameswara pernah melakukan kunjungan suci dengan mendaki Gunung Semeru.
Angka tahun prasasti, masih menurut sang sejarawan, berkisar pada 1182 M.
Mitos
Gunung Semeru merupakan tempat yang disakralkan terutama bagi pemeluk agama Hindu.
Bahkan, bagi orang Bali Gunung Mahameru diyakini sebagai Bapak Gunung Agung di Bali.
Selebihnya, ada kepercayaan tentang Gunung Semeru yang dianggap sebagai rumah tempat bersemayamnya dewa-dewa sebagai penghubung bumi dan kayangan.
Baik orang Jawa maupun orang Bali masih menganggap gunung ini dan segala yang menjadi bagiannya sebagai kediaman Dewata, Hyang dan makhluk halus.
Dari keyakinan-keyakinan tersebut banyak mitos-mitos yang menyelimuti Gunung Semeru, tidak terkecuali area Danau Ranu Kumbolo.
Terdapat beberapa mitos yang berkembang di Ranu Kumbolo, salah satunya adalah tentang kesucian air danau.
Hingga saat ini, tempat ini masih digunakan sebagai sarana ritual suci keagamaan.
Hal ini juga yang menjadi pertimbangan dilarang mandi di danau ini, termasuk persyaratan untuk mencuci atau apapun yang memanfaatkan air.
Ada juga mitos tentang Tanjakan Cinta dengan kemiringan 45 derajat di sekitar Shelter di sebelah barat.
Mitos yang berkembang adalah tentang siapa saja yang terus berjalan naik sambil memikirkan kekasih hatinya tanpa menoleh ke belakang diyakini akan mendapatkan akhir cinta yang bahagia.
Mitos lain adalah tentang ikan mas yang ada di Danau Ranu Kumbolo yang diyakini sebagai jelmaan dewi penunggu danau tersebut.
Konon, dewi tersebut menampakkan diri berkebaya kuning yang ditandai kepulan asap saat bulan purnama.
Dari mitos ini, muncul larangan memancing di danau Ranu Kumbolo.
Itulah hal-hal yang menjadi mitos dan dipercaya di Ranu Kumbolo, sangat diharapkan untuk menghormati dan menaati aturan-aturan yang ditentukan.
Dengan dibatasinya aktivitas yang berhubungan dengan air danau juga berguna untuk menjaga keindahannya.
Retribusi dan Akses
Tiket masuk ke Danau Ranu Kumbolo kurang lebih sekitar Rp 10.000 per orang dan Rp 20.000 per tenda.
Terdapat dua alternatif jalur pendakian yang bisa dilalui untuk menuju Ranu Kumbolo, yaitu melalui Watu Rejeng dan Bukit Ayek-ayek.
Jalur Watu Rejeng terbilang jauh lebih mudah ditempuh dibandingkan dengan jalur Ayek-ayek, namun membutuhkan waktu yang lebih lama.
Sedangkan melalui jalur Bukit Ayek-ayek perjalanan bisa lebih cepat, namun jalan yang ditempuh sangat curam dan cukup berbahaya bagi seorang pendaki yang belum berpengalaman.
Dari pos pendaftaran di Ranu Pani, Anda akan melakukan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 5 hingga 7 km menyusuri lereng bukit yang ditumbuhi bunga edelweiss.
Meskipun bunga edelweiss ini tumbuh liar, tetapi sebaiknya jangan dipetik sembarangan, karena bunga ini termasuk bunga langka yang harus dilestarikan.
Kemudian Anda akan tiba di Watu Rejeng, sebuah spot yang memiliki batuan terjal yang indah.
Perjalanan Anda selanjutnya akan ditemani oleh pemandangan lembah dan bukit yang ditumbuhi pohon cemara dan pinus.
Jika beruntung, Anda juga bisa melihat kepulan asap dari puncak Semeru.
Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 5 hingga 7 jam, tergantung kekuatan fisik Anda.
Sepanjang perjalanan terdapat 4 pos peristirahatan yang dapat digunakan untuk beristirahat ketika kelelahan.
(Tribunnewswiki.com/Ron)
Artikel ini telah tayang di tribunnewswiki.com dengan judul : Ranukumbolo
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: Tribunnews.com
Saksi Kata
Pendaki Terakhir yang Dievakuasi, Afas: Disuruh Cepet-cepet, di Luar 'Hectic' Banget soal Erupsi
Minggu, 23 November 2025
Saksi Kata
Cerita Afas Pendaki Bermalam di Ranu Kumbolo saat Semeru Semburkan Awan Panas, Tak Terdampak Erupsi
Minggu, 23 November 2025
Live Update
Pasca Erupsi Semeru, Petugas Fokus Bersihkan Material Vulkanik, Pendaki Ranu Kumbolo Dievakuasi
Sabtu, 22 November 2025
Nasional
Terjebak di Ranu Kumbolo! Detik-detik 178 Pendaki Dievakuasi seusai Erupsi Gunung Semeru
Jumat, 21 November 2025
TRIBUNNEWS UPDTAE
Dua Desa Porak-poranda Buntut Erupsi Semeru, Kini Pendakian Jalur Ranu Kumbolo Ditutup Sementara
Kamis, 20 November 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.