Terkini Daerah

Evakuasi Heli Penerbad MI 17 yang Jatuh di Pegunungan Mandala Papua Dimulai

Kamis, 13 Februari 2020 20:40 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mulai melakukan proses evakuasi terhadap puing helikopter Penerbad MI 17 di Pegunungan Mandala Kabupaten Pegunungan Bintang Distrik Oksop Papua pada Kamis (13/2/2020).

Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf J Binsar Parluhutan Sianipar mengatakan proses evakuasi telah dimulai sejak pukul 08.30 WIT dengan mengirim satu satuan setingkat peleton atau sekira 30 sampai 50 personel bersama masyarakat dengan lima helikopter menuju lokasi.

"Sekarang sudah ada satu SST pasukan dan masyarakat yang membantu sudah berada di bawah ketinggian TKP. Jadi, ada di sekitar 11 ribu feet ketinggiannya. Kita berharap, paling tidak sore ini mereka sudah bisa sampai dengan ke TKP," kata Binsar dalam video dokumentasi resmi Penerangan Korem 172/PWY yang diterima Tribunnews.com pada Kamis (13/2/2029).

Ia memperkirakan sebelum gelap para personel evakuasi tersebut akan tiba di lokasi.

"Sekarang mereka sedang berjalan, mudah-mudahan cuaca cerah, sehingga sebelum gelap 15.00 atau 17.00 mereka sudah sampai di TKP dan mudah-mudahan tidak ada kendala sehingga sudah bisa mulai evakuasi dari TKP menuju Oksibil dengan menggunakan helikopter," kata Binsar.

Sebelumnya, Binsar mengatakan pasukan gabungan telah disiapkan untuk mengevakuasi helikopter Penerbad TNI MI 17.

Binsar mengatakan sekira 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Batalyon Infanteri 751 Raider Khusus, SAR, dan tim kesehatan gabungan TNI Polri telah disiapkan untuk misi tersebut.

"Sudah disiapkan pasukan sekitar kurang lebih 1 SSK dari Batalyon Inf 751/Raider Khusus serta Tim kesehatan gabungan TNI-Polri dan SAR. Sebagian pasukan sudah di drop sejak kemarin ke posko di Koramil Oksibil, distrik Oksibil menggunakan pesawat CN milik TNI AU dari Jayapura Papua," kata Binsae dalam keterangan resmi Penerangan Kodam XVII Cenderawasih pada Selasa (11/2/2020).

Binsar mengatakan proses evakuasi Heli MI-17 dan korban belum dapat dilakukan terkait dengan cuaca yang tidak menentu dan posisi jatuhnya berada di tebing yang cukup curam dengan sudut kemiringan 90 derajat.

Selain itu titik jatuhnya berada di daerah ketinggian dengan tinggi 12.500 kaki membuat proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara langsung menggunakan helikopter.

"Cuaca yang tidak menentu dan medan menuju kesana juga sulit, menjadi kendala bagi tim dalam evakuasi ini. Maka dari itu, hari ini akan kami tinjau ulang baik rute maupun tempat jatuhnya. Kami juga melibatkan masyarakat yang tahu daerah tersebut untuk membantu," kata Binsar.

Binsar mengatakan, peninjauan ulang tersebut dilakukan untuk menentukan titik-titik pendaratan pasukan dan tim evakuasi.

"Setelah saya bersama dengan Pangdam XVII/Cenderawasih dan juga Bupati Pegunungan Bintang melihat langsung lokasi jatuhnya Heli tersebut kemarin. Maka hari ini rencananya kami akan melakukan peninjauan ulang," kata Binsar.

Tepat pukul 10.05 WIT Hely bell TNI-AD yang dipiloti oleh Kapten Cpn Iqbal dan crew terbang menuju lokasi jatuhnya Hely MI-17 tersebut.

Sebelumnya, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, meminta restu ke masyarakat distrik Oksop Papua untuk mengevakuasi Heli MI 17 Penerbad No Reg HA 5138 dalam waktu dekat.

Hal itu karena lokasi ditemukannya yakni di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang dianggap sakral oleh masyarakat.

Selain itu ia pun meminta dukungan kepada masyarakat dalam misi kemanusiaan tersebut.

Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan aparat Pemda dan tokoh masyarakat di aula Koramil Oksibil sesaat setelah mendarat di Bandara Oksibil usai memantau langsung lokasi tersebut lewat udara bersama Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Constan Oktemka dan Danrem 172/PWY, Kolonel Inf Binsar Sianipar.

"Mengingat lokasi tersebut masih dianggap sakral oleh masyarakat, kami juga mohon ijin dan restu kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Distrik Oksop untuk mendukung kami dalam misi kemanusiaan, karena tentunya dalam waktu dekat kami akan melakukan kegiatan evakuasi bagi para prajurit kami yang gugur dan menjadi korban dalam kecelakaan heli tersebut," kata Herman dalam keterangan resmi Pendam XVII Cenderawasih pada Senin (10/2/2020).

Herman pun mengatakan telah melihat langsung lokasi puing jatuhnya helikopter tersebut dari ketinggian 12.500 kaki.

Ia pun mengatakan pihaknya akan fokus pada evakuasi korban.

Hal itu mengingat lokasi puing berada di tebing dengan sudut hampir 90 derajat.

"Tadi saya melihat langsung lokasi puing dari ketinggian 12.500 feet. Selanjutnya kita akan fokus untuk melakukan kegiatan evakuasi terhadap korban. Evakuasi harus dipersiapkan dengan matang mengingat lokasi puing berada di tebing dengan sudut hampir 90°," kata Herman.

Herman juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati dan masyarakat Pegunungan Bintang serta unsur TNI-Polri atas partisipasinya sebagai pemberi informasi dan penunjuk jalan dan memberikan dukungan sehingga Heli yang jatuh telah ditemukan saat ini.

Sebelumnya, Heli MI 17 Penerbad No Reg HA 5138 dinyatakan hilang sejak tanggal 28 Juni 2019.

Heli dinyatakan lost contact ketika terbang dari Oksibil menuju Jayapura sesaat setelah melaksanakan dropping logistik bagi pos TNI yang berada di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Heli tersebut mengangkut tujuh orang crew Penerbad dan lima orang prajurit Satgas Yonif 725/Wrg.(*)

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Gita Irawan
Video Production: Desy Noormawati Amalia
Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #Helikopter Jatuh   #Penerbad   #Papua
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved