Sabtu, 10 Januari 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Ikan Buntal Tewaskan 1 Keluarga, Dokter: 1.200 Kali Lebih Beracun dari Sianida, Tak Ada Penawarnya

Kamis, 12 Maret 2020 11:22 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Warga Jawa Timur tengah dihebohkan dengan kabar satu keluarga di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi meninggal dunia setelah mengonsumsi ikan buntal hasil pancingan pada Selasa (10/3/2020).

Dengan itu, Dokter dari RSUD Pandanaran Boyolali menjelaskan bahwa ikan buntal memang bahaya untuk dikonsumsi bahkan 1.200 kali lebih beracun dari Sianida.

Dikutip dari Tribunnews.com, dr. M. Fiarry Fikaris menyebutkan bahwa tidak ada zat yang mampu menjadi penawar racun tetrodoxin yang terdapat dalam ikan buntal.

Fiarry menambahkan bahwa organ dalam pada ikan buntal menjadi bagian yang paling banyak mengandung racun.

Disebutkan pula bahwa racun pada ikan buntal bekerja dengan cara memblokir kanal natrium pada tubuh.

Sehingga, otot-otot akan mengalami kelumpuhan yang menyebabkan orang tersebut tidak bisa bernapas.

Seseorang pun disebut dapat meninggal dunia karena kehabisan napas akibat racun tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin menjelaskan bahwa ikan itu dimasak bumbu santan dan dihidangkan sebagai menu makan.

Berdasarkan keterangan kerabat, para korban mengeluh pusing setelah mengonsumsi masakan ikan buntal itu.

Namun, para korban masih tetap memakannya hingga mengeluh mulas dan muntah-muntah sampai akhirnya dilarikan ke puskesmas setempat.

Namun nahas, nyawa mereka sudak tidak dapat tertolong lagi.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bahaya Ikan Buntal yang Tewaskan Satu Keluarga, Dokter: Itu 1.200 Kali Lebih Beracun dari Sianida

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Ruth Aurora Chintya Natasha Iswahyudi
Video Production: Ramadhan Aji Prakoso
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved