Tribunnews Wiki
Serangan Jantung, Terjadi karena Sumbatan Kolestrol di Arteri Koroner
TRIBUN-VIDEO.COM - Serangan jantung adalah keadaan di mana jantung berhenti berdetak dan aliran darah ke otak serta organ lainnya terhenti.
Dalam hitungan detik, pasien berhenti bernapas dan tidak memiliki denyut nadi.
Keadaan tersebut bisa berakibat fatal yang berujung kematian.
Serangan jantung yang juga disebut infark miokardial, terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat.
Penyumbatan ini paling sering disebabkan oleh penumpukan lemak, kolesterol, dan zat-zat lain, yang membentuk plak di arteri (arteri koroner).
Plak akhirnya pecah dan membentuk gumpalan.
Aliran darah yang terganggu dapat merusak atau menghancurkan bagian dari otot jantung.
Kondisi ini bila tidak segera mendapatkan perawatan, otot-otot jantung akan mengalami kerusakan permanen.
Jika sebagian besar jantung rusak, jantung akan berhenti berdetak (henti jantung) dan mengakibatkan kematian.
Gejala
Berikut adalah tanda dan gejala serangan jantung yang umum:
Ketidaknyamanan, sensasi tekanan, sesak atau dada terasa diremas.
Rasa sakit di bagian tubuh lainnya, seperti rasa sakit yang merambat dari dada ke lengan (biasanya lengan kiri, tetapi bisa di kedua lengan), rahang, leher, punggung, dan perut.
Perut terasa penuh, gangguan pencernaan, atau perasaan tersedak (mungkin terasa seperti maag).
Berkeringat dingin.
Mual dan muntah.
sesak napas yang berat
Pusing.
Kelemahan.
Kecemasan.
Detak jantung yang cepat atau tidak teratur.
Batuk atau mengi.
Namun, tidak hanya gejala secara umum, gejala serangan jantung bisa bervariasi.
Tidak semua orang yang mengalami serangan jantung memiliki gejala yang sama atau memiliki tingkat keparahan gejala yang sama.
Beberapa orang mengalami sakit ringan dan sebagian yang lain memiliki rasa sakit yang lebih parah.
Beberapa orang bahkan tidak memiliki gejala, tanda pertama tersebut mungkin adalah serangan jantung itu sendiri atau yang biasa disebut serangan jantung mendadak.
Beberapa serangan jantung menyerang secara tiba-tiba, namun banyak juga orang yang memiliki tanda dan gejala peringatan beberapa jam, beberapa hari atau minggu sebelumnya.
Faktor Risiko Serangan Jantung
Beberapa faktor tertentu berisiko mengakibatkan penumpukan lemak yang mempersempit arteri di seluruh tubuh.
Sebagai pencegahan, menjaga kesehatan atau menghilangkan beberapa faktor dapat mengurangi risiko.
Berikut sejumlah faktor risiko yang menjadi penyebab serangan jantung:
Usia
Pria yang berusia 45 tahun atau lebih tua dan wanita berusia 55 tahun atau lebih tua lebih cenderung mengalami serangan jantung daripada pria dan wanita yang lebih muda.
Merokok
Perokok aktif dan mereka yang terpapar asap rokok jangka panjang (perokok pasif), berisiko terkena gangguan jantung.
Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Hipertensi seiring waktu dapat merusak arteri yang memberi nutrisi ke jantung.
Hipertensi yang terjadi dengan kondisi lain, seperti obesitas, kolesterol tinggi atau diabetes, bahkan meningkatkan risiko penyakit ini.
Diabetes
Tidak cukupnya produksi hormon yang dikeluarkan oleh pankreas (insulin) atau tidak merespons insulin dengan baik mengakibatkan kadar gula darah melonjak naik, yang pada akhirnya meningkatkan risiko gangguan jantung.
Kolesterol Darah Tinggi atau Kadar Trigliserida
Kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang meningkat kemungkinan besar akan mempersempit arteri.
Trigliserida tingkat tinggi, sejenis lemak darah yang berhubungan dengan diet, juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung.
Namun, kolesterol HDL (kolesterol baik) dapat menurunkan risiko.
Obesitas
Kelebihan berat badan juga terkait dengan kadar kolesterol darah yang naik, kadar trigliserida naik, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
Oleh karena itu, penurunan berat badan, meskipun hanya 10%, dapat mengurangi risiko.
Sindrom Metabolik
Kondisi ini terjadi ketika tubuh mengalami obesitas, hipertensi dan gula darah tinggi.
Mengalami sindrom metabolik membuat anda dua kali lebih berisiko terserang penyakit jantung.
Riwayat Keluarga
Anggota keluarga dengan riwayat penyakit jantung memungkinkan anda memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung.
Anggota keluarga tersebut meliputi, saudara kandung, orang tua atau kakek-nenek yang mengalami serangan jantung dini (usia 55 tahun untuk pria dan usia 65 tahun untuk saudara wanita).
Kurangnya Aktivitas Fisik
Tubuh kurang beraktivitas dapat memicu kadar kolesterol darah naik dan mengalami obesitas.
Dibanding orang yang jarang bergerak, mereka yang sering berolahraga secara teratur memiliki kebugaran kardiovaskular yang lebih baik dan menurunkan tekanan darah tinggi.
Stres
Gangguan mental karena tekanan juga berisiko serangan jantung.
Orang tertentu mungkin merespons stres dengan cara yang dapat meningkatkan risiko.
Kondisi Autoimun
Memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti rheumatoid arthritis atau lupus dapat meningkatkan risiko serangan jantung.
Riwayat Preeklampsia
Mengalami kondisi ini sebelumnya dapat menyebabkan hipertensi selama kehamilan dan meningkatkan risiko penyakit jantung seumur hidup.
(*)
Artikel ini telah ditayang di Tribunnewswiki.com dengan judul: Serangan Jantung
Sumber: TribunnewsWiki
Terkini Nasional
Dedikasi hingga Akhir Hayat, Kadinkes Lombok Tengah Meninggal Dunia di Meja Kerjanya
Rabu, 18 Februari 2026
Terkini Nasional
Fakta Medis di Balik Wafatnya Lula Lahfah yang Ramai Jadi Spekulasi soal GERD dan Serangan Jantung
Kamis, 29 Januari 2026
Nasional
2 Peserta Ajang Lari Siksorogo yang Berhadiah Rp 20 M Meninggal Dunia, Diduga Serangan Jantung
Senin, 8 Desember 2025
Tribunnews Update
2 Pelari Event Siksorogo Karanganyar Berhadiah Rp 20 M Meninggal Dunia, Serangan Jantung
Senin, 8 Desember 2025
Tribunnews Update
Sosok 2 Peserta Ajang Siksorogo Lawu Lutra yang Meninggal Serangan Jantung, Bukan Pelari Pemula
Senin, 8 Desember 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.