Etek Eti Petugas Cleaning Service di Balai Kota Jualan Sayuran demi Biaya Sekolah Anak

Jumat, 14 Februari 2020 13:20 WIB
Tribun Padang

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUN-VIDEO.COM - Ada yang berbeda disela-sela aktivitas pegawai kantor Balai Kota Padang, Kamis (13/2/2020) pagi itu.

Seorang perempuan berjilbab warna kuning paduan baju kaus biru, terlihat asyik memotong sayuran kankung dalam palstik biru di kantor balai kota.

Perempuan itu berumur 51 itu namanya Eti, namun akrab dipanggil Etek Kestra, terkadang Etek Eti.

Etek Eti dipanggil Etek Kestra, dikarenakan dirinya bekerja sebagai cleaning service di ruang Bagian Kesra Kota Padang.

"Karena bekerja sebagai clening servis, bekerja kerja dibagian ruangan Kestra Padang,"ungkap Etek Eti.

Usai menyapu dan mengepel lantai dan memastikan pekerjaan selesai untuk pagi itu, Etek Eti membuka plastik biru, berisi sayu kangkung.

Ada 15 ikat sayur kangkung bewarna hijau dan masih segar di dalamnya.

Etek Etik memotongnya batang sayur kankung menjadi kecil dengan menggunankan pisau kater, tampak cekatan dan cepat.

Setiap selesai satu ikat dimasukannya kedalam plastik putih, lalu diantar ke ruangan-ruangan, pembeli pegawai Balai Kota Padang berada.

Satu ikat kankung yang dipotong dalam kantong plastik itu dijual murah, hanya Rp 3000 saja.

Pada Kamis hari ini, dirinya membawa 15 ikat sayur kankung dan beberapa butil telur.

Etek Eti mengatakan sayur kankung tersebut, kankung yang ditanam oleh dirinya sendiri di lahan yang akan dibangun kantor Bapenda baru, Aia Pacah.

"Tanam sendiri, rawat sendiri, petik sendiri juga di lahan mau dibangun gedung Bapenda dibelakang itu," kata Etek Eti.

Warga Aia Pacah Padang itu sudah delapan tahun menjadj cleaning service secara kontrak, tepanya sejak Balai Kota Padang itu ada.

Etek Eti mengungkapkan dirinya berjualan untuk menambah-nambah pengahasilan agar anak-anaknya bisa sekolah.

"Kalau bersih-bersih selesai tidak ada kerja lagi, makanya saya jual ini, saya jemput ke rumah untuk nambah-nambah biaya sekolah anak," ungkap Etik Eti.

Etek Eti mengungkapkan dirinya memiliki 7 orang anak, empat orang anaknya masih sekolah.

"Anak 7 orang, udh kerja tiga orang, anak pertama guru, kedua satpam dan ketiga cleaning servis juga. Masih ada empat sekolah," kata Etek Eti.

Sementara, Suami Etek Eti bekerja sebagai petani dan beladang di lahan dekat rumahnya, namun tidak begitu mencukupi kebutuhan keluarganya.

"Suami petani, kalau panen saya jual di sini, ada ubi-ubian, kacang, sayuran dan lainnya," ungkapnya.

Etek Eti mengaku hasil berjualan sayur mayur di Balai Kota Padang bisa membantu perekonomian keluarganya, terutama untuk anaknya yang masih sekolah.

"Kami sebagai orangtua tentu pengin anaknya sekolah sampai selesai, apapun kita lakukan untuk menyekolahkannya," tambah Etek Eti.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribun Padang
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved