Yandex

TAMU KITA

TAMU KITA - Kisah Wiyata S Aji, Sosok yang Dibesarkan Kopassus, Dari Rimba Papua ke Kampung Jokowi

Kamis, 20 Februari 2020 17:03 WIB
Tribun Video

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUN-VIDEO.COM, KARANGANYAR – Lima bulan ini, Letkol (Inf) Wiyata Sempana Aji menjadi salah satu sosok penting yang bertugas 'menjaga' kampung halaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kota Solo.

Ya, perwira lulusan Akademi Militer (Akmil) 2001 itu kini menjabat Komandan Kodim (Dandim) 0735/Surakarta sejak 12 September 2019.

Siapa sangka, sebelum ke Solo, pria kelahiran Bandung 21 Oktober 1980 itu telah malang melintang di pedalaman Indonesia hingga penjuru dunia dalam hal kemiliteran.

Jejak karirnya terbilang cemerlang dan mulus sehingga bisa menjadi bagian penting dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Wiyata pernah bertugas di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sebanyak dua kali saat penumpasan kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) hingga ke Bumi Cendrawasih di Papua untuk menumpas kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Saat itu sekitar 2003 hingga 2008, dirinya masih berada dalam satuan elite TNI yang bernama Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Dia berada di Grup 1/Para Komando Serang Banten yang selanjutnya dipindahtugaskan di Grup 3/Sandi Yudha di Cijantung Jakarta Timur."Saya bertugas saat itu di kawasan konflik Aceh," ungkapnya saat menjadi pembicara dalam Tamu Kita di gedung Tribunnews Solo, Jalan Adi Soemarmo, Kecamatan Klodran, Karanganyar, Rabu (19/2/2020).

"Termasuk di rimba Papua saya ditempa di sana," terang dia menceritakan.

Baginya tugas di pinggiran Indonesia yang sebagian besar masih belantara dan rimba, mengajarkan banyak hal.

Di antaranya memahami situasi konflik yang penuh dinamika dan kemampuan dalam berbagai hal.

"Akhirnya kan jadi modal saat saya pindah di Solo yang begitu aman dan tenang," harap dia.

Karirnya semakin moncer saat menapaki di Markas Kopassus (Makopassus) Cijantung pada 2015.

Berkat kegigihannya dan jiwa kepemimpinannya, ayah satu anak itu dikembalikan ke Grup 3/Sandi Yudha di Cijantung pada 2017.

"Saya diamanahi Komandan Batalyon (Danyon) 31 saat itu," aku dia.

Tak hanya di pedalaman Indonesia, pria yang berasal dari keluarga TNI juga ternyata pernah ditugaskan di berbagai negara.

Di antaranya Jepang, Thailand, India, Inggris hingga Kanada.

"Nah saat di Kanada saya memboyong anak dan istri ke sana," paparnya.

"Makanya saya punya anak kemudian dinamakan Amanda, anak made in Kanada," kata dia berkelakar.

Sementara pada 2018 hari-harinya dalam berkarir juga masih dihabiskan di 'Pasukan Baret Merah'.

Mengingat setahun itu dia ditugaskan di Pusat Diklat Kopassus (Pusdiklatpassus) yakni di bagian Danse Spes dan Danse Sandha.

Ditugaskan di Kampung Jokowi

Setelah bertahun-tahun lamanya di Pasukan Baret Merah, Wiyata mendapatkan posisi baru yang tidak berada di kawasan Jabodetabek.

Yakni pada 2019 dia mendapatkan amanah sebagai Dandim 0734/Yogyakarta.

"Tidak lama pada 2018 saya begeser cukup dekat ke kotanya Pak Presiden Jokowi di Solo," aku dia.

Selama beberapa bulan di kotanya orang nomor satu di Indonesia itu, Wiyata menganggap tugasnya kali ini suatu kebanggaan tersendiri.

Dia menilai di Solo yang memiliki warga sangat beragam, mampu menunjukkan persatuan dan kesatuan di Indonesia.

"Saya berharap bisa menjaga Solo dengan baik bersama polisi, agar aman dan tetap mondusif," tuturnya.

Karena menurut dia, Solo menjadi patokan atau indikator di Indonesia sehingga apapun akan menjadi sorotan di nasional.

"Alhamdulillah dukungan Muspida, instansi, ormas, tokoh dan warganya sangat bagus," jelas dia.

Meskipun harus lebih esktra dalam bertugas karena menjadi salah satu kunci di Solo, dia mengaku mencurahkan semua tenaganya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di Solo.

Bahkan khusus pengamanan keluarga Presiden Jokowi, Wiyata mengaku ada standar operasional (SOP) dari TNI.

"Semua pengamanan sudah sesuai SOP," aku dia.

Hanya saja yang dia alami selama beberapa bulan ini, dirinya kagum dengah keluarga Presiden Jokowi yang dinilai sederhana.

"Yang saya berkesan selama pengamanan keluarga Pak Presiden, ya keluarga beliau sederhana," ungkapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Kisah Wiyata Dandim 0735/Surakarta, 15 Tahun Ditempa di Kopassus Kini Jaga Kampung Halaman Jokowi

Editor: Radifan Setiawan
Videografer: Muhammad Eka Putra
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Tribun Video
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved