Terkini Nasional

Jelang HPSN 2020, KLHK Dukung Standardisasi Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Sampah

Jumat, 14 Februari 2020 09:04 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyambut baik inisiatif pebisnis maupun masyarakat yang berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan sampah.

Jelang Hari Pengelolaan Sampah Nasional (HPSN) tahun 2020, KLHK mendukung standardisasi peningkatan kapasitas pengelolaan.

Disampaikan Kepala Pusat Standardisasi LHK, Noer Adi Wardojo, Rabu (13/2/2020), pada tahun ini KLHK akan menyusun standar experential (jasa pengelolaan sampah terpadu) yang mengacu pada pola bisnis dan skema registrasi incenerator, baik dalam skala kecil, besar, maupun sedang.

Menurutnya, saat ini Indonesia telah bergerak menuju Circular Ekonomi lewat tersedianya produk plastik ramah lingkungan dari bahan baku plastik daur ulang domestik.

Sehingga diperlukan standardisasi jasa pengelolaan sampah terpadu.

“Saat ini bisnis baru jasa pengelolaan sampah yang terpadu dan lebih bertanggungjawab terus berkembang di Indonesia yang merupakan bentuk perbaikan pengelolaan sampah dari sumbernya dengan pendekatan bottom up," ujarnya di Kantor KLHK.

Pusat Standardisasi LHK dikatakan Noer Adi telah menyiapkan paket standar yang siap untuk dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan dengan skema penilaian kesesuaian melalui pihak ketiga maupun jalur verifikasi dan registrasi di KLHK.

Hal tersebut dalam rangka mempercepat penerapan Konsep Circular Economy di Indonesia.

"Kami telah menyusun 6 SNI Kriteria Ekolabel produk yang mengandung material daur ulang (Skema Ekolabel Tipe 1) meliputi standar mengenai tas belanja plastik berbahan daur ulang, kertas cetak tanpa salut dan kertas multiguna (kertas fotokopi), kertas tisu untuk kebersihan, kertas kemas, furniture dan kaca lembaran," ujarnya.

Di dalam kriteria ekolabel tersebut pusat standardisasi LHK menetapkan kriteria, ambang batas, metode uji/verifikasi kandungan material daur ulang yang digunakan sebagai bahan baku.

Adapun untuk skema ekolabel tipe 2, dikembangkan skema swadeklarasi yang diverifikasi secara independen oleh pihak ketiga.

"Penerapan skema ekolabel swadeklarasi yang terverifikasi ini mendukung Penerapan Permen LHK No.P 75/2019," ujar Kepala Pusat Standardisasi LHK tersebut.

Produk yang sudah memenuhi kesesuaian terhadap SNI tersebut maupun yang memenuhi klaim berbahan daur ulang (recycle content), antara lain adalah produk Tas Belanja Plastik (80% bahan daur ulang), Kemasan Deterjen, Air Minum Dalam Kemasan, Kertas Fotocopy, serta kertas kemas (100% serat daur ulang).

Noer Adi berharap kedepannya standar tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh sejumlah pihak dalam kerangka penanggulangan sampah di Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Bersih dan Maju.(*)

Editor: Teta Dian Wijayanto
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved