Tribunnews Wiki

Kopi Temanggung, Tercipta dari Biji Kopi di Dataran Temanggung

Sabtu, 15 Februari 2020 08:27 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Kopi Temanggung adalah salah satu single origin yang menjadi kebanggaan masyarakat Temanggung dan tentunya juga menjadi kopi kebanggaan Indonesia.

Kota Temanggung memiliki iklim yang baik dalam kriteria penanaman kopi single origin karena didukung oleh tingkat curah hujan yang cukup dan iklim yang baik, sehingga daerah temanggung dapat menghasilkan kualitas kopi yang baik.

Daerah dataran tinggi Temanggung diapit Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang ditanami banyak biji kopi arabika sebagai komoditi specialty coffee dari Temanggung.

Kopi Temanggung sudah banyak diekspor ke beberapa negara seperti Swiss dan Amerika dengan nilai ekspor sebesar 6000 kg atau senilai 63 milyar rupiah.

Selain kopi arabika, kopi Temanggung juga memiliki perkebunan kopi robusta yang tersebar di daerah Pringsut, Kranggan, Kaloran, Kandangan, Jumo, Gemawang, Candiroto, Bejen dan Wonoboyo.

Keistimewaan kopi single origin Temanggung ini terletak pada rasa yang cenderung pada rasa tembakau seperti kopi papua tiom yang memiliki rasa tembakau saat kita menikmati kopinya.

Jenis

Biji kopi Temanggung terkenal memiliki kualitas unggul.

Kopi Temanggung memiliki beberapa jenis kopi yang dihasilkan oleh petani Kabupaten Temanggung.

Kopi tersebut adalah jenis robusta dan arabika.

Keduanya tidak dihasilkan pada satu tempat yang sama, oleh karena itu keduanya memiliki keunikan masing-masing.

Kopi jenis robusta dihasilkan dari daerah Pringsut, Kranggan, Kaloran, Kandangan, Jumo, Gemawang, Candiroto, Bejen dan juga Wonoboyo.

Sedangkan untuk kopi arabika dihasilkan dari dataran tinggi Temanggung.

Produksi kopi arabika tidak sebanyak produksi kopi robusta karena hal ini dipengaruhi langsung oleh jumlah yang ditanaman oleh petani.

Para petani menanam tanaman kopi Temanggung jenis arabika hanya untuk sekat atau pembatas dari beberapa tanaman.

Sehingga tanaman kopi ini tidak memiliki populasi yang banyak jika dibandingkan dengan robusta.

Meskipun populasi arabika masih tergolong kecil, namun minat petani untuk menanam sudah menunjukkan perkembangan.

Kopi Arabika tumbuh pada dataran 800 mpdl ke atas, sedangkan kopi jenis Robusta tumbuh di bawahnya.

Pergerakan petani kopi di Temanggung tergolong sangat dinamis.

Mereka tidak hanya menjual biji kopi dalam bentuk green bean saja, namun juga mengolah dan memasarkannya sebagai bubuk kopi.

Cita rasa yang dihasilkan pun beragam tergantung jenis kopi masing-masing.

Tidak hanya cita rasa dari robusta maupun arabika saja melainkan percampuran antara keduanya juga dapat dinikmati.

Hal ini sangat jarang dilakukan oleh masyarakat manapun karena memang percampuran antar kopi bisa menyebabkan dampak buruk apabila tidak diproses dengan sangat baik.

Namun untuk kopi dari daerah Temanggung ini sudah melalui uji coba laboratorium serta sangat aman untuk dikonsumsi.

Bahkan warga Temanggung sendiri juga membuat sendiri kopi dari percampuran kedua jenis kopi tersebut.

Cita Rasa Tembakau

Kopi khas Jawa Tengah omo terbukti berkualitas karena ditanam di daerah dataran tinggi yang cocok untuk kopi.

Bukan hanya itu saja, disamping tanaman kopi, daerah ini pun sangat cocok ditanami tembakau.

Maka dari itu tanaman tembakau ini mempengaruhi cita rasa dari kopi arabika Temanggung ini.

Sisipan rasa tembakau ini bisa dirasakan ketika kopi ini diseduh maupun saat diminum.

Hal tersebut karena sari-sari dari tanaman tembakau ini berada di samping tanaman kopi yang diserap oleh kopi itu sendiri.

Sehingga rasanya pun menghasilkan rasa tembakau yang alami serta tidak bisa dihilangkan.

Rasa Asam di Mulut

Ciri khas yang lainnya adalah mempunyai rasa asam di mulut.

Cita rasa tersebut menjadi ciri khas kopi arabika produksi Temanggung.

Bagi para pecinta kopi arabika, menjajal kopi arabika Temanggung ini sangatlah dianjurkan.

Karena setelah meminum kopi tersebut akan terasa sensasi rasa asam di mulut.

Banyak Varian Rasa

Kopi arabika Temanggung ini pun mempunyai banyak varian.

Varian tersebut antara lain kopi arabika green cofee yang mempunyai khasiat untuk diet, yellow cofee, kopi arabika winy, skopi arabika honey, serta kopi arabika natural.

Bagi para pecinta kopi, mencicipi kopi arabika dengan beberapa varian tersebut menjadi hal wajib.

Cita Rasa Yang Kaya Daripada Jenis Kopi Lainnya

Ciri khas selanjutnya dari kopi Temanggung ini adalah cita rasa yang kaya.

Cita rasa tersebut tidak ditemukan pada jenis kopi yang ditanam di daerah lain.

Cita rasa tersebut membuat kopi ini bisa sangat dinikmati oleh para penggemarnya, baik oleh masyarakat lokal maupun mancanegara.

Pengolahan

Masyarakat Temanggung menjadi satu faktor penting untuk mendapatkan biji kopi berkualitas yang dapat bertahan sampai saat ini.

Pengolahan biji kopi di Temanggung sudah dilakukan sejak tahun 1980-an.

Saat itu para petani kopi juga sudah memasarkan produk olahannya ke warung-warung kecil.

Mereka memasarkan kopi dalam bentuk kemasan plastik tanpa merek.

Hingga sekitar tahun 2000-an munculah ide kreatif untuk memasarkan kopi kemasan berlogo.

Pengolahan kopi-kopi kemasan tersebut terbilang sangat sederhana.

Diawali dengan mencucui biji kopi, kemudian kopi dijemur, disangrai lalu digiling.

Setiap merek yang tersedia menjual keunggulan berupa kenikmatan asli kopi.

Sejak tahun 2008 kopi Temanggung ini telah berhasil menembus pasar ekspor.

Pada tahun tersebut volume kopi yang di ekspor dapat mencapai 6.000 ton beras kopi dengan nilai ekspor Rp 63 milyar.

Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui bahwa penikmat kopi asal Temanggung tidak hanya berasal dari masyarakat lokal saja, melainkan dari mancanegara.

Masa sekarang pun kopi Temanggung marak diperbincangkan dalam dunia perkopian nusantara.

(TribunnewsWiki.com / Ron)

Artikel ini telah tayang di tribunnewswiki.com dengan judul: Kopi Temanggung.

Editor: Teta Dian Wijayanto
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved