Siswa SMA 12 Bekasi Demo hingga Menangis Histeris Tidak Terima Gurunya Dinonaktifkan

Jumat, 14 Februari 2020 10:56 WIB
Tribun Padang

TRIBUNPADANG.COM - Siswa SMA 12 Bekasi tidak terima seorang gurunya dinonaktifkan

Hal terebut bermula dari video viral menayangkan guru SMAN 12 Bekasi, Idiyanto memukuli anak didiknya berbuntut dinonaktifkannya sang guru dari jabatannya sebagai wakil kepala sekolah.

Para siswa pun melakukan unjuk rasa di lapangan sekolah menuntut agar gurunya tidak jadi dikeluarkan dan tetap mengajar di SMAN 12 Bekasi.

Aksi pemukulan terhadap siswa dilakukan Idiyanto lantaran sang guru ingin bersikap tegas.

Seorang guru SMA negeri di Kota Bekasi, bersiap memukul siswa laki-laki yang terlambat masuk. Kejadian ini pada Selasa (11/2/2020).

Seorang guru SMA negeri di Kota Bekasi, bersiap memukul siswa laki-laki yang terlambat masuk. Kejadian ini pada Selasa (11/2/2020). (Facebook)

"Pak Idi itu baik sebenarnya. Cuma gara-gara satu kesalahan. Dia cuma tegas, biar kita disiplin, biar kita tertib."

"Itu (pemukulan) karena kesalahan kita sendiri. Kita sudah telat, padahal kita sudah dikasih akses mudah, kita sudah dikasih zonasi supaya kita datang lebih awal," papar salah satu siswi SMAN 12 Bekasi yang tidak diketahui namanya.

Dari pantauan Tribunnews.com di kanal YouTube Kompastv, Kamis (13/2/2020), terlihat saat Idiyanto akan keluar dari sekolah setelah putusan penonaktifan, ia dikerumuni para siswa.

Para siswa memeluk hingga menangis histeris tak menginginkan sang guru berhenti mengajar.

Idiyanto pun tampak ikut menangis.

Diketahui, sebelumnya beredar video yang menayangkan Idiyanto memukuli anak didiknya di hadapan 172 siswa.

Video tersebut kemudian viral di media sosial.

Pemukulan yang berada di lapangan sekolah ini dilakukan lantaran para siswa terlambat masuk sekolah.

Keterlambatan ratusan siswa disebabkan akses dari tempat parkir di belakang sekolah ditutup, sehingga mereka harus jalan kaki memutar untuk menuju gerbang sepan sekolah.

Idiyanto pun mengumpulkan siswa yang terlambat di sekolah dan melakukan pemeriksaan atribut.

Saat pemeriksaan tersebut, ada dua siswa yang tidak mengenakan atribut dengan lengkap.

Idiyanto pun memukul dua siswa tersebut.

Menurut Wakil Bidang Humas SMAN 12 Bekasi Irnatiqoh, aksi pemukulan Idiyanto bukanlah cara yang baik.

Pihak sekolah pun menyayangkan kejadian ini dan telah menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa yang dipukuli.

Selanjutnya, pihak sekolah menonaktifkan Idiyanto dari jabatannya sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.

"Ini bukan cara yang baik dan kami sangat menyayangkan dengan kejadian ini. Dari pihak siswa sudah kami sampaikan permohonan maaf kepada orangtuanya juga."

"Pihak sekolah sudah melakukan penonaktifan jabatan sebagai Waka Kesiswaan," ujar Irnatiqoh dilansir dari kanal YouTube Tvonenews, Kamis (13/2/2020).

Lebih lanjut, Idiyanto telah diperiksa polisi atas aksi pemukulan yang ia lakukan pada Selasa (11/2/2020) lalu ini.(Tribunnews.com/R Agustina)

Editor: Novri Eka Putra
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribun Padang
Tags
   #SMA 12 Bekasi   #demo   #pemukulan
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved