Travel

VIDEO TRAVEL | Menjelajah Keindahan Goa Kreo Semarang, Bisa Lihat Monyet Liar

Jumat, 13 Maret 2020 20:26 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM, SEMARANG - Goa Kreo merupakan salah satu objek wisata di Kota Semarang yang jadi pilihan para wisatawan yang datang ke ibukota Provinsi Jawa Tengah ini, selain Lawangsewu dan Kota Lama.

Indahnya pemandangan alam dan banyaknya populasi kera ekor panjang di Goa Kreo di Kecamatan Gunungpati membuat wisatawan betah berlama-lama menghabiskan waktu. Tak terkecuali pada musim libur Lebaran tahun ini.

Rata-rata wisatawan yang berkunjung didominasi dari luar kota Semarang. Hal ini terlihat banyak kendaraan bernomor polisi luar kota memasuki kawasan wisata.

Wisatawan asal Jakarta Timur, Abdai Taufiq (49) menuturkan alasan memilih Goa Kreo. Menurutnya, terdapat banyak perubahan di kawasan wisata Goa Kreo.

"Dulu jalan di sini masih jelek. Saya balik ke sini lihat jalannya sudah bagus. Saat ini di dalam tempat wisata Gua Kreo lebih rapi dan bersih dibandingkan masa kecil dulu," ungkapnya.

Abdai mengatakan keindahan alam Goa Kreo memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Selain itu terdapat kera yang tidak terdapat di tempat wisata lainnya.

"Di Jakarta tidak pernah nemuin pemandangan seperti di Goa Kreo. Kalau mau lihat kera, selain di Semarang kita harus ke Bali, " tuturnya.

Ia menyayangkan Pemerintah Daerah tidak memperhatikan beberapa fasilitas yang rusak di tempat wisata tersebut.

"Perbaikan fasilitas umum saat ini kurang. Saya lihat ada tiang lampu yang ambruk, bolam lampu hilang," ujarnya.

Menurut Abdai, Pemerintah Daerah dapat lebih memperhatikan fasilitas yang ada di dalam Goa Kreo. Hal ini dikarenakan Goa Kreo menjadi rekomendasi wisata bagi Masyarakat Jakarta yang akan berkunjung ke Jawa Tengah, khususnya kota Semarang.

Kepala UPTD Agro wisata Goa Kreo, Mamit Sumitra mengatakan, puncak pengunjung wisata Goa Kreo terjadi pada hari Kamis (29/6) mencapai 3.600 orang. Jika dibandingkan hari pertama Lebaran jumlah pengunjung hanya mencapai 1.000 orang. "Pengunjung saat libur Lebaran selalu meningkat," ujarnya.

Menurutnya, yang menjadi daya pikat wisatawan untuk berkunjung adalah pemandangan alam, jembatan gantung, goa, kera ekor panjang, dan waduk Jatibarang.

"Pengamanan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung yaitu dengan mengerahkan dua orang Babinsa Koramil, dua orang Babinkantibmas Polsek Gunungpati, dan mendapat bantuan personel dari Polrestabes Semarang," jelasnya.

Mamit mengatakan terjadi kenaikan tarif tiket pada libur Lebaran. "Pada libur ini ada kenaikan harga. Pada libur harga tiket dijual Rp 5.500 dan hari biasa dijual Rp 4.500," ujarnya.

Untuk menambah daya pikat pengunjung, wisatawan juga disuguhi pertunjukan panjat pinang kera yang akan diselenggarakan pada hari Minggu (2/7).

"Pada pertunjukan tersebut, di atas pinang diberikan makanan yang bertujuan kera akan memanjat pinang dan berebut mengambil makanan. Selain itu akan diadakan sesaji Rewanda tanggal 5 Juli, dan sendratari Kera Kreo (8/7)," ungkapnya.

Terkait, beberapa fasilitas yang rusak, kata dia, telah melaporkan ke pihak operasional waduk Jatibarang. Pihaknya telah melayangkan surat ke Dinas Parawisata Kota Semarang untuk disampaikan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kota Semarang.

"Ini wilayahnya BBWS, jadi kami tidak berwenang memperbaiki kalau memperbaiki kami kesalahan. Karena waduk belum diserahterimakan ke kami," terangnya. (tribunjateng/rtp)

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Marsisca Puguh Setiari
Sumber: Tribun Jateng
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved