Terkini Daerah

Bom Bali Jadi Pelajaran, Dandim Solo Tak Mau Serta Merta Pulangkan WNI Eks Isis

Rabu, 12 Februari 2020 17:31 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Komandan Kodim 0735/Surakarta, Letkol Inf Wiyata Sempana Aji S.E., MDS menanggapi isu pemulangan WNI eks ISIS.

Hal itu ia sampaikan dalam diskusi bertajuk 'Solo Merawat Toleransi' di gedung Tribunnews.com, Jl. Adi Sumarmo No.335 A, Kec. Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Mantan Dandim Yogyakarta itu mengatakan pemulangan WNI Eks ISIS adalah persoalan yang kompleks.

"Menurut saya tidak serta merta (WNI eks ISIS) tidak boleh (dipulangkan), karena ini merupakan hal yang kompleks," tuturnya dalam diskusi Ngobrol Mewah, Selasa (11/2/2020).

Kompleksnya adalah bermacam-macamnya alasan dari para WNI yang pergi kesana.

"Penyebab mereka kesana juga macam-macam."

"Ada yang sesampainya disana pasportnya diambil, dirobek jadi tidak bisa pulang."

"Ada juga yang berjuang karena keyakinannya," tegas Wiyata.

Tetapi dari segala kerumitan soal pemulangan WNI eks ISIS, Ia menegaskan ideologi yang tidak sesuai dengan Indonesia, tidak boleh diistimewakan.

"Yang pasti, ideologi yang tidak sesuai dengan ideologi kita, tidak boleh mereka di eksklusifkan."

"Apa yang terjadi dalam bom bali itu sejarah yang harus kita pedomani," tutur alumni Akademi Militer 2001 itu.

Dari pengalaman peristiwa bom bali, lanjut Wiyata, pentingnya berkaca pada kisah sebagian eks kombatan Afghanistan yang pulang ke Tanah Air.

"Yang melakukan itu alumni Afganisthan yang ketika mereka kembali tidak bisa bersosialisasi dengan baik dan masih ada gagasan."

"Lalu mencari sasaran sendiri dengan organisasi yang menaungi mereka, itu yang berbahaya," ujar Wiyata yang meraih gelar Master of Defense Studies (MDS) di Royal Military College of Canada pada 2016 itu.

Menurut Wiyata, untuk itu peran masyarakat mayoritas juga tidak kalah penting.

Wiyata mengatakan masyarakat mayoritas tidak boleh diam.

"Karena itulah kita sebagai mayoritas tidak boleh diam, kalau mereka eksklusif maka akan kembali kepada apa yang mereka yakini," katanya.

Untuk itu, Wiyata menghimbau kepada masyarakat yang menjadi mayoritas untuk bisa merangkul dengan baik, jika memang mereka kembali pulang.

"Kalau misalnya kita bisa merangkul untuk bersosialisasi, mereka bisa bekerja dan menghidupi keluarganya, mungkin nanti pikirannya sudah tidak ke arah sana (intoleransi) karena perutnya sudah kenyang."

"Saya rasa begitu, artinya pemerintah masih akan terus mengkaji untuk statusnya akan kembali WNI atau tidak," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Maliana)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dandim Solo Ungkap Pemulangan WNI Eks ISIS: Tak Serta Merta Boleh, Peristiwa Bom Bali Jadi Pelajaran

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved