NGOBROL MEWAH

NGOBROL MEWAH - 'Solo Merawat Toleransi'

Kamis, 13 Februari 2020 19:40 WIB
TribunSolo.com

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUN-VIDEO.COM - Pemkot Solo membongkar kiat khusus merawat toleransi yang selama ini dinilai terawat dengan baik di tengah-tengah masyarakat Kota Bengawan yang beragam.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menilai negara harus hadir secara langsung dalam merawat toleransi yang telah terbentuk dalam masyarakat.

"Kami pastikan negara hadir, Pemkot bersama masyarakat," katanya saat menjadi satu di antara empat narasumber dalam Diskusi Publik Ngobrol Mewah 'Solo Merawat Toleransi' di Kantor Tribunnews, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Selasa (11/2/2020).

Selain orang nomor satu di Solo itu, ada pembicara lain yakni Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai, Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Wiyata Sempana Aji dan Ketua Pembina Yayasan Perdamaian Lintas Agama dan Golongan (YPLAG), KH Mohammad Dian Nafi.

Bentuk merawat toleransi menurut dia, salah satuhnya dengan kepedulian pemerintah.

"Terlebih Presiden mengajak supaya negara hadir tidak sekedar hadir menengok rakyatnya namun bisa menjawab apa yang diharapkan rakyat," kata dia.

Kehadiran negara di masyarakat itu bisa dilakukan lewat pengimplementasian nilai 'Gotong Royong'.

"Gotong royong bagaimana upaya kita lakukan supaya di Solo ini toleransi bisa terjaga, bagaimana kebijakan-kebijakan pemerintah berpihak kepada masyarakat tanpa memandang suku, agama, dan ras," tutur Rudy.

Waras, Wasis, Wareg, Mapan, dan Papan (3WMP) menjadi kebijakan unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam merawat toleransi dalam masyarakat.

Apalagi, 3WMP itu melingkupi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya masyarakat Solo.

"Masyarakat itu butuh waras, wasis, wareg, mapan, dan papan, itu telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat Indonesia," jelas Rudy.

Melalui 3WMP, Pemkot Solo ingin mewujudkan masyarakat yang sehat secara jasmani, rohani maupaun ekonomi.

"Waras itu mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani, sehat rohani, sehat pergaulan, sehat bicara, dan sehat ekonominya," kata Rudy.

"Tak hanya itu, masyarakat butuh pendidikan, mereka diharapkan bisa wasis berbicara menyampaikan dan menerima perbedaan pendapat, ini yang selalu kami sampaikan ke masyarakat," imbuhnya memebeberkan.

Selain itu, masyarakat juga harus bisa kenyang baik pendidikan maupun pergaulannya.

"Wareg artinya masyarakat kenyang ilmu, kenyang perutnya, pergaulannya, rohaninya an sebagainya," jelas Rudy.

"Mapan itu maksudnya mapan aturan, dan mapan perilakunya, tentunya memiliki papan dan tempat tinggal yang layak huni," tambahnya.

Pengimplementasian kebijakan 3WMP diharapkan bisa merawat toleransi yang telah ada di masyarakat Kota Solo.

"Setiap hari selalu kita gembar-gemborkan, dengan begitu lama-lama masyarajat juga berpikir pemerintah hadir beneran," tandasnya.(Tribunsolo.com/Adi Surya Samodra)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Merawat Toleransi di Solo, Pemkot Unggulkan Kebijakan 3WMP Sebagai Bukti Negara Hadir, Ini Caranya

Editor: Radifan Setiawan
Videografer: Radifan Setiawan
Video Production: Muhammad Eka Putra
Sumber: TribunSolo.com
Tags
   #NGOBROL MEWAH   #toleransi
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved