Tribunnews Wiki

Serangan Jantung, Terjadi karena Sumbatan Kolestrol di Arteri Koroner

Kamis, 20 Februari 2020 08:18 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Serangan jantung adalah keadaan di mana jantung berhenti berdetak dan aliran darah ke otak serta organ lainnya terhenti.

Dalam hitungan detik, pasien berhenti bernapas dan tidak memiliki denyut nadi.

Keadaan tersebut bisa berakibat fatal yang berujung kematian.

Serangan jantung yang juga disebut infark miokardial, terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat.

Penyumbatan ini paling sering disebabkan oleh penumpukan lemak, kolesterol, dan zat-zat lain, yang membentuk plak di arteri (arteri koroner).

Plak akhirnya pecah dan membentuk gumpalan.

Aliran darah yang terganggu dapat merusak atau menghancurkan bagian dari otot jantung.

Kondisi ini bila tidak segera mendapatkan perawatan, otot-otot jantung akan mengalami kerusakan permanen.

Jika sebagian besar jantung rusak, jantung akan berhenti berdetak (henti jantung) dan mengakibatkan kematian.

Gejala

Berikut adalah tanda dan gejala serangan jantung yang umum:

Ketidaknyamanan, sensasi tekanan, sesak atau dada terasa diremas.

Rasa sakit di bagian tubuh lainnya, seperti rasa sakit yang merambat dari dada ke lengan (biasanya lengan kiri, tetapi bisa di kedua lengan), rahang, leher, punggung, dan perut.

Perut terasa penuh, gangguan pencernaan, atau perasaan tersedak (mungkin terasa seperti maag).
Berkeringat dingin.

Mual dan muntah.

sesak napas yang berat

Pusing.

Kelemahan.

Kecemasan.

Detak jantung yang cepat atau tidak teratur.

Batuk atau mengi.

Namun, tidak hanya gejala secara umum, gejala serangan jantung bisa bervariasi.

Tidak semua orang yang mengalami serangan jantung memiliki gejala yang sama atau memiliki tingkat keparahan gejala yang sama.

Beberapa orang mengalami sakit ringan dan sebagian yang lain memiliki rasa sakit yang lebih parah.

Beberapa orang bahkan tidak memiliki gejala, tanda pertama tersebut mungkin adalah serangan jantung itu sendiri atau yang biasa disebut serangan jantung mendadak.

Beberapa serangan jantung menyerang secara tiba-tiba, namun banyak juga orang yang memiliki tanda dan gejala peringatan beberapa jam, beberapa hari atau minggu sebelumnya.

Faktor Risiko Serangan Jantung

Beberapa faktor tertentu berisiko mengakibatkan penumpukan lemak yang mempersempit arteri di seluruh tubuh.

Sebagai pencegahan, menjaga kesehatan atau menghilangkan beberapa faktor dapat mengurangi risiko.

Berikut sejumlah faktor risiko yang menjadi penyebab serangan jantung:

Usia

Pria yang berusia 45 tahun atau lebih tua dan wanita berusia 55 tahun atau lebih tua lebih cenderung mengalami serangan jantung daripada pria dan wanita yang lebih muda.

Merokok

Perokok aktif dan mereka yang terpapar asap rokok jangka panjang (perokok pasif), berisiko terkena gangguan jantung.

Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Hipertensi seiring waktu dapat merusak arteri yang memberi nutrisi ke jantung.

Hipertensi yang terjadi dengan kondisi lain, seperti obesitas, kolesterol tinggi atau diabetes, bahkan meningkatkan risiko penyakit ini.

Diabetes

Tidak cukupnya produksi hormon yang dikeluarkan oleh pankreas (insulin) atau tidak merespons insulin dengan baik mengakibatkan kadar gula darah melonjak naik, yang pada akhirnya meningkatkan risiko gangguan jantung.

Kolesterol Darah Tinggi atau Kadar Trigliserida

Kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang meningkat kemungkinan besar akan mempersempit arteri.

Trigliserida tingkat tinggi, sejenis lemak darah yang berhubungan dengan diet, juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Namun, kolesterol HDL (kolesterol baik) dapat menurunkan risiko.

Obesitas

Kelebihan berat badan juga terkait dengan kadar kolesterol darah yang naik, kadar trigliserida naik, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Oleh karena itu, penurunan berat badan, meskipun hanya 10%, dapat mengurangi risiko.

Sindrom Metabolik

Kondisi ini terjadi ketika tubuh mengalami obesitas, hipertensi dan gula darah tinggi.

Mengalami sindrom metabolik membuat anda dua kali lebih berisiko terserang penyakit jantung.

Riwayat Keluarga

Anggota keluarga dengan riwayat penyakit jantung memungkinkan anda memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung.

Anggota keluarga tersebut meliputi, saudara kandung, orang tua atau kakek-nenek yang mengalami serangan jantung dini (usia 55 tahun untuk pria dan usia 65 tahun untuk saudara wanita).

Kurangnya Aktivitas Fisik

Tubuh kurang beraktivitas dapat memicu kadar kolesterol darah naik dan mengalami obesitas.

Dibanding orang yang jarang bergerak, mereka yang sering berolahraga secara teratur memiliki kebugaran kardiovaskular yang lebih baik dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Stres

Gangguan mental karena tekanan juga berisiko serangan jantung.

Orang tertentu mungkin merespons stres dengan cara yang dapat meningkatkan risiko.

Kondisi Autoimun

Memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti rheumatoid arthritis atau lupus dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Riwayat Preeklampsia

Mengalami kondisi ini sebelumnya dapat menyebabkan hipertensi selama kehamilan dan meningkatkan risiko penyakit jantung seumur hidup.

(*)

Artikel ini telah ditayang di Tribunnewswiki.com dengan judul: Serangan Jantung

Editor: Teta Dian Wijayanto
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved