Metropolitan

Setelah Jarinya Terbakar dan Rumah Dijual Oleh Anak Tiri, Dedi Pilih Jadi Penjual Ikan Hias

Jumat, 14 Februari 2020 12:39 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUN-VIDEO.COM, CIPAYUNG - Jarinya habis terbakar, Rohadi Dedi (79) jalani hidup sebagai penjual ikan hias keliling.

Dedi, sapaannya merupakan warga Kampung Raden, Jatisampurna, Bekasi yang mengadu nasib di pinggir Ibu Kota.

Selama beberapa tahun terakhir, Dedi habiskan waktunya untuk berjualan ikan yang diambilnya dari orang, di Jalan Raya Cilangkap Baru, Munjul, Cipayung, Jakarta Timur.

Dulunya, hidup Dedi sempat berkecukupan. Mulai dari pekerjaan, tempat makan hingga memiliki rumah sempat dimilikinya.

Sayangnya, kejadian naas pada tahun 1986 membuat jari tangannya hangus terbakar dan membuatnya hanya bisa bekerja sebagai penjual ikan.

Menurutnya, kala itu, saat tengah malam ia pergi mencari lindung untung menuruti kemauan sang istri yang sedang ngidam.

Namun, obor yang dinyalakannya merembet ke tiner yang sedang digenggamnya.

Selanjutnya, keadaan semakin diperparah saat ia mendapati rumah tinggal satu-satunya di jual oleh anak tirinya, pada tahun yang sama dengan meninggalnya sang istri, Nama dan anak kandungnya.

Akhirnya, sejak saat itu kehidupannya pun berubah drastis dan terasa semakin sulit.

Saat ini, penghasilan Dedi tak menentu. Dalam satu hari penghasilan bersihnya hanya berkisar Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu.

Sehingga, bila sedang sepi pembeli, Dedi memanfaatkan waktu tersebut untuk menghafal ayat suci Al Quran.(*)


Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Cerita Dedi: 30 Tahun Jadi Penjual Ikan, Jari Tangan Terbakar, Rumah Dijual Anak Tiri, Kini Ngontrak

 
Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Bayu Romadi
Sumber: TribunJakarta
Tags
   #Jakarta Timur   #Cipayung   #kisah pilu
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved