HOT TOPIC

HOT TOPIC - Makin Canggih Bayar SPP Bisa Pakai GoPay? Ini Kata Nadiem Makarim

Sabtu, 22 Februari 2020 07:26 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Halo Tribunners, setelah Mendikbud Nadiem Makarim yang merupakan CEO Gojek dilantik menjadi menteri, sejumlah meme terkait kemudahan di dunia pendidikan bermunculan.

Seperti misalnya Bayar SPP atau biaya pendidikan bisa pakai GoPay.

Sempat jadi meme belaka, kabar tersebut akhirnya jadi kenyataaan nih Tribunners, dimana Gojek benar-benar mengeluarkan rilis resmi terkait pembayaran SPP menggunakan GoPay.

Tapi kabar tersebut justru jadi pro kontra. Nah Hot Topic kali ini, kita bakal bahas terkait pembayaran SPP menggunakan GoPay.

Kabar terkait pembayaran SPP melalui GoPay mulai mencuat setelah adanya rilis resmi dari pihak Gojek Senin (17/2/2020) lalu.

Pembayaran SPP tersebut bisa dilakukan dengan aplikasi Gojek pada fitur GoBills. Dalam rilis itu, dituliskan kalau setidaknya telah ada 180 lembaga pendidikan yang terdaftar mitra kerja dengan GoBills.

180 lembaga pendidikan itu seperti pesantren, madrasah, sekolah dan tempat kursus di Indonesia, yang terdaftar sebagai mitra kerja GoBills.

Tak hanya biaya SPP, biaya pendidikan seperti buku, seragam, hingga ekstrakulikuler kini bisa dibayarkan melalui GoPay.

Senior Vice President Sales GoPay Arno Tse menjelaskan, GoPay terus meningkatkan loyalitas pengguna dengan selalu menawarkan kemudahan dan kebebasan dalam bertransaksi.

Layanan terbaru ini membebaskan orang tua dan wali murid untuk membayar pendidikan anak di mana saja dan kapan saja tanpa harus hadir ke sekolah.

Nah terkait kabar bayar SPP bisa pakai GoJek, sejumlah politisi juga langsung memberikan reaksi.

Satu di antaranya datang dari Komisi X DPR dari Fraksi PDI-P, Andreas Hugo Pariera. Ia meminta meminta Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan soal penggunaan Go-Pay dalam aplikasi Go-Jek untuk membayar sumbangan pembinaan pendidikan ( SPP).

Menurut Andreas, Nadiem perlu menyampaikan penjelasannya demi menghindari isu konflik kepentingan mengingat Nadiem merupakan eks CEO Go-Jek dan memiliki saham dalam bisnis tersebut.

Meski menuai pro kontra, sejumlah politisi ternyata juga menyambut baik Tribunners. Seperti Wakil Ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf yang menilai pembayaran uang SPP menggunakan GoPay merupakan ide yang baik.

Menurut dia, pembayaran dengan cara digital seperti itu memang tak bisa dihindarkan.

Kendati demikian, Dede mengatakan, Komisi X akan memprotes apabila pembayaran SPP melalui GoPay itu berdasarkan instruksi Nadiem Makarim yang merupakan mantan CEO Gojek.

Karena hal itu sama seperti Nadiem Makarim menyalahgunakan kewenangannya.

Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PDI-P Andreas Hugo Pariera juga turut memberikan dukungan terkait rencana pembayaran SPP dengan GoPay.

Ia mendukung langkah Go-Jek yang membuka kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan itu.

Menurut Andreas, digitalisasi berbentuk bayar SPP pakai Go-Pay itu membuat lalu lintas transaksi lebih transparan dan akuntabel.

Andreas mengatakan, ada dugaan bahwa selama ini terjadi kebocoran yang cukup besar di dalam arus pembayaran dan belanja di dunia pendidikan.

Penggunaan tekonologi digital itu pun diharapkan meminimalkan praktik kebocoran itu. Tidak hanya untuk pembayaran SPP, Andreas berharap, transaksi digital serupa juga bisa digunakan untuk program pendidikan lainnya, misalnya dana BOS.

Ramai dikaitkan dengan kepentingan pribadi, Nadiem Makarim akhirnya buka suara terkait isu tersebut Tribunners.

Menurut Nadiem, metode pembayaran SPP seperti apa pun untuk sekolah swasta bukanlah urusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Diungkapkannya, pembayaran via GoPay itu dilakukan oleh sekolah-sekolah swasta yang menerima cara pembayaran apapun. Sebagai contoh, ia mengatakan kalau hal itu sama saja seperti sekolah yang memilih bank tertentu untuk metode pembayaran SPP dan uang sekolah lain.

Nadiem juga menegaskan bahwa program pembayaran SPP dengan GoPay dalam aplikasi Gojek bukan atas instruksinya.

Hal itu dikatakan Nadiem Makarim saat rapat dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Kamis (20/2/2020).

Menteri Nadiem menegaskan bahwa dirinya telah meninggalkan perusahaan Gojek.

Oleh sebab itu, apa yang terjadi pada perusahaan yang dirintisnya sejak tahun 2010 itu bukan lagi urusan dirinya.

Nadiem mengatakan, saat ini ia fokus menjalankan tugas sebagai Mendikbud. Nadiem pun mengaku tak mau terlibat dalam pusaran isu konflik kepentingan.

Meski demikian, ia mengakui bahwa Gojek sejak lama memang memiliki rencana menyasar transaksi di dunia pendidikan agar menggunakan GoPay.

Nadiem menekankan, rencana itu merupakan hal yang wajar dan Gojek pun berkompetisi secara sehat demi mewujudkan itu.(Tribun-video.com)

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Muhammad Eka Putra
Sumber: Tribun Video
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved