Mancanegara

TKI Asal Cilacap di Hongkong Minta Bantuan Masker

Rabu, 12 Februari 2020 07:16 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM - Sekira 160 ribu TKI di Hongkong dan 5000 ribu di antaranya dari Kabupaten Cilacap mengalami dampak langsung penyebaran Virus Corona.

Rata-rata mereka bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di sana.

Sampai saat ini, semua warga Hongkong diwajibkan memakai masker ketika beraktivitas.

Bahkan, pemerintah Hongkong mengimbau setiap satu masker hanya digunakan selama empat jam.

Pada jam berikutnya, harus ganti masker sebagai cara perlindungan diri dari wabah Virus Corona.

Fatalnya, stok masker di Hongkong terbatas. TKI di Hongkong tidak bisa menggunakan masker sesuai dengan imbauan dari pemerintah Hongkong.

Koordinator Forum Komunitas Warga Cilacap di Hongkong, Sri Martuti menceritakan kondisi tersebut kepada Tribun Banyumas, Selasa, (11/2/2020).

Sri menambahkan, saat ini pihak KJRI di Hongkong sudah menyalurkan bantuan masker ke TKI.

Namun, jumlah TKI yang banyak dan anjuran pemakaian yang setiap empat jam ganti, membuat bantuan masker dari pemerintah tidak mencukupi.

"TKI asal Cilacap sangat mengharapkan bantuan dari Pemkab Cilacap untuk mengatasi kondisi ini," katanya kepada Tribun Banyumas, Selasa, (11/2/2020).

Sampai saat ini, kata Sri, terpantau masih banyak TKI asal Cilacap yang belum mendapatkan masker.

Sedangkan di sisi lain, kondisi sudah darurat, pemerintah Hongkong mengimbau warganya mengurangi aktivitas di luar rumah dan menjauhi keramaian.

"Di Hongkong sendiri stok masker terbatas. Sehingga majikan tidak memberi masker kepada asisten rumah tangga (ART).

Serta melarang asisten rumah tangganya melakukan aktivitas di luar rumah. Sehingga banyak TKI yang belum mendapat masker," tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Pramesti Griana Dewi sudah menerima laporan terkait kondisi TKI asal Cilacap di Hongkong.

Pramesti meminta warga Cilacap untuk membuat surat permohonan kepada Pemkab Cilacap, agar Pemkab Cilacap segera memproses pengiriman bantuan masker ke Hongkong.

"Saat ini sedang koordinasi antara Pemkab Cilalcap, Dinkes, PMI dan Baznas untuk segera mengupayakan pengiriman bantuan masker," ujarnya kepada Tribun Banyumas, Selasa, (11/2/2020).

Sesuai arahan Pemkab Cilacap, Sri Mastuti langsung membuat surat permohonan bantuan kepada Pemkab.

"Kami tidak pernah minta apa-apa kepada pemkab. Baru kali ini kami minta ke pemkab. Kirim masker ke sini," pungkas Sri.(yun)

Artikel ini telah tayang di Tribunbanyumas.com dengan judul Nasib 5000 TKI Asal Cilacap Tidak Kebagian Masker Karena Tidak Disisakan Majikan di Hongkong

Editor: Purwariyantoro
Sumber: Tribun Jateng
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved